Sekilas Tentang Busana Muslimah dengan Bordir dan Renda

18 10 2010
jubah akhwat

jubah akhwat

Ustadz, apa hukumnya wanita memakai baju atau jilbab yang ada renda – renda atau bordirnya? Mohon penjelasan, karena saat ini permasalahan ini menjadi perdebatan.

(Hamba Allah, +62856492xxxx)

Jawaban:

Kewajiban seorang wanita muslimah adalah memakai pakaian yang menutup auratnya, tidak sempit dan tidak tembus pandang sehingga menimbulkan fitnah (kerusakan). Adapun baju atau jilbab wanita yang ada renda atau bordirnya, apabila tidak menimbulkan fitnah dan tidak menarik perhatian orang yang melihatnya, maka DIPERBOLEHKAN.

Pertanyaan semisal pernah diajukan kepada Asy Syaikh Muhammad Ibnu Shalih al ‘Utsaimin –rahimahullah-, berikut nukilannya…

“Akhir – akhir ini muncul model baju wanita yang lengannya sempit dan di sekelilingnya dihiasi border – border atau semisalnya. Ada juga sebagian kebaya wanita yang bagian lengannya sangat tipis, bagaimanakah nasihat Syaikh terhadap permasalahan ini…?”

Jawaban beliau…

“Kami memiliki kaidah penting dalam hal ini, yaitu hukum asal pakaian, makanan, minuman dan segaa perbuatan adalah mubah / halal. Siapapun tidak boleh mengharamkan kecuali dengan adanya dalil yang shahih dari al quran dan as sunnah / hadits – hadits nabi.. Hal ini sesuai dengan firman Allah ta’ala…

“ Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kalian…” (QS. Al Baqarah : 29)

Dan Firmannya…

Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang Telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat… (QS. Al A’rof : 32)

Maka segala sesuatu yang tidak diharamkan oleh Allah berarti itu halal. Begitulah hokum asal segala sesuatu, kecuali kalau ada dalil yang melarangnya seperti larangan memakai emas, sutra dan isbal bagi laki – laki. Jika kita menerapkan kaidah ini dalam masalah pakaian, maka kita katakan hokum asal pakaian itu diperbolehkan, akan tetapi jika terdapat border yang menarik perhatian, maka kami mengatakan itu haram. Bukan karena haramnya pakaian itu, melainkan adanya sesuatu dalam pakaian itu yang bias menimbulkan fitnah, demikian juga jika baju wanita tersebut dibentuk seperti pakaian laki – laki, maka hal ini juga dilarang dan dilaknat oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka kesimpulannya, pakaian wanita semua dibolehkan selama tidak ada unsure yang bias menarik perhatian banyak orang.

—+++—+++—

Dipetik dari Fatawa Muhammad ibnu Shalih al ‘Utsaimin dalam buku Liqo’al Babul Maftuh, XVII/46 yang dimuat di majalah AL FURQON


Actions

Information

22 responses

18 10 2010
bagustejo

ukuran font artikelnya kok kecil ya? mata jadi belek-an :P
upst… tapi kan ada kaca mata sehatnya.

tampaknya motif bordiran memang tak bisa jauh dari kaum akhwat ya, Nice…

19 10 2010
dj.putra

pertanyaannya sekarang..apakah bordiran itu tampak menarik atau tidak? kalau mau jujur kita tanya hati kita dan orang lain,bordir itu hiasan atau tidak? kita memilih bordir apa hanya sekedar asal pilih atau kita tertarik karena bordir itu terlihat bagus?? kemudian bila pintu ini dibuka maka akan ada pertanyaan, kriteria bordir seperti apa yang tidak menarik perhatian??

Didit Fitriawan berkata…
Bordir menarik atau tidak…? Itu tergantung dari tiap mata yang memandang dan itu relatif bagi setiap orang. Untuk kriteria bordir yang tidak menarik perhatianpun itu juga relatif. Tergantung dari ‘urf daerah kita masing – masing. Oleh karenanya Asy Syaikh ‘Utsaimin mendudukkan hal ini pada kebolehannya bagi bordir yang tidak menarik.
Bahkan ada sebuah riwayat yang menunjukkan bahwa pakaian berbordir/bermotif-pun pernah dipakai di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Ummu Khaalid binti Khaalid : ”Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam datang dengan membawa beberapa helai pakaian yang bermotif kecil warna hitam. Beliau berkata : ”Menurut kalian, siapa yang pantas untuk memakai baju ini ?”. Semua diam. Beliau kemudian berkata : ”Panggil Ummu Khaalid”. Maka Ummu Khaalid pun datang dengan dipapah. Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam mengambil pakain tersebut dengan tanggannya dan kemudian memakaikannya kepada Ummu Khaalid seraya berkata : ”Pakailah ini sampai rusak”. Pakaian tersebut dihiasi dengan motif lain berwarna hijau atau kuning” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5485].

Jika motif/bordir ini dilarang, tentulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarangnya semenjak dulu. Wallahua’lam

20 10 2010
abdulloh

ketika itu ummu kholid masih anak2, dan anak2 belom mukallaf, jadi ga bisa di jadikan dalil, anak kecilpun tidak apa2 jika tidak memakai kerudung, karena dia belom dikenai syariat.

Didit Fitriawan berkata…
Tapi tidak mungkin beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan hal maksiat kepada anak kecil…

21 10 2010
abdulloh

Adapun hadits Ummu Khalid, maka seperti yang anti sebutkan bahwa Ummu Khalid ketika itu masih anak-anak sehingga diperbolehkan untuknya apa yang tidak diperbolehkan untuk wanita dewasa. Karenanya tidak bisa dikatakan bahwa beliau tidak melatih dan membiasakan anak kecil untuk bermaksiat karena itu bukanlah maksiat bagi dirinya.
Apakah dikatakan Nabi -alaihishshalatu wassalam- membiasakan anak kecil berbuat maksiat atau atau dikatakan beliau mengundurkan penjelasan ketika dibutuhkan, tatkala beliau membiarkan dua anak kecil memukul rebana sambil bernyanyi di hari id?
Apakah dikatakan Nabi -alaihishshalatu wassalam- membiasakan anak kecil berbuat maksiat atau atau dikatakan beliau mengundurkan penjelasan ketika dibutuhkan, tatkala beliau mengizinkan Aisyah bermain boneka berbentuk makhluk hidup?
Hasya wa kalla, sekali-kali tidak.
Jika dia mengatakan: Pembolehan anak kecil menyanyi di hari id dan bermain boneka ada dalil yang membolehkannya. Maka kami katakan: Memakai pakaian bermotif bagi anak kecilpun ada dalil yang membolehkan. Karenanya masalahnya jangan dicampuradukkan.

19 10 2010
abdulloh

kenapa yang dicetak tebal yang menarik perhatian? bukan border yang menarik perhatian?
trus bentuk border yang tidak menarik perhatian gimana?
maka disini harus dipahamai perkataan syaikh al utsaimin.


Didit Fitriawan berkata…

Khair…

19 10 2010
abdulloh

sebagaimana dalam firman Alloh surat al a’rof ayat 33 ada frase kata “wal baghia bi ghoiril haq”.
ayat ini menuntukkan tingkatan2 bosa besar, maksudnya disini yang harus di cetak tebal adalah bahwa semua bentuk bugho (melanggar hak) adalah tidak haq, bukan berarti bahwa tindakan melanggar hak tapi dengan benar tidak berdosa, yang mana2 namanya melanggar hak mesti tidak benar.
jika yang di bold adalah border yang menarik perhatian, maka menunjukkan bahwa semua bordir mesti menarik perhatian, jadi tetep ga boleh dipake.
benar, asal pakean adalah halal sampai ada dalil yang melarangnya, dan disini adanya larangan dari Rosul tentang tabarruj bagi perempuan, dan bordir atau renda (yang tampak) jelas merupakan perhiasan bagi perempuan, dan ini terlarang dalam islam.

Didit Fitriawan berkata…
Tidak setiap bordir itu menarik perhatian, itu bersifat relatif. Tergantung dari kita memandangnya.

20 10 2010
abdulloh

lebih tidak menarik perhatian lagi kalo tidak usah pake kerudung, karena urf di Indonesia adalah kebaya, maka biar tidak menarik perhatian seklaian aja ga usah pake kerudung dan hijab.

Didit Fitriawan berkata…
Apa maksud perkataan di atas…? ‘Urf di Indonesia yang dimaksud adalah bagaimana kebiasaan muslimah berpakaian di negara ini, tapi tetap menutup aurat, longgar, kainnya tebal serta tidak menyerupai pakaian wanita kafir. Wallahua’lam

21 10 2010
abdulloh

Urf dilaksankan ketika tidak melanggar syariat kan? ketika melanggar syariat maka tidak boleh dilakukan. kalo memakai pakaian bordir adalah maksiat karena ada bentuk tabaruj bagi perempuan, maka ini tidak boleh.
trus katanya boleh asal tidak menarik perhatian iya kan? akhwat pake jubah pake krudung besar, pake niqob itu sudah menarik perhatian, makanya biar tidak menarik perhatian, sekalian aja pake pakean kaya orang jaman sekarang, pake krudung gaul, dsb.
sebaiknya antum baca lagi artikel yang telah saya berikan di bawah, dipahami dan diamalkan, carilah kebenaran, jangan cari pembenaran.

Didit Fitriawan berkata…
Khair, akhi… Jazakallahu khairan.

21 10 2010
abdulloh

Kami tidak tahu fatwa Syaikh Ali Hasan tersebut, tapi kalau memang beliau mengataka bahwa batasan perhiasan adalah tergantung ‘urf masing-masing daerah. Maka tidak ada masalah, kita katakan: Renda atau corak pada bordir dan semacamnya menurut urf orang Indonesia adalah hiasan. Silakan tanya kepada siapa saja yang ingin mengenakan/menambahkan bordiran pada pakaiannya, apa tujuannya? Kira-kira apa tanggapan para wanita awam yang punya bordiran/motif pada pakaiannya tatkala dia disuruh untuk menghilangkan/membuang bordiran/motif itu?
Jawabannya tentu: Saya pasang itu untuk memperindah pakaian, dan saya tidak mau menghilangkannya karena akan memperjelek pakaian atau akan membuatnya kurang menarik.
Bukankah sesuatu yang indah dan menarik perhatian pada wanita termasuk zinah (perhiasan) syar’i yang harus disembunyikan???

19 10 2010
abdulloh

coba baca artikel berikut ini
http://al-atsariyyah.com/jawaban-pertanyaan/polemik-busana-muslimah-bermotif-bordirrenda.html

Didit Fitriawan berkata…
Ini artikel lama yang telah kami baca sebelumnya, wal hal… Ini adalah wilayah ikhtilaf yang masih bisa dicari permasalahannya dengan diskusi.

20 10 2010
abdulloh

kalo ikhtilaf, mohon aku dicarikan 2 pendapat ulama yang berbeda tersebut. kalo bisa mohon kitab ulama yang menyatakan bolehnya bordir yang bisa menjadi ruju’an.

Didit Fitriawan berkata…
Ulama yang membolehkan, Asy Syaikh ‘Utsaimin sebagaimana yang tertera di tulisan di atas, sedangkan yang tidak membolehkan adalah sebagaimana link yang antum tunjukkan di web al atsariyyah. Wallahua’lam…
Lebih jelasnya dilahkandengarkan perjelasan al ustadz Aris Munandar berikut ini http://radiomuslim.com/jilbab-wanita-muslimah-3-bag-terakhir/

21 10 2010
abdulloh

apakah syaikh utsaimin menjelaskan, ini bordir yang menarik perhatian, ini yang tidak. atau syaikh menjelaskan bahwa menarik atau tidak adalah sesuai dengan urf? mana qoulnya syaikh yang menyatakan bahwa sesuai dengan urf?
atau mungkin itu hanya hasil pemahamanmu saja, karena yang dicetak tebal hanya bagian itu aja.

21 10 2010
abdulloh

Bagaimana bisa ucapan Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin ini dijadikan pendukung bagi yang membolehkan wanita memakai pakaian bermotif, sementara ucapan beliau tegas sekali melarangnya. Beliau mengatakan, “Apabila kita terapkan kaidah ini untuk masalah yang ditanyakan, maka kami mengatakan bahwa hukum asal pakaian itu dibolehkan, akan tetapi apabila terdapat hiasan- hiasan bordir itu menarik perhatian bagi yang melihatnya, maka kami melarangnya bukan karena pakaian itu haram, tetapi karena pakaian itu menimbulkan fitnah.”

31 08 2012
Abdullah

Afwan, setahu saya malah dalam banyak kesempatan syaikh Utsaimin dengan jelas & tegas menyatakan bahwa bordiran itu termasuk tabarruj. coba antum dengarkan fatwa beliau berikut ini:

http://www.alathar.net/home/esound/index.php?op=geit&co=7392 [menit ke 4]

http://www.alathar.net/home/esound/index.php?op=geit&co=4101 [menit ke 13]

http://alathar.net/home/esound/index.php?op=geit&co=7406 [menit ke 20]

19 10 2010
ummunur

Assalamualaikum..

Afwan..cuma mau tanya ttg perkataan ‘bias’ itu ‘bisa’ kerana ralat pd ejaannya atau memang begitu tulisnnya. (ada 2 ejaan ‘bias’)

Terma kasih atas perhatiannya.

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalaam warahmatullah.
Itu hanya salah ketik saja, ‘afwan.

20 10 2010
adhitya.ramadian

ana pernah membaca di majalah akhwat situsnya akhwat.web.id, dimana disitu dijelaskan juga mengenai hal ini.

25 02 2011
gamis murah

thx infonya sangat membantu
gamis murah

25 02 2011
gamis murah

thx infonya sangat membantu
gamis murah

Salam Kenal ya dari Kami gamis murah

Sambil tukeran link ya :D

4 05 2011
Afif Fatkhurrohman

Jazaakumullah

10 05 2011
abu tentarakecil

Assalamu’alaykum ustadz..afwan ,ana minta banner blog antum buat tukeran link..dan ijin share artikel antum..jazakallahu khoiron.http://tentarakecilku.blogspot.com

Didit Fitriawan berkata:
Wa’alaikumussalaam. Silahkan akhi, semoga bermanfaat. Wa antum jazakallahu khairan.

12 08 2011
akhwat

urf nya wanita muslimah di indonesia memakai pakaian warna warni dengan berbagaimacam motif(jgn hanya terjuju pd akhwat salafi sj,tp seluruh wanita muslimah yg berhijab sempurna).jd jk mengenakan pakaian yg berbordir di indonesia tdk bs dikatakan tabarruj.tp kalau pakaian bermotif atau mungkin memakai pakaian warna hijau di saudi atau yaman tentu ini akan disebut tabarruj walaupun mungkin pakaiannya tdk berbordir.karna urf masyarakat setempat wanita jk keluar rmh memakai pakaian yg berwarna hitam.
Wallahu a’lam

12 07 2013
eva

Assalamu’alaykum.wr.wb..masalah pakaian atau apapun segala sesuatu yang berlebihan itu dilarang Allah SWT. sederhanalah dalam berpakaian sopan dan tidak membuat fitnah orang yang memandangnya selama itu tidak membbuat fitnah insyaAllah tidak berdosa. berjilbab yang sewajarnya yang tidak menimbulkan fitnah berpakaian pun demikian. motif atau tidak selama tidak membuka aurat yang dapat menimbulkan fitnah boleh saja dikenakan. yang dilarang itu adalah jangan bermewah-mewahan hidup dimuka bumi ini karena Allah melarangnya. motif atau variasi yang sederhana insyaAllah tidak menimbulkan fitnah selama tidak berlebihan. Allah tidak akan mempersulit hambanya. Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: