Antara Kemiskinan dan Kecukupan

26 05 2015

buku-ishiharaIsi titik-titik di bawah ini (mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing)

1. Allah menciptakan TERTAWA dan …
2. Allah itu MEMATIKAN dan …
3. Allah menciptakan LAKI-LAKI dan …
4. Allah memberikan KEKAYAAN dan ….

Mayoritas kita (termasuk antum) akan menjawab:

1. MENANGIS
2. MENGHIDUPKAN
3. PEREMPUAN
4. KEMISKINAN

Benar tidak ??? Read the rest of this entry »





Jual Buku Ishihara Asli Murah 38 Plates & 14 Plates Untuk Tes Buta Warna

15 02 2015

CV. Fitrah Cemerlang adalah suatu badan usaha yang khusus bergerak di bidang supplier buku tes buta warna. Buku ini juga biasa disebut dengan buku ishihara. Bisnis ini mereka mulai sejak tahun 2008 dimana saat itu pemiliknya, Didit Fitriawan masih kuliah di semester 6. Namun latar belakang sakit mata-lah yang membuat dia bersungguh – sungguh pada dunia optical membuatnya bisa terinspirasi untuk mencari uang dari bidang tersebut.

Awalnya memang dimulai dengan bisnis kacamata vision eye therapy yang dikhususkan untuk mengurangi mata minus. Akan tetapi sejurus kemudian beliau banyak mengalami hal – hal tak terduga saat melamar pekerjaan di beberapa perusahaan. Yaitu tidak diterima dikarenakan beliau mengalami buta warna. Akhirnya beliau terinspirasi bahwa seseorang yang buta warna pasti akan membutuhkan buku ishihara untuk berlatih membaca buku tersebut agar bisa lolos tes buta warna. Seiring berjalannya waktu, di tahun 2011 mulai bermunculan pembeli – pembeli buku ishihara, dan akhirnya kami tidak bisa menolak. Mereka tetaplah customer yang butuh akan buku ishihara. Oleh karena itu, kami tetap melayani apa yang mereka beli.

Buku ishihara yang mereka pasarkan adalah buku ishihara resmi, yang dipake instansi – instansi di Indonesia untuk tes buta warna. Dan tentunya, buku ishihara mereka bukanlah buku abal – abal hasil print – print’an download file di internet seperti layaknya dijual oleh beberapa web dengan harga ratusan ribu saja. Tentu sangat jauh perbedaannya dengan buku ishihara resmi. Read the rest of this entry »





Memakai Sandal Sebelah Sisi, Seperti Kebiasaan Syaithan…!

12 01 2015

sandal sebelah sisiAda beberapa kebiasaan yang pernah kita lakukan, yang itu tanpa sadar telah menyerupai apa yang syaithan lakukan. Salah satu diantaranya adalah menggunakan alas kaki / memakai sandal dengan hanya 1 kaki atau sebelah sisi saja.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الشيطان يمشي في النعل الواحدة

“Sesungguhnya syetan berjalan menggunakan satu sandal.”

[HR. Ath-Thahawi dalam Musykil Al-Atsar. Hadits ini Shahih. Lihat Silsilah Ash-Shahihah; no. 348, oleh Al-Albani]

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ لِيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا

“Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan hanya memakai satu sandal. Pakailah keduanya (sepasang) atau jangan dipakai sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 5408 dan Muslim no. 2097)

Dalam riwayat Muslim, dari Abu Hurairah juga, bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa ‘alaa aalihi wa sallam bersabda :

إذا انقطع شِسع نعل أحدكم ؛ فلا يمشِ في الأخرى حتى يصلحها

“Jika terputus ‘syis’u’ [1] (tali sandal) salah seorang di antara kalian, janganlah ia berjalan dengan sandal sebelahnya hingga ia memperbaikinya (tali sandalnya)”.
___________

[1] Asy-Syis’u maknanya adalah tali sandal yang dimasukkan di antara dua jari kaki (saat memakainya). Ujung tali dimasukkan ke dalam lubang yang berada di bagian depan sandal.

[Lihat; Lisaanul-‘Arab, 8/180]

Dikutip dari FP Mutiara Hadits Pilihan





Tidak Akan Berkurang Harta Yang Disedekahkan di Jalan Allah

23 12 2014

TIDAK AKAN BERKURANG HARTA SESEORANG SAAT BERSEDEKAH DI JALAN ALLAH

Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah dan ucapan yang paling bermanfaat adalah ucapan yang bersumber dari al-Qur’an dan hadits yang shahih dari Rasulullah yang merupakan wahyu Allah . Allah berfirman:

{وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ}

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus” (QS asy-Syuura: 52).

Kisah berikut ini patut menjadi renungan bagi orang-orang yang beriman tentang keutamaan bersedekah di jalan Allah :

Dari ‘Aisyah bahwa keluarga Rasulullah pernah menyembelih seekor kambing, kemudian disedekahkan kepada orang-orang miskin, lalu Rasulullah bertanya: “Apa yang tersisa dari (daging) kambing tersebut?”. ‘Aisyah menjawab: “Tidak ada yang tersisa/tertinggal darinya kecuali (bagian) bahu (dari) kambing tersebut”. Maka Rasulullah bersabda: “(Itu berarti) semua (daging) kambing tersebut tertinggal (tetap dan kekal pahalanya) kecuali (bagian) bahunya”[1].

Renungkanlah nasehat agung dari Nabi yang mulia ini! Bagaimana beliau menjadikan harta yang disedekahkan di jalan Allah itulah yang kekal dan menetap pahala kebaikannya bagi manusia, meskipun secara kasat mata harta tersebut berkurang. Ini merupakan penjabaran makna firman-Nya:

{مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ}

“Apa saja yang ada di sisimu (wahai manusia) akan habis, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal” (QS an-Nahl: 96)[2].

Pada saat orientasi pandangan mayoritas manusia hanya terbatas pada perkara-perkara lahir yang nampak dalam pandangan mereka, sebagai akibat dari kuatnya dominasi hawa nafsu dan kecintaan terhadapa dunia dalam diri mereka. Allah berfirman:

{يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ}

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai” (QS ar-Ruum:7).

Oleh karena itu, mereka menilai dengan pemikiran materialistis bahwa sedekah dan infak akn mengurangi bahkan menghabiskan harta. Mereka lupa bahwa Allah yang di tangan-Nyalah segala perbendaharaan langit dan bumi berfirman:

{وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ}

“Dan apa saja yang kamu nafkahkan (sedekahkan), maka Allah akan menggantinya, dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya” (QS Sabaa’:39).

Makna firman-Nya “Allah akan menggantinya” yaitu dengan keberkahan harta di dunia dan pahala yang besar di akhirat[3].

Dan dalam hadits yang shahih Rasulullah bersabda:

«مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ»

“Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan, serta tidaklah seseorang merendahkan diri di (hadapan) Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya”[4].

Arti “tidak berkurangnya harta dengan sedekah” adalah dengan tambahan keberkahan yang Allah jadikan pada harta dan terhindarnya harta dari hal-hal yang akan merusaknya di dunia, juga dengan didapatkannya pahala dan tambahan kebaikan yang berlipat ganda di sisi Allah di akhirat kelak, meskipun harta tersebut berkurang secara kasat mata”[5].

Perlu diingatkan di sini bahwa arti “tidak berkurangnya harta dengan sedekah” bukanlah seperti anggapan orang-orang yang bodoh bahwa harta yang disedekahkan akan langsung diganti dengan jumlah yang lebih besar di dunia. Anggapan seperti ini timbul dari sifat cinta dunia yang berlebihan, sehingga menjadikan orang yang memiliki anggapan ini tidak segan-segan menjadikan amal ketaatan sebagai tunggangan untuk meraih ambisi duniawi dan keinginan hawa nafsu, na’uudzu billahi min dzaalik.

Maka arti yang benar dari hadits di atas adalah tambahan keberkahan harta di dunia dan ganjaran pahala yang berlipat ganda di akhirat nanti.

Cukuplah ini sebagai motivasi bagi orang-orang yang beriman yang meyakini perkara yang gaib (tidak tampak di mata mereka), berupa balasan kebaikan di surga dan ancaman siksa neraka di akhirat kelak.

Inilah salah satu sifat utama orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah , sebagaimana firman-Nya:

{الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْب وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُون. وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ. أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ}

“(Orang-orang yang bertakwa yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab (al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya, dan merekalah orang-orang yang beruntung” (QS al-Baqarah: 3-5).

Rasulullah mengisyaratkan makna ini dalam sabda beliau: “Lindungilah (dirimu) dari (siksa) Neraka (dengan bersedekah) walaupun (hanya) dengan sepotong kurma, kalau kamu tidak mendapati sepotong kurma maka dengan kalimat (perkataan) yang baik”[6].

Demikianlah, semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi motivasi dalam kebaikan bagi semua orang yang membacanya.

 

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Kendari, 15 Syawwal 1433 H

Abdullah bin Taslim al-Buthoni

 

[1] HR at-Tirmidzi (no. 2470) , dinyatakan shahih oleh imam at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani.

[2] Lihat kitab ”Tuhfatul ahwadzi” (7/142).

[3] Lihat “Tafsir Ibnu Katsir” (3/713).

[4] HSR Muslim (no. 2588).

[5] Lihat kitab “Syarhu shahihi Muslim” (16/141) dan “Faidhul Qadiir” (5/503).

[6] HSR al-Bukhari (no. 1351) dan Muslim (no. 1016).

Read the rest of this entry »





Ketika Engkau Nikmat dalam Kemaksiatan dan Malas Dalam Ibadah

21 10 2014

Mungkin engkau terkadang merasa lelah atau jenuh dalam kebaikan atau beramal shalih, maka hiburlah dirimu dan tenangkanlah hatimu karena sesungguhnya kebaikan itu akan menetap bersamamu sedang lelahnya akan pergi..
Namun ketika engkau merasa puas dan nikmat dalam kubangan dosa dan maksiat, maka ketahuilah sesungguhnya kenikmatan itu pasti akan pergi meninggalkanmu sedang dosanya akan terus bersamamu..

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa).

وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

Dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”

(HR. Muslim no 2822)






Ku Tunggu Engkau Di Telaga

20 05 2014

 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنِّيْ فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ…

“Sesungguhnya aku telah mendahului kalian menuju al-haudh…”

[HR. Al-Bukhari (no. 6583) dan Muslim (no. 2290), dari Sahabat Sahl bin Sa’d]

Yaa Akhi/ukhti…
Maukah kalian menemui Nabi kita Shalallahu ‘alaihi wa sallam di Telaga Beliau?

Dan tahukah kalian bagaimana ciri serta keindahan Telaga Nabi kita shalallahu ‘alaihi wa sallam?

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

حَوْضِي مَسِيْرَةُ شَهْرٍ، مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنَ اللَّبَنِ، وَرِيْحُهُ أَطْيَبُ مِنَ الْمِسْكِ، وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِ، مَنْ شَرِبَ مِنْهَا فَلاَ يَظْمَأُ أَبَدًا.

“Telagaku (panjang dan lebarnya) satu bulan perjalanan, airnya lebih putih daripada susu, aromanya lebih harum dari-pada kesturi, bejananya sebanyak bintang di langit, siapa yang minum darinya, ia tidak akan merasa haus selamanya.” Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 50 other followers