Memakai Sandal Sebelah Sisi, Seperti Kebiasaan Syaithan…!

12 01 2015

sandal sebelah sisiAda beberapa kebiasaan yang pernah kita lakukan, yang itu tanpa sadar telah menyerupai apa yang syaithan lakukan. Salah satu diantaranya adalah menggunakan alas kaki / memakai sandal dengan hanya 1 kaki atau sebelah sisi saja.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الشيطان يمشي في النعل الواحدة

“Sesungguhnya syetan berjalan menggunakan satu sandal.”

[HR. Ath-Thahawi dalam Musykil Al-Atsar. Hadits ini Shahih. Lihat Silsilah Ash-Shahihah; no. 348, oleh Al-Albani]

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ لِيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا

“Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan hanya memakai satu sandal. Pakailah keduanya (sepasang) atau jangan dipakai sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 5408 dan Muslim no. 2097)

Dalam riwayat Muslim, dari Abu Hurairah juga, bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa ‘alaa aalihi wa sallam bersabda :

إذا انقطع شِسع نعل أحدكم ؛ فلا يمشِ في الأخرى حتى يصلحها

“Jika terputus ‘syis’u’ [1] (tali sandal) salah seorang di antara kalian, janganlah ia berjalan dengan sandal sebelahnya hingga ia memperbaikinya (tali sandalnya)”.
___________

[1] Asy-Syis’u maknanya adalah tali sandal yang dimasukkan di antara dua jari kaki (saat memakainya). Ujung tali dimasukkan ke dalam lubang yang berada di bagian depan sandal.

[Lihat; Lisaanul-‘Arab, 8/180]

Dikutip dari FP Mutiara Hadits Pilihan





27 12 2012

Seorang penyair berkata:

تَعْصِيْ الِإلَهَ وَأَنْتَ تَزْعُمُ حُبَّهُ

                        هَذَا مُحَالٌ فِيْ الِقِيَاسِ شَنِيْعُ

لَوْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقاً لَأَطَعْتَهُ

                        إِنَّ الْمُحِبَّ لِمَنْ يُحِبُّ مُطِيْعُ

“Engkau bermaksiat kepada al-Ilah (Allah) sementara engkau mengaku mencintai-Nya

Ini adalah mustahil dan dalam kias tercela (buruk)

Jika memang cintamu jujur dan setia tentu engkau akan menaati-Nya

Karena sesungguhnya sang pencinta akan selalu patuh kepada yang dicinta.”

Para pembaca rahimakumullah, itulah gambaran kejujuran cinta seorang muslim kepada Allah subhanahu wa ta’ala, hendaknya dia menaati perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Maka suatu bentuk ketidakjujuran cinta dia kepada Allah subhanahu wa ta’ala jika dia masih banyak bermaksiat kepada-Nya.

Demikianlah semestinya sikap seorang muslim terhadap Allah subhanahu wa ta’ala. Penuh ketundukan dan ketaatan yang disertai dengan keikhlasan dan berusaha semaksimal mungkin untuk meninggalkan hal-hal yang tidak disukai dan dibenci Sang Pencipta, Rabbul ‘alamin.

  Read the rest of this entry »





Gaul Asik ala Islam : Jabat Tangan Laki-Laki dan Wanita

15 05 2012
Al-Imaam Ahmad rahimahullah berkata :
حَدَّثَنَا عَفَّانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا هِشَامٌ، وحَبِيبٌ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ عَلَى النِّسَاءِ فِيمَا أَخَذَ أَنْ لَا يَنُحْنَ، فَقَالَتْ امْرَأَةٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ امْرَأَةً أَسْعَدَتْنِي، أَفَلَا أُسْعِدُهَا؟ فَقَبَضَتْ يَدَهَا، وَقَبَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ، فَلَمْ يُبَايِعْهَا
Telah menceritakan kepada kami ‘Affaan, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Hammaad bin Salamah, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Hisyaam dan Habiib, dari Muhammad bin Siiriin, dari Ummu ‘Athiyyah : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengambil janji para wanita agar mereka tidak meratap (niyahah). Seorang wanita[1] berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ada seorang wanita yang telah membahagiakanku. Apakah aku mesti membahagiakannya juga[2] ?”. Lalu wanita tersebut menggenggam tangannya sendiri, dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga menggenggam tangannya sendiri, tanpa membaiat wanita tersebut [Diriwayatkan oleh Ahmad, 6/408; shahih].

Read the rest of this entry »





Perihal Suap – Menyuap

20 12 2010

Assalamu’alaikum ustadz. Adakah dalil yang mengharamkan suap…?

…..

Jawab:

Asy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz ibnu Bazz –rahimahullah- pernah ditanya,” Apa hokum syar’I terhadap risywah atau suap…?” Kemudian beliau menjelaskan:

“ Risywah atau suap itu HARAM hukumnya berdasarkan nash alquran, sunnah yang shahih serta ijma’ ulama’. Suap adalah sesuatu yang diberikan kepada seorang hakim atau yang selainnya untuk memalingkan dari hal yang benar dan memberikan putusan yang berpihak kepada pemberinya sesuai keinginan nafsunya.

Dalam hal ini terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Allah ta’ala melaknat orang – orang yang menyuap dan orang yang menerima suap…!” [HR. Abu Dawud no. 3580; At Tirmidzi no. 1337; Ibnu Majah no. 2313]

Dan tidak diragukan lagi bahwa dia berdosa dan berhak mendapatkan celaan serta siksaan karena telah membantu dalam melakukan perbuatan dosa dan melampaui batas.

“…dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [QS. Al Maidah: 02]

Disarikan dari Kitabud Da’wah, I/156 yang diterjemahkan oleh saudara kami Al Ustadz Mukhlish Abu Dzar dari Al Furqon





Tahukah Engkau Apa Itu Itsar…?

8 12 2010

uluran_tangan

uluran_tangan

Akhir – akhir ini persaingan untuk memperebutkan harta dan dunia begitu terasa menghinggapi bani adam. Mereka berlomba – lomba untuk mengumpulkan dunia dan harta mereka. Tentu untuk urusan ini, mereka akan teramat sibuk. Saking sibuknya aktifitas mereka dalam memenuhi kepentingan mereka, maka akan jarang sekali kita menemui orang – orang yang mendahulukan kepentingan saudaranya melebihi kepentingan dirinya sendiri. Sungguh, hanya keegoisan yang tampak di setiap sudut kehidupan manusia, kecuali orang – orang yang dirahmati oleh Allahu ta’ala.

Secara tabiat, manusia tentu merasa berat untuk memberikan atau mencurahkan tenaganya, hartanya atau yang semisalnya, tanpa adanya imbal balik. Akan tetapi, masih ada segelintir orang yang bersedia merelakan semua itu untuk mendahulukan kepentingan saudaranya. Dan inilah manusia – manusia yang Allah cintai, serta disifati oleh Nabi ‘alaihi ash shalatu was salaam dengan orang yang paling baik. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sebaik – baik manusia ialah yag paling bermanfaat untuk orang lain.” [HR. Ath Thabarani, hasan, dlm kitab Shahihul Jami’, no. 3289] Read the rest of this entry »





Tarawih Selesai, Eits Jangan Pulang Dulu Mas…!

18 08 2010

pulang...?

lho kok pulang...?

Lama tidak menulis sebuah ilmu yang kami dapat saat kajian ustadz – ustadz ahlus sunnah di tempat tinggal kami, membuat sedikit jengah juga. Semoga ketergelitikan ini akan menjadi bermanfaat bagi kaum muslimin yang berkenan meluangkan waktunya sedikit untuk membaca sebuah risalah kecil ini.

Berawal dari sebuah pertanyaan perihal “para jama’ah shalat tarawih yang banyak meninggalkan masjid, pulang ke rumah – rumah mereka untuk MENGERJAKAN SHALAT WITIR di rumah.” Iya, demikianlah kenyataan yang terjadi di sekitar lingkungan tempat tinggal kami, baik di masjid – masjid besar maupun di surau2 kecil. Read the rest of this entry »





Jaga Bau-mu Saat Masuk Masjid

23 07 2010

Ada sebuah adab yang kerapkali dilupakan oleh kabanyakan umat muslim yang kebanyakan mereka tidak menyadari telah melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah ta’ala.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki Masjid (QS. Al A’raf : 31)

Kemudian Jabir Radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah hendaknya ia menjauhi kami, atau beliau bersabda : hendaknya ia menjauhui mesjid kami dan diam di rumahnya” (HR. Al Bukhari, lihat Fathul Bari : 2/339) Read the rest of this entry »