Ketika Menikah Dengan Seseorang Yang Terpaut Jauh Usianya…

2 08 2010

hmmm...

hmmm...

Tidak ada khilaf di kalangan para ulama bahwa pernikahan antara seorang laki – laki yang terpaut jauh usianya adalah SAH. Misalnya si wanita sedang berusia 20 tahun sedangkan yang laki – laki berusia 70 tahun. Namun apakah disunnahkan untuk melihat usia sebelum menikah?

Imam An Nasa’i meriwayatkan secara hasan dari Buraidah radliyallahu’anhu, dia berkata,” Abu Bakar dan Umar melamar Fathimah radliyallahu’anha ketika beliau masih kecil. Akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” Dia masih kecil.” Lalu Ali ibn abi Thalib melamarnya, maka beliau (nabi) menikahkan dengannya.” (HR. An Nasa’i, VI/62)

Berkata Asy Syaikh Mustofa al Adawi,” Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam yang mengatakan fathimah masih kecil ada dua kemungkinan; [1]. Ketika Abu Bakar dan ‘Umar melamar Fathimah, ketika itu usia Fathimah masih kecil dan belum mampu untuk berjima’, sedangkan tatkala Ali radliyallahu’anhu melamar, maka saat itu Fathimah sudah besar dan akhirnya Rasulullah menikahkannya. [2]. Rasulullah melihat perbedaan umur sangat tajam pada Abu Bakar dan ‘Umar terhadap Fathimah.

Syaikh as Sindi berkata,” Dhahir hadits ini mengisyaratkan bahwa waktu melamarnya ‘Ali dengan waktu melamarnya Abu Bakar & Umar tidaklah terpaut jauh. Dari hal ini bisa diketahui bahwa yang dilihat oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah terpautnya usia yang sangat jauh antara Fathimah dengan keduanya. Dari sini dapat diambil faedah bahwa MENIKAH DENGAN YANG SEBAYA itu LEBIH DISUKAI karena bisa membuat keduanya saling cocok dan tampak serasi, meskipun hal ini bisa saja ditinggalkan demi maslahat yang lain sebagaimana pernikahan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ‘Aisyah radliyallahu’anha…

Kemudian Syaikh Musthofa al Adawi melanjutkan perkataannya,” Yang nampak bagiku adalah bahwa seorang wanita dipilihkan untuk menikah degan laki – laki yang sebaya dengannya, kalau ada yang wanita masih berumur 13 tahun maka dibenci menikahkannya dengan laki – laki yang berusia 70 tahun meskipun hukum asalnya boleh. Namun dibencinya umur ini diakibatkan biasanya wanita tidak akan bisa menjaga kehormatannya. Namun pada sebab – sebab tertentu, pernikahan semacam ini bisa dibolehkan/disunnahkam.”

(dikutip dari kitab Jami’ Ahkamin Nisa’, III/357 yang dimuat majalah AL FURQON Edisi 11 Tahun VI Jumada Tsani 1428H)


Actions

Information

6 responses

3 08 2010
SALAFIYUNPAD™

wah wah wah… mas didit..sekarang bahas nikah lagi yah…cuit cuit… :D


Didit Fitriawan berkata:

hehehe, ada pakdhe amir dari al mukmin rek… :D

3 08 2010
11 08 2010
nisahumaira

da yg lg pngn ni……ehm

13 08 2010
Abu Yusuf

^_^
mmm gt ya…
hehehe…

6 10 2010
Hasjim L

Kasihan dong wanitanya (17 thn) klo bersuamikan (70 thn)…….walaupun hukumnya boleh tapi apakah tdk memikirkan setelah pernikahan nanti……kacau dech….

19 12 2011
asih

sy bngung ktika ad yg mndkati ttp umrnya jauuh d ats sy slisih 14th sdgkn sy sndri skrng usia 29th…hrus bgmnkh sy??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: