Jangan Umbar Data, Teman & Foto di Facebook!

29 06 2009

facebook

facebook

Jakarta – Jangan terlalu lengkap memasang profil diri dan foto di Facebook! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati. Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial.

Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya teman sekedar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana, maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol kita.

Walhasil, dengan demikian Anda akan semakin mudah menjadi korban ‘impersonation’.

Kasus…sebagai berikut
Read the rest of this entry »

Advertisements




Antara Keluhan Orang yang Berilmu dan yang Jahil

23 06 2009

Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

mengeluh...?

mengeluh...?

Seorang jahil (orang yang bodoh) akan mengeluhkan (mengadukan) Allah kepada manusia. Ini adalah puncaknya kebodohan akan siapa yang dikeluhkan dan siapa yang disampaikan keluhan kepadanya. Jika dia mengenal Rabbnya, dia tentu tidak akan mengeluhkan-Nya. Dan jika dia mengetahui manusia, dia tentu tidak akan mengeluh kepada mereka. Sebagian salaf (generasi terdahulu) melihat seseorang yang mengeluhkan kekurangan dan kebutuhannya kepada orang lain. Maka dia (salaf) berkata, “wahai orang ini, Demi Allah, engkau hanyalah mengadukan (Dzat) Yang merahmatimu kepada orang yang tidak merahmatimu.”

Tentang hal ini, dikatakan dalam syair,

وَإِذاَ شَكَوْتَ إِلَى ابْنِ آدَمَ إِنَّماَ تَشْكُو الرَّحِيْمَ إِلَى الَّذِي لاَ يَرْحَمُ

Jika engkau mengeluh kepada anak adam, sesungguhnya kau keluhkan Ar Rahiim (Allah Yang Maha Penyayang) kepada yang tidak menyayangi
Read the rest of this entry »





Perihal Shalat Tasbih

20 06 2009

Shalat Tasbih boleh dikerjakan kapan saja, jika tidak dapat dikerjakan
setiap hari maka kerjakan setiap satu Ju’mat satu kali. Dan jika tidak bisa,
maka kerjakankanlah sekali setiap bulan. Dan jika tidak bisa, maka
kerjakanlah satu kali setiap tahun. Dan jika tidak bisa juga, maka
kerjakanlah satu kali selama hidupmu.

Mengerjakan shalat tasbih setelah tahiyatul masjid pada hari Jum’at tidak
perlu dikhawatirkan, karena banyak waktu pilihan didalamnya, seperti masuk
ke masjid pada waktu pagi hari, atau satu dua jam sebelum shalat jum’at,
atau juga setelah shalat jum’at.

Adapun untuk lebih jelasnya mengenai Shalat Tasbih, akan saya salinkan
secara ringkas dari buku Bughyatul Mutathawwi Fii Shalaatit Tathawwu’ edisi
Indonesia Meneladani Shalat-Shalat Sunnat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam, Penulis Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul, Terbitan Pustaka Imam
Asy-Syafi’i.
Read the rest of this entry »





Tahukah Kamu…?

17 06 2009

bersin

bersin

TAHUKAH KAMU… bahwa ketika menjumpai orang yang bersin lebih dari tiga kali, maka tidak ada tasymit untuk orang yang bersin tadi…

Menurut Ismail bin Marsyud bin Ibrahim ar-Rumaih ada beberapa orang yang menggugurkan kewajiban kita untuk ber tasymit (mendoakan orang yang bersin), salah satunya adalah kepada yang bersin lebih dari tiga kali. Berkata beliau,

“Maka tidak ada tasymit untuknya sebab dia dikategorikan sedang sakit terkena influenza.” (Ismail bin Marsyud bin Ibrahim ar-Rumaih, Adaabut Tatsaa-ub wal ‘Uthaas, Daar ash-Shumai’i, Riyadh, Cet. I, 1992, terj. Isma’il ‘Ali bin Jabal, Adab Menguap dan Bersin, Pustaka Imam Asy Syafi’i, Bogor, Cet. I, Agustus 2004, hal. 46).

Kemudian beliau melanjutkan dengan hadits ini

“Jika salah seorang diantara kalian bersin, hendaklah bertasymit bagi yang mendengarnya. Jika lebih dari tiga berarti dia sedang influenza, maka tidak ada tasymit setelah tiga kali.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani di
Shahiihul Jaami’ (I/179 no. 684) (diambil dari buku Adab Menguap dan Bersin, Pustaka Imam Asy Syafi’i, Bogor, Cet. I, Agustus 2004,. hal. 47).

Semoga bermanfaat…





Menjawab Salam dari Pengirim Salam

9 06 2009

Terkadang seseorang menyampaikan kepada kita titipan salam dari seroang teman kita nan jauh di sana dengan mengatakan kepada kita : “si Fulan titip salam buat antum” atau “antum dapat salam dari si Fulan” dan yang semisalnya. Bagaimana cara kita menjawabnya?

Cara Menjawab Salam Kepada Orang yang Menyampaikan dan Mengirim Salam

Oleh : Haifa’ bintu Abdillah ar-Rosyid

Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari (11/41) : “dan disukai untuk membalas (salam) atas orang yang menyampaikan.”

Ibnul Qoyyim berkata dalam Zaadul Ma’ad (2/427) : “dan termasuk petunjuknya shollallohu alaihi wa sallam, jika seseorang menyampaikan kepadanya salam dari orang lain, ia membalas kepadanya dan kepada orang yang menyampaikan.”

Dan yang demikian berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (5231), Ahmad (23104) dan Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubro (10133) “Bab : apa yang dikatakan jika dikatakan kepadanya : Sesungguhnya si Fulan menyampaikan salam kepadamu”.

Dan dari hadits seseorang dari Bani Numair (dan dalam Fathul Bari (11/41) : dari Bani Tamim) dari Ayahnya dari Kakeknya bahwa ia mendatangi Nabi shollallohu alaihi wa sallam lalu ia berkata :


إن أبي يقرأ عليك السلام, قال: عليك وعلى أبيك السلام

“Sesungguhnya ayahku menyampaikan salam kepadamu”, Nabi menjawab : “‘Alaika wa ‘ala abika as-salaam”. Dan di dalam sanad hadits ini ada jahaalah (rowi yang tidak dikenal), akan tetapi Al-Albani menghasankannya.

Dan yang demikian telah ada dari perbuatan 2 istri Nabi shollallohu alaihi wa sallam, Khodijah dan Aisyah rodhiyallahu anhuma, dan Nabi mentaqrir (menyetujui) mereka berdua :

1. Khodijah rodhiyallahu anha : dari Anas rodhiyallahu anhu ia berkata :

جاء جبريل إلى النبي صلى الله عليه وسلم وعنده خديجة وقال: إن الله يقرئ خديجة السلام, فقالت: إن الله هو السلام وعلى جبريل السلام وعليك السلام ورحمة الله

“Jibril datang kepada Nabi shollallohu alaihi wa sallam dan ada Khodijah di sisi Nabi, Jibril berkata : “Allah menyampaikan salam untuk Khodijah” Khodijah berkata : “Sesungguhnya Alloh-lah As-Salam, dan as-salam atas Jibril dan engkau wa rohmatullah” [HR. al-Hakim (4/175, an-Nasa’i dalam al-Kubro (10134), al-Bazzar (1903), dam Thobroni dalam al-Kabir (23/15 no. 25 dan 26)]

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari (7/172) : “dan dari hadits ini ada faidah membalas salam kepada orang yang mengirim salam dan kepada orang yang menyampaikan”.

2. Dari Aisyah rodhiyallohu anha, bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam berkata kepadanya :

يا عائشة، هذا جبريل يقرأ عليك السلام، فقالت: وعليه السلام ورحمة الله وبركاته، ترى مالا أرى – تريد النبي صلى الله عليه وسلم –

“wahai Aisyah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu” Aisyah menjawab : “wa ‘alaihis salaam wa rohmatulloh wa barokaatuh, engkau (Nabi) melihat apa yang tidak aku lihat.” [HR. al-Bukhori (3217) dan Muslim (2447)]

Akan tetapi ada tambahan pada Musnad al-Imam Ahmad (6/117) dari Aisyah rodhiyallohu anha, ia berkata : aku jawab :

عليك وعليه السلام ورحمة الله وبركاته

“‘Alaika wa ‘alaihis salaam wa rohmatulloh wa barokaatuh”.

Al-’Allamah al-Albani berkata dalam catatan kaki Shohih Adabil Mufrod (hal. 308-309) : “Sanadnya shohih”. Dan ini adalah tambahan yang penting dalam hadits ini. Wallohu A’lam wa billahit Taufiq.

[diterjemahkan saudara kami Abu SHilah dari al-Washiyyah bi Ba’dhi as-Sunan Syibhil Mansiyyah oleh Haifa bintu Abdillah ar-Rosyid, dari http://sahab.org%5D





Download Kajian al Ustadz Ahmad Sabiq abu Yusuf, Lc. ~Bagaimana Anda Bermahdzab~

2 06 2009

” Kaum Yahudi terpecah menjadi 71 firqah (kelompok), kaum Nashara menjadi 72 firqah, dan ummat ini akan terpecah menjadi 73 firqah, semuanya (masuk) didalam neraka kecuali satu. Ditanyakan : “Siapakah dia wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab : “orang yang berada diatas jalan seperti jalan saya saat ini beserta para sahabatku” dalam sebagian riwayat : “dia adalah jama’ah” [Lihat “Silsilah Ash-Shahihah 204 Susunan Syaikh Nashiruddin Al-Albani]

Untuk belajar tentang masalah MAHDZAB PARA ULAMA, maka kami hadirkan kajian al ustadz Ahmad Sabiq abu Yusuf, Lc. pimpinan redaksi majalah AL FURQON dari Gresik.  Silahkan ambil di bawah ini…

SESI 1 (satu)

SESI 2 (dua)





Download Kajian al Ustadz Ahmad Sabiq abu Yusuf, Lc. ~Menyikapi Ikhtilaf di Kalangan Ulama~

1 06 2009

” Kaum Yahudi terpecah menjadi 71 firqah (kelompok), kaum Nashara menjadi 72 firqah, dan ummat ini akan terpecah menjadi 73 firqah, semuanya (masuk) didalam neraka kecuali satu. Ditanyakan : “Siapakah dia wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab : “orang yang berada diatas jalan seperti jalan saya saat ini beserta para sahabatku” dalam sebagian riwayat : “dia adalah jama’ah” [Lihat “Silsilah Ash-Shahihah 204 Susunan Syaikh Nashiruddin Al-Albani]

Untuk belajar tentang permasalahan ikhtilaf atau perbedaan pendapat di kalangan ulama, maka simaklah kajian yang disampaikan al ustadz Ahmad Sabiq abu Yusuf, Lc. berikut ini…

download DI SINI…!