Kemuliaan Bukan Berada Pada Nasab…

24 04 2009


nasab...?

nasab...?

Khutbah yang paling sempurna dan paling bermanfaat adalah khutbah Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Karena Allah ta’ala telah menghimpun segala keelokan ungkapan dan kecakapan dalam penyampaian dengan lafazh yang ringkas namun sarat akan makna, yang oleh para ulama disebut dengan Jawami’ul Kalam…

Di antara kandungan luhur yang telah ditegaskan dan ditetapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa sebaik – baik manusia adalah insane yang paling bertakwa pada Allah. BUkan lantaran nasab atau kedudukan social. Semua adalah keturunan adam, dan tidaklah adam berasal melainkan dari tanah. Tidaklah ada keutamaan orang arab atas orang non arab dan atau sebaliknya kecuali karena ketakawaan.

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dalam kitab Musnad beliau dari Abu Nadhrah. Ia berkata,” Telah menceritakan kepadaku orang yang mendengar langsung khutbah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Tasyriq. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda…

Yaa ayyunannas, alaa inna rabbakum wa hidun, wa inna abaakum wahidun, alaa laa fadhla liarobiyyun ‘ala a’jamiyyun wa  laa li’ajamiyyun ‘ala ‘arobiyyun

“Wahai manusia, ketahuilah sesungguhnya Rabb kalian adalah satu. Dan bapak kalian adalah satu. Ketahuilah tidak ada keutamaan orang Arab atas orang selainnya dan tidak pula da keistimewaan atas orang Non Arab atas orang Arab. Tidaklah ada keutamaan antara orang berkulit merah dengan orang berkulit hitam, dan tidak pula ada keutamaan orang berkulit hitam dengan orang berkulit merah kecuali ketakwaan. Apakah aku telah menyampaikan…???”

Mereka menyampaikan,” Engkau telah menyampaikan, wahai Rasulullah!”

(HR. Ahmad, V/411. Ibnu Taimiyyah rahimahullah menilai sanad hadits ini shahih dalam Al Iqtidha’ I/412)

Dalam khutbah yang agung ini, Rasulullah menggariskan parameter kemuliaan seseorang hanyalah berpatokan pada ketakwaan semata, bukan karena perkara yang lainnya. Hadits – hadits yang senada kandungannnya dengan hadits di atas tidaklah sedikit. Manusia bertingkat – tingkat di di sisi Allah berdasarkan keimanan mereka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Abu Dzar al Ghifari radliyallahu’anhu…

“Perhatikanlah…! Engkau tidaklah lebih baik dari orang berkulit merah atau yang berkulit hitam kecuali bila engkau mengunggulinya dengan ketakwaan.” (HR. Ahmad, V/158. Dinyatakan shahih oleh al Albani dalam Shahih al Jami’ no. 1505)

Kemudian beliau kembali mengucapkan titah yang mulia…

“Sungguh Allah tidaklah meliaht kepada rupa dan harta kalian. Akan tetapi Dia melihat hati dan amalan – amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)

Dan dalam riwayat yang lain, disampaikan bahwa…

“Barangsiapa amalannya lambat, maka nasabnya tidak akan membantunya.” (HR. Muslim no. 2699)

Di antara beberapa faidah yang dapat diambil dari hadits di atas adalah ketakwaan dan amalan itulah yang akan meningkatkan derajat manusia di sisi Allah kelak, dan tentu bukanlah sebuah nasab…!

Asy Syaikh al Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata…” Pasalnya, keutamaan yang hakiki adalah berasal dari ittiba’ kepada risalah yang Allah utus Muhammad dengannya berupa iman dan ilmunya baik secara lisan maupun bathin. Setiap manusia yang iman dan ilmunya lebih mapan, maka dia lebih utama.

Disalin dari majalah As-Sunnah edisi 10/I/1415-1994 hal.29-32, terjemahan dari majalah Al-Bayan No. 78 Shafar 1415H/Juli 1994 oleh Ibrahim Said



Actions

Information

6 responses

24 04 2009
admin

syukron akhi

24 04 2009
myrazano

ilmu tanpa amal justru akan lebih menyengsarakan
jadi pendapat Asy Syaikh al Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ituperlu diperjelas lagi

terimakasih

Didit Fitriawan berkata…
Syukran, insya Allah perkataan beliau sudah jelas. Dari perkataan beliau ini,” Setiap manusia yang iman dan ilmunya lebih mapan, maka dia lebih utama.”
Bukankah iman adalah keyakinan dalam hati, diucapkan dengan lisan serta DIAMALKAN dengan perbuatan…?

25 04 2009
shofiyah

Assalamu’alaykum

ilmu, amal, dakwah, dan sabar atasnya

*ngerasakomentiniganyambungsamapembahasandiatastapibiarlahnamanyajugaoranganeh*

25 04 2009
l5155st™

Wa’alaikumussalam warahmatullah.
waduh, tulisan itu artinya apa ukhti…?

25 04 2009
fachri

Informasi yang jelas..

26 04 2009
ratri

assalamu’alaykum,
ehm..betul sekali. tapi dijaman sekarang ini nasab yg baik ttp mnjadi primadona (terlebih dlm urusan menikah). ngga ada salahnya sih, tp jg jangan jadi patokan. gt mungkin yah? oya, matursuwun ms didit udh mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: