Tetapkanlah…

7 11 2009

Bagai nyiur tertiup angin…

bergerak tanpa kepastian.

Begitulah hati seorang muslim…

ketika dia mengikuti arus kehidupan.

Selalu akan terbawa & selalu ada yang akan membawa…

……

dia mencoba…

melawan…

menentang…

namun terkadang tak kuasa…

……

tetapkanlah…

tetapkanlah hati kami semua, wahai Rabbul ‘alamiin…

tetapkanlah…

tetapkanlah iman, ilmu dan ‘amalan kami wahai Rabbul ‘alamiin…

……

يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى د ينـــك

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu” (HR. Ibnu Abi Ashim, diambil dari kitab Shahih al-Jami’ no. 7988)

dicurahkan Abu ‘Abdirrazzaq Didit Fitriawan di Sabtu pagi Kota Surabaya 19 Dzulqa’dah 1430 H, 7 November 2009 M

Advertisements




Ketika Bunga Tak Bermekar Lagi…2

21 01 2009

BACA DAHULU…

semangat...!

semangat...!

Tatkala diri seakan tak sadar dengan apa yang baru saja terjadi, ada seorang kawan yang dengan sejumpun bekal nasehat ia datang.

“Seakan ada sebuah mendung di terang wajah antum akhi, ada apa?” tanya dia.

“Waduh, puitis sekali antum…? Tidak papa kok akhi, hanya sedikit sedih saja. Nilai mata kuliah -blablabla- keluar, dan nilai saya kurang baik.” sahutku.

“Harus gimana nanti saya terangkan semua ini pada ayah – bunda yang aku terlanjur berjanji pada mereka…??? Lantas kepada seorang Dosen Wali yang kini telah merantau ke Malaysia untuk studinya, pun ia titipkan sebuah janji yang harus aku tunaikan…” ceritaku padanya.

“Masya Allah…! Antum baca ini saja akh!”

Tampak di hadapan mata rangkaian – rangkaian tulisan penuh nasehat dari Al Imam Ibnu Qayyim al Jauziyyah -rahimahullah-

semangat bunga...!

semangat bunga...!

Seketika aku teringat betapa…

Suatu keburukan yang menimpa manusia adalah karena tingkah pola manusia itu sendiri. Dan tidaklah ada sesuatu yang menimpa seseorang berupa kejelekan melainkan karena kemaksiatan yang ia lakukan…

Aku bergumam pada hatiku…

Jujur-lah akhi, mungkin engkau kurang tekun dalam belajar…atau mungkin engkau terlalu bersemangat dalam menanamkan kesungguhan pada dirimu sehingga tersimpan ujub dalam hatimu… Read the rest of this entry »





Ketika Bunga Tak Bermekar Lagi…

21 01 2009
bunga, jangan layu...semangat!

bunga, jangan layu...ayo semangat!

Kala itu sore menjelang dan menjulang dengan indahnya di langit Surabaya dengan dihiasi tetesan hujan yang menyegarkan taman – taman kota. Mencoba sedikit melepaskan penat dengan istirahat di kamar yang tak cukup terawat. Mendengarkan bait demi bait lantunan alquran Muhammad Thaha al Junayd…

Seakan semua itu menjadi penyerta dan pengiring akan senyuman yang tersurat dari kejadian di pagi harinya. Di mana ada 3 kebahagiaan yang dititipkan Allah ta’ala pada hamba-Nya yang dha’if ini…

  1. Sebuah keinginan untuk dibimbing oleh dosen santun dan penyabar -insya Allah- dalam mengerjakan Tugas Akhir perkuliahan yang telah siap menanti di depan mata. Ternyata dengan begitu mudah Allah berikan untukku dan sahabatku. Semoga dengan ini, Allah berikan jalan yang mudah dalam menyelesaikan semuanya… Read the rest of this entry »




Nasehat Untuk Blogger Salafiyyin

21 10 2008
hmmm.....

hmmm.....

Pertanyaan:


Assalamu’alaikum. Adakah nasehat untuk kita semua khususnya thullab para pengelola blogger? Jazakumullohu khoiron

Jawab:


Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh.

Ahabbakallah alladzi ahbabtanii fiih.

Saya nasehatkan kepada ikhwan salafiyyin yang menjadi blogger untuk bertakwa kepada Allah. Hendaknya mereka memanfaatkan blog-blog itu untuk menyebarkan dakwah kepada Allah diatas manhaj salaf dengan cara yang bijak dan hikmah. Tentunya bijak dan hikmah yang sesuai dengan kitabullah dan sunnah dengan pemahaman Salaf. Bukan bijak dan hikmah versi Ikhwanul muslimin, Sururiyyin, pembela Abdur Rahman Abdul Khaliq dan Jum’iyyah Ihyaut Turots yang plin plan dan membuat kabur kebenaran. Hendaknya mereka tidak membuang-buang waktu dengan menaggapi orang-orang yang tidak menginginkan kebenaran.

Hendaknya mereka menyampaikan kebenaran diatas ilmu dan membantah kebatilan dengan ilmu bukan semangat belaka. Jangan sampai mereka menjadi sebab manusia lari dari kebenaran. Hendaknya mereka menggunakan bahasa yang baik, ilmiyyah, dan berbobot bukan bahasa gaul yang tidak pantas bagi seorang yang salafy. Bila mereka tidak mampu menjadikan blog-blog mereka sebagai sarana yang mengandung maslahat dan jauh dari kerusakan, baik bagi diri mereka maupun orang lain, saya nasehatkan agar mereka menyibukkan diri dengan ilmu dan amal, lalu serahkan perkara dakwah kepada ahlinya. Karena segala yang kita ucapkan, tuliskan, dan lakukan akan dimintai pertanggung jawabannya disisi Allah, dan Allah Maha tahu atas segalanya. Semoga Allah merahmati barangsiapa yang tahu akan kadar dirinya. Wallahu a’lam bish shawab.

Dijawab oleh al ustadz Abdul Mu’thi al Maidany

di http://ghuroba.blogsome.com/2008/02/03/nasehat-bagi-blogger-salafy/





Petikan Hati Seorang Ikhwan di Penghujung Ramadhan…

29 09 2008
tetes menyejukkan

tetes menyejukkan...

Tatkala hati sedang bersedih, tidaklah pernah ada penawar yang melebihi manjurnya alquran dan mutiara ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan takala hati mulai gundah, maka kan terasa hina jika tidak kembali kepada-Nya kemudian mengikuti tuntunan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam…

Terdapat riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan Mufattan (penuh cobaan), Tawwab (senang bertaubat), dan Nassaa’ (suka lupa), (tetapi) apabila diingatkan ia segera ingat“.(Silsilah Hadits Shahih No. 2276).

Aku tahu, ucapan Nabi ini selalu melekat pada diriku, menjadi tabi’atku dan selalu menghampiri diriku di mana saja dan kapan saja aku berada. Cobaan dan ujian, taubat, lalai…inilah sifatku…! Namun, jika aku diingatkan, akan nistalah aku jika aku tiada mengindahkan… Read the rest of this entry »





Ketika Kau Nodai Dia dengan Ghibah…

21 09 2008
bahaya ghibah

bahaya ghibah

Ghibah adalah penyakit hati yang memakan kebaikan, mendatangkan keburukan serta membuang waktu sia-sia. Penyakit ini meluas di masyarakat karena kurangnya pemahaman Agama, kehidupan yang semakin mudah dan banyaknya waktu luang. Kemajuan teknologi, telepon misalnya, juga turut menyebarkan penyakit masyarakat ini. Lebih lanjut, ikuti penjelasan berikut ini.

Hakikat Ghibah

Ghibah adalah membicarakan orang lain dengan hal yang tidak disenanginya bila ia mengetahuinya, baik yang disebut-sebut itu kekurangan yang ada pada badan, nasab, ucapan hingga pada pakaian. Menyebut kekurangan pada badan seperti mengatakan ia pendek, hitam, kurus dan lain sebagainya. Atau pada agamanya seperti mengatakan ia pembohong, fasik, munafik dan lain-lain. Read the rest of this entry »