Bernadzar tapi Tidak Bisa Memenuhinya

24 08 2009

Ketika suamiku jatuh sakit, aku bernadzar untuk berpuasa selama satu tahun karena mengharap wajah Allah, jika suamiku diberi kesembuhan dari penyakitnya. Walhamdulillah, tercapailah harapanku. Dengan kehendak Allah, suamiku sembuh dari sakitnya. Namun sekarang saya sendiri yang sakit dan dokter melarangku untuk berpuasa. Berkali – kali saya berpuasa tanpa mengindahkan perkataan dokter, dan sekarang saya tidak mampu melaksanakan puasa. Maka saya mengharapkan fatwa dari syaikh, apakah saya harus membayar sejumlah uang dan kaffarah dari puasa ini? Bolehkah saya bayarkan kepada kerabat yang membutuhkan? Bolehkah saya berpuasa dua kali seminggu sesuai dengan kadar kemampuanku? Berikanlah faedah kepada saya…

Waffaqakumullah…

Jawab :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda…

“Barangsiapa yang bernadzar untuk taat kepada Allah, maka taatilah.” (HR. Al Bukhari dlm kitab Shahih-nya, VII/233 dari ‘Aisyah –radliyallahu’anha-)

Dan anda telah bernadzar apabila Allah ta’ala memberikan kesembuhan pada suami anda, maka akan berpuasa setahun. Sementara dokter melarang anda berpuasa. Maka jika tahun untuk berpuasa tidak ditentukan, maka nadzar itu tetap dalam tanggungan anda sampai anda mampu untuk melakukannya. Jika telah mampu dan tidak ada halangan, maka anda harus berpuasa sesuai dengan yang dinadzarkan. Karena itu adalah hutang yang masih dalam tanggungan anda. Maka tunggulah hingga penghalangnya hilang dan anda bias berpuasa – insya Allah-.

Kemudian, anda tidak sah berpuasa dua hari setiap pecan sebagai nadzar, dikarenakan yang anda nadzarkan adalah puasa satu tahun. Maka satu tahun ada sua belas bulan yang berarti selama itulah anda menanggung beban puasa (jika telah mampu).

Perlu diketahui, nadzar adalah sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam…

“Nadzar itu tidak datang dengan kebaikan, akan tetapi (nadzar) itu keluar dari sifat bakhil/kikir.” (HR. Muslim, III/1261 dari Ibnu ‘Umar –radliyallahu’anhu)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang bernadzar karena nadzar itu tidak pantas baginya. Namun jika telah terucap sebuah nadzar yang isinya taat kepada Allah ta’ala, maka wajib menunaikannya. Allah ta’ala telah memuji seseorang yang telah menunaikan nadzarnya…

“Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” (QS. Al Insaan : 07)

“Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan[171], maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.” (QS. Al Baqarah : 270)

Diketik ulang dari majalah An Nashihah, Vol. 13 th. 1429H – 2008M halaman 05


Actions

Information

3 responses

24 08 2009
araralututu

like 1000x
^^

26 08 2009
Wahyu Kresna El Haydar

:)

27 08 2009
salafiyunpad

syukron akhi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: