Dukun Imut Kini Dijemput…

23 02 2009
si dukun pendusta

si dukun pendusta

Di tangan bocah cilik, Mohammad Ponari, segenggam batu bisa mengobati segala macam penyakit. Maka jadilah Ponari berjuluk dukun cilik yang sepanjang pagi hingga malam diburu puluhan ribu orang yang berharap berkah kesembuhan. Kampung halaman Ponari di Desa Balongsari, Jombang, Jawa Timur, pun penuh sesak oleh lautan manusia.

Heboh praktik pengobatan batu ala Ponari ini sudah berlangsung sejak tiga pekan lalu. Pasien yang ditangani diperkirakan sudah mencapai lebih dari 50 ribu orang. Pasien yang datang beraneka ragam mulai dari sakit berat seperti stroke, asam urat, lumpuh, hingga penyakit ringan. Ada yang mengaku sukses tapi banyak juga yang mengaku tak mendapat khasiat yang diinginkan. (taken by http://www.liputan6.com/news/?id=172926&c_id=8 )

—+++—

Begitulah selintas berita yang kami baca beberapa waktu yang lalu di dunia internet tentang keberadaan seorang dukun yang masih sangat imut dan lugu, yang mana dengan gaya polosnya ia menjadi idola warga. Bukan karena apa ataupun apa, melainkan karena cerita sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa batu yang tidak bisa apa – apa yang ada di tangan bocah imut tersebut, diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Fenomena ini menimbulkan cukup banyak polemik yang harus diselesaikan, di antara yang kini telah terjadi secara kasat mata adalah jatuhnya korban meninggal akibat keberadaan praktik dukun imut ini. Kemudian terenggutnya masa pendidikan dan bermainnya Ponari layaknya anak kecil yang lainnya, sehingga dia-pun tak dapat menjalani hidupnya dengan wajar.

Di balik ini, mungkin ada beberapa lembar rupiah yang mengiming-imingi keluarga si dukun imut itu untuk terus memaksanya untuk membuka praktek pengobatan yang SECARA ILMIAH BELUM PERNAH TERBUKTI KEBERHASILANNYA DALAM MENGOBATI PENYAKIT. Namun bukan perkara ini yang handak kami bahas, melainkan ada sebuah sisi penting yang sejak dahulu sudah kritis, semakin diperparah dengan kehadiran dukun imut ini beserta dukun – dukun batu serupa dengannya. Apa itu…???

Tidak ada keraguan lagi bagi orang yang telah mempelajari agamanya tentang tipu daya para dukun dan tukang ramal. Keberadaan mereka rentan terhadap pengurasan harta benda, uang serta penggadaian aqidah dan agama. Betapa tidak, dalam perkara ghaib mereka telah merusak keyakinan kaum muslimin. Allah ta’ala berfirman…

“Katakan: Tidak ada siapapun yang ada di langit dan di bumi mengetahui perkara ghaib selain Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An-Naml: 65)

kemudian

“Di sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri.” (QS. Al-An’am: 59)

Dan Nabi kita yang mulia mengatakan…

“Kunci-kunci perkara ghaib itu ada lima dan tidak ada yang mengetahuinya melainkan Allah: Tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi besok kecuali Allah; tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim kecuali Allah; tidak ada satu jiwapun mengetahui apa yang akan diperbuatnya besok; tidak mengetahui di negeri mana (seseorang) meninggal kecuali Allah; tidak ada yang mengetahui kapan turunnya hujan melainkan Allah; dan tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat kecuali Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 992 dan Ahmad, 2/52)

JIka Allah ta’ala telah berfirman dan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kita demikian, lantas masihkah kita mempercayai mereka para tukang ramal dan dukun – dukun imut itu? Yang mereka itu asal usulnya saja tidak jelas, siapa mereka juga tidak diketahui, kemudian toh mereka juga hanya seorang anak kecil yang tidak lebih sama dengan anak – anak kecil yang ada di sekitar kita…???

Alangkah dangkalnya pikiran kita, percaya dengan para pendusta seperti dukun…!!!

“Lho, kan dia masih imut…mana mungkin sih berdusta…???!!!”

Ini bukan perkara imut atau tidak imutnya seseorang…!!! Tapi ini perkara mereka itu DUKUN atau BUKAN DUKUN…!!!

Bahkan, andai saja kita tahu bahwa para dukun imut itu juga tak ubahnya dukun – dukun yang lain…maka akan tergambar pada kita mereka adalah sosok pendusta – pendusta yang akan menebar fitnah di zaman ini. Nabi kita bertutur…

Dari ‘Aisyah  ia berkata: Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah tentang dukun-dukun. Rasulullah berkata kepada mereka: “Mereka tidak (memiliki) kebenaran sedikitpun.” Mereka (para shahabat) berkata: “Terkadang para dukun itu menyampaikan sesuatu dan benar terjadi.” Rasulullah menjawab: “Kalimat yang mereka sampaikan itu datang dari Allah yang telah dicuri oleh para jin, lalu para jin itu membisikkan ke telinga wali-walinya sebagaimana berkoteknya ayam dan mereka mencampurnya dengan seratus kedustaan.” (HR. Al-Bukhari no. 5429, 5859, 7122 dan Muslim no. 2228)

Wahai saudaraku, para pecinta dukun imut dan dukun yang tidak imut…

Sudahkah kita mengerti tentang hal besarnya dosa mendatangi mereka…?

Sudahkah kita simak titah Nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam…

“Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari”. (HR. Muslim no, 2230, kitab As-Salam)

Bahkan jika Nabi mengatakan KUFURnya seseorang yang mendatangi dukun…

“Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad”.( HR. At-Tirmidzi no 135, kitab Ath-Thaharah)

Sebagai nasehat, akan kami cuplik nasehat beliau seorang ulama’ dari Kota Unaizah, Al Faqih Muhammad ibn Shalih al ‘Utsaimin dalam buku beliau Al-Qaulul Mufid, 2/64 (dengan perincian lebih lanjut…) berikut ini:

1. Mendatangi mereka semata-mata untuk bertanya. Ini adalah perkara yang diharamkan sebagaimana dalam hadits:

Abu Hurairah radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah ‘alaihi ash shalatu wa sallam bersabda: “Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun lalu dia membenarkan apa-apa yang dikatakan maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad.”
Penetapan adanya ancaman dan siksaan karena bertanya kepada mereka, menunjukkan haramnya perbuatan itu, sebab tidak datang sebuah ancaman melainkan bila perbuatan itu diharamkan.


2. Mendatangi mereka lalu bertanya kepada mereka dan membenarkan apa yang diucapkan. Ini adalah bentuk kekufuran karena membenarkan dukun dalam perkara ghaib termasuk mendustakan Al Qur’an. Allah berfirman:


“Katakan bahwa tidak ada seorangpun yang ada dilangit dan dibumi mengetahui perkara ghaib selain Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An-Naml: 65)


3. Mendatangi mereka dan bertanya dalam rangka ingin mengujinya, apakah dia benar atau dusta. Hal ini tidak mengapa dan tidak termasuk ke dalam hadits di atas. Hal ini pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau bertanya kepada Ibnu Shayyad:


“Apa yang aku sembunyikan buatmu?” Ibnu Shayyad berkata: “Ad-dukh (asap).” Rasulullah n berkata: “Diam kamu! Kamu tidak lebih dari seorang dukun.” (HR. Al-Bukhari no. 1289 dan Muslim no. 2930)


4. Mendatangi mereka lalu bertanya dengan maksud membongkar kedustaan dan kelemahannya, menguji mereka dalam perkara yang memang jelas kedustaan dan kelemahannya. Hal ini dianjurkan bahkan wajib hukumnya.

(diambil dari buku Al-Qaulul Mufid, Ibnu ‘Utsaimin, 2/60-61, Al-Qaulul Mufid Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushshabi, hal. 140-143)

Semoga sedikit kutipan ini akan senantiasa membawa manfaat, untuk kami, keluarga, teman – teman, antum para pembaca, serta seluruh kaum muslimin yang kini sedang dan telah terperdaya…

Wallahu al Musta’an…

—+++—

Selesai ditulis di Fajar kota Sidoarjo 27 Shafar 1430 H oleh Didit Firiawan al Fitrah


Actions

Information

13 responses

23 02 2009
alhumairoh

sayang ya imut-imut sudah jadi dukun..
semoga ALLAH memberikan hidayah pada mereka beserta keluarganya..
amiin…

23 02 2009
senyumkusenyummu

masya Allah, Jombang kini mEnjAdi kOtA dUkuN..!

24 02 2009
imam suhadi ponorogo

Semogga kaum muslimin tidak menjual imannya dengan mempercayai dukun imut wala mafi imut.itulah akibatnya kalau para kyainya sibuk cari kursi dan tidak ngurusi umat. ““WARNING~~~~ :DOSA YANG PALING BESAR DAN KEKAL DINERAKA JAHANAM IALAH MUSRIK!

24 02 2009
armanketigabelas

mudah2an orang2 itu segera sadar….

24 02 2009
akor

syirik = menyekutukan ALLAH SWT = Menduakan ALLAH SWT = Meyakini ada kekuatan lain selain ALLAH SWT = ………….. bisa anda artikan sendiri ganjarannya nanti bagaimana
trus arti al-fatihah itu sendiri apa ???
hanya kpd MU (ALLAH) kami Menyembah dan hanya kpd MU kami Meminta pertolongan

24 02 2009
Muhammad kardan

Itu karena lemahnya kaum muslimin, dan kurangnya adaya pelajaran masalah agama yg sesuai Al ‘ quran & sunnah Nabi , dan karena keadaan krisis ini yg mengakibatkannya , akan kedokter atau rumah sakit yg biaya mahal . Semoga Allah memberikan hidayah pada mereka amiin…….

25 02 2009
rismaka

Assalamu’alaikum…
Tidaklah usah mendatangi dukun tsb hanya karena imutnya.. Kalau mau yang imut-imut silahkan datang ke rumah saya 3 bulan lagi (insya Allah) ^_^

Btw akh, koment antum di http://mahfuzhoh.wordpress.com/2009/02/13/ini-juga-penting-ukhty/#comment-460 itu kenapa? Ada yg memfitnah antum ya, mengatasnamakan nama antum gitu?

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuhu.
Amin, namanya Fathimah kan? ^_^ nanti saya datang, saya cubitin ya…
Iya, ada yang mengatasnamakan saya akhi…

25 02 2009
rismaka

Wah keren juga ya Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma komentar di blog antum hehe (comment of the week)

Didit Fitriawan berkata…
Hehe…

26 02 2009
mee

hmmm…,
untung dukun ciliknya skr uda di tutup permanen…
jadi ngurangi dosa dikit.
hehehehe…
wikikik….
^_^

8 03 2009
Sadat ar Rayyan

Salah satu yang bisa dipetik dari peristiwa ini : masih kurangnya porsi bagi para da’i tuk mendakwahkan masalah aqidah. Padahal kalo dilihat, jombang kan banyak ponpes, kota santri :)

15 03 2009
uvi07

bismillah, wa na’uudzubillah min syarris saharoh…

ya Allah, pada intinya yang mendatangi dukun tu orang yang orientasinya ma KEDUNIAAN belaka…, dia tlah lupa dari tujuan diciptakannya manusia di alam dunia ni…!
than, bnar firman Allah: “Iqtaroba linnaasi hisaabuhum wahum fie ghoflatin Mu’ridhuun….(al-Anbiya’: 21/ 1)

“ampe temen aku dari Jombang bilang, wah knapa dari kmaren tu yang masuk berita kok dari Jombang teyus, ?????”

yeah, kita hanya dapat berdo’a agar Allah sentiasa berikan kita keistiqomahan dalam menjaani ajaran Islam ini….

walhamdulillah

15 03 2009
myrazano

Kalau ada kesembuhan disana….
hanya kesembuhan sementara alias tipuan syetan

Salam kenal

ditunggu dukungan dan kunjungannya

terimakasih

29 11 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: