Apakah Allah Suka Yang GanjiL…???

1 03 2009
ganjiL...???

ganjiL...???

Ustadz, apa benar Allah dan Rasul-Nya suka dengan bilangan ganjil…? Apa yang melandasinya…? Jazakallahu Khairan.

Jawaban:

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu witir dan Dia mencintai yang witir (yang berjumlah ganjil)” (HR. al Bukhari, no. 6410 dan Muslim, no. 2677)

Imam an Nawawi -rahimahullah- berkata,”Witir maknanya ganjil (lawan genap). Allah itu witir, artinya Allah itu Esa tidak ada sekutu bagi-Nya. Sedangkan makna Allah mencintai yang witir adalah Allah mengutamakan bilangan ganjil dalam beberapa amalandan ketaatan. Oleh karenanya Allah menjadikan shalat itu 5 waktu, bersuci tiga kali, thawaf tujuh kali, hari tasyrik ada tiga hari, istinja’ tiga kali, melempar jumroh tujuh kali, kain kafan disyariatkan tiga lapis, zakat pertanian nishabnya lima wasaq, zakat perak 5 uqiyah, demikian juga nishab zakat unta dan sebagainya, Demikian juga Allah menjadikan makhluknya yang besar seperti langit, bumi, lautan, hari – hari (dalam satu pekan) dan lain sebagainya. Akan tetapi ada juga yang berpendapat makna witir di sini adalah tertuju kepada sifat hamba-Nya yang menyembah Allah dengan mengesakan dan mengikhlashkan kepada Allah saja. Wallahua’lam. (Syarh Shahih Muslim, IX/39)

Dari keterangan di atas bias kita simpulkan,” Witir yang dimaksud bukan berarti mencakup segala sesuatu secara umum, melainkan maksudnya adalah Allah-lah yang menghukumibeberapa hokum syariat dan ciptaan-Nya dengan jumlah yang ganjil, seperti shalat disyariatkan ganjil, langit berjumlah ganjil dan sebagainya. Allah menjadikan demikian bukan berarti segala sesuatu disyariatkan supaya menjadi witir. Oleh karena itu, seseorang tidak disyariatkan ketika berjalan untuk menghitung langkahnya menjadi ganjil, ketika makanpun juga tidak disyariatkan agar menghitung suapan menjadi ganjil, ketika minum tidak disyariatkan jumlah tegukannya menjadi ganjil. Karena hal ini tidak ada asalnya dan tidak disyariatkan. Bahkan mengkhususkan suatu ibadah dengan pengkhususan yang bukan berasal dari Allah dan Rasul-Nya maka ini adalah perbuatan bid’ah.

(diringkas oleh al ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali AM dari ucapan Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin dalam kitab Majmu’ Fatawa Ibnu ‘Utsaimin, 16/171)

Taken from  majalah AL FURQON edisi khusus Tahun VIII, Ramadhan-Syawal 1429H


Actions

Information

8 responses

1 03 2009
Mike

Just passing by.Btw, your website have great content!

_________________________________
Making Money $150 An Hour

2 03 2009
hanna

aku sukanya genap…

2 03 2009
oRiDo™

selama hal (ibadah) tersebut di contohkan Rasul, insyaAllah saya jalani.. apa kah itu ganjil ato ngga..
:)

3 03 2009
mahabbahtedja

NRP saya ganjil Akh….hehe…
pripun TA nya!!! Tugas Aneh….

Didit Fitriawan berkata…
Insya Allah tugas aneh akan saya kerjakan hingga lulus menjelang kemudian…

8 03 2009
rismaka

IPK saya genap
*halah…

15 03 2009
uvi07

assalamu’alaikum…
bismillah, lama tak silaturahmi…

oleh kerananya, maka kitapun diperintahkan tuk banyak belajar agar tak salah dalam ambil pemahaman….

walhamdulillah, Allah berikan kemampuan tuk ngamalken hadits-hadits Rasul, walo sikit-sikit…

22 03 2009
Aris D. Wicaksono

3305.100.059 termasuk bilangan ganjil ya Akhi…..
:)
:)
:)
:(

Didit Fitriawan berkata…
Ada2 aja antum ini… ^_^

15 09 2011
dani

yang jadi pertanyaan saya, alloh menyukai bilangan yang ganjil, sedangkan puasa bulan syawal bilangannya genap,bagaimana tuh dasar hukumnya? terus yang menjadi patokan hitungan genap dan ganjil apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: