Teman Dalam Tautan Iman

16 02 2009
lihatlah, dengan siapa engkau berteman

lihatlah, dengan siapa engkau berteman

Kesendirian, tentu tak membuat hati ini nyaman. Mungkin itulah yang saat ini sedang dialami seorang hamba Allah. Di antara teman – teman yang shalih dan shalihah, ia berharap untuk mendapatkan tempat di sana. Seraut wajah bening-pun seakan tak kuasa untuk mengingat apa yang telah ia tinggalkan dalam hari – harinya silam. Seakan ia berada pada sebuah kebun buah yang ranum, namun sejatinya ia berada pada sebuah keterhimpitan. Selagi masih ada saat bagi mata ini untuk memandang, maka ambillah suratan ilmu dengan judul “HATI – HATI MEMILIH TEMAN” yang kami kutipkan dari tulisan Al Ustadzah Ummu Ishaq al Atsariyyah -hafidzahullah-, agar engkau tak salah dalam memilih teman dudukmu…

Wahai hamba Allah yang kini sedang bimbang, semoga kutipan ini bermanfaat untukmu…

Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan:

“Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa teman dapat memberikan pengaruh negatif ataupun positif sesuai dengan kebaikan atau kejelekannya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupakan teman bergaul atau teman duduk yang baik dengan penjual minyak wangi. Bila duduk dengan penjual minyak wangi, engkau akan dapati satu dari tiga perkara sebagaimana tersebut dalam hadits. Paling minimnya engkau dapati darinya bau yang harum yang akan memberi pengaruh pada jiwamu, tubuh dan pakaianmu. Sementara kawan yang jelek diserupakan dengan duduk di dekat pandai besi. Bisa jadi beterbangan percikan apinya hingga membakar pakaianmu, atau paling tidak engkau mencium bau tak sedap darinya yang akan mengenai tubuh dan pakaianmu.

Dengan demikian jelaslah, teman pasti akan memberi pengaruh kepada seseorang. Dengarkanlah berita dari Al-Qur’an yang mulia tentang penyesalan orang zalim pada hari kiamat nanti karena dulunya ketika di dunia berteman dengan orang yang sesat dan menyimpang, hingga ia terpengaruh ikut sesat dan menyimpang.

“Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27-29)


‘Adi bin Zaid, seorang penyair Arab, berkata:

Tidak perlu engkau bertanya tentang (siapa) seseorang itu, namun tanyalah siapa temannya
Karena setiap teman meniru temannya
Bila engkau berada pada suatu kaum maka bertemanlah dengan orang yang terbaik dari mereka
Dan janganlah engkau berteman dengan orang yang rendah/hina niscaya engkau akan hina bersama orang yang hina
Karenanya lihat-lihat dan timbang-timbanglah dengan siapa engkau berkawan.

Dampak Teman yang Jelek
Ingatlah, berteman dengan orang yang tidak baik agamanya, akhlak, sifat, dan perilakunya akan memberikan banyak dampak yang jelek. Di antara yang dapat kita sebutkan di sini:


1. Memberikan keraguan pada keyakinan kita yang sudah benar, bahkan dapat memalingkan kita dari kebenaran. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Lalu sebagian mereka (penghuni surga) menghadap sebagian yang lain sambil bercakap-cakap. Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) memiliki seorang teman. Temanku itu pernah berkata, ‘Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang yang membenarkan hari berbangkit? Apakah bila kita telah meninggal dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, kita benar-benar akan dibangkitkan untuk diberi pembalasan.” Berkata pulalah ia, “Maukah kalian meninjau temanku itu?” Maka ia meninjaunya, ternyata ia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala. Ia pun berucap, “Demi Allah! Sungguh kamu benar-benar hampir mencelakakanku. Jikalau tidak karena nikmat Rabbku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret ke neraka.” (Ash-Shaffat: 50-57)


Dengarkanlah kisah wafatnya Abu Thalib di atas kekafiran karena pengaruh teman yang buruk. Tersebut dalam hadits Al-Musayyab bin Hazn, ia berkata, “Tatkala Abu Thalib menjelang wafatnya, datanglah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau dapati di sisi pamannya ada Abu Jahl bin Hisyam dan Abdullah bin Abi Umayyah ibnil Mughirah.

Berkatalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Wahai pamanku, ucapkanlah Laa ilaaha illallah, kalimat yang dengannya aku akan membelamu di sisi Allah.’ Namun kata dua teman Abu Thalib kepadanya, ‘Apakah engkau benci dengan agama Abdul Muththalib?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus meminta pamannya mengucapkan kalimat tauhid. Namun dua teman Abu Thalib terus pula mengulangi ucapan mereka, hingga pada akhirnya Abu Thalib tetap memilih agama nenek moyangnya dan enggan mengucapkan Laa ilaaha illallah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Teman yang jelek akan mengajak orang yang berteman dengannya agar mau melakukan perbuatan yang haram dan mungkar seperti dirinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang munafikin:

“Mereka menginginkan andai kalian kafir sebagaimana mereka kafir hingga kalian menjadi sama.” (An-Nisa’: 89)

3. Tabiat manusia, ia akan terpengaruh dengan kebiasaan, akhlak, dan perilaku teman dekatnya. Karenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat1.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Al-Albani mengatakan SHAHIH dalam Ash-Shahihah no. 927)


4. Melihat teman yang buruk akan mengingatkan kepada maksiat sehingga terlintas maksiat dalam benak seseorang. Padahal sebelumnya ia tidak terpikir tentang maksiat tersebut.


5. Teman yang buruk akan menghubungkanmu dengan orang-orang yang jelek, yang akan memudaratkanmu.


6. Teman yang buruk akan menggampangkan maksiat yang engkau lakukan sehingga maksiat itu menjadi remeh/ringan dalam hatimu dan engkau akan menganggap tidak apa-apa mengurangi-ngurangi dalam ketaatan.


7. Karena berteman dengan orang yang jelek, engkau akan terhalang untuk berteman dengan orang-orang yang baik/shalih sehingga terluputkan kebaikan darimu sesuai dengan jauhnya engkau dari mereka.


8. Duduk bersama teman yang jelek tidaklah lepas dari perbuatan haram dan maksiat seperti ghibah, namimah, dusta, melaknat, dan semisalnya. Bagaimana tidak, sementara majelis orang-orang yang jelek umumnya jauh dari dzikrullah, yang mana hal ini akan menjadi penyesalan dan kerugian bagi pelakunya pada hari kiamat nanti. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidak ada satu kaum pun yang bangkit dari sebuah majelis yang mereka tidak berzikir kepada Allah ta’ala dalam majelis tersebut melainkan mereka bangkit dari semisal bangkai keledai2 dan majelis tersebut akan menjadi penyesalan bagi mereka.” (HR. Abu Dawud. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 77)


Demikian… Semoga ini menjadi peringatan!


(Dikutip dari Majalah Asy Syari’ah dari tulisan ringkas dengan perubahan dan tambahan oleh Ummu Ishaq Al-Atsariyah yang diambil dari  kitab Al-Mukhtar lil Hadits fi Syahri Ramadhan, hal. 95-99)


Actions

Information

14 responses

17 02 2009
Abu Anisah

terkadang jika kita memilih teman, bagi sebagian orang itu dirasa tidak setia kawan, tidak kompak dan tidak solidaritas.

dan hati jadi miris terhadap kata2 orang ini. ya Allah, fahamkan teman2 aku dan teman2ku agar mulai mengisi hari2nya dengan ilmu dan amal. bukan dengan hura2 yang tak lebih hanya urusan dunia.

jazakallahu khair, akhi

17 02 2009
Fandi

antum benar akh..

kita lebih memilih teman yang berhura2 dengan perkara dunia saja. tidak mengingatkan tentang mati, tidak mengingatkan tentang shalat, apalagi mengingatkan tentang ilmu dan amal..
ya Tuhanku, fahamkan teman2ku pada ilmu agar aku bisa bersama dan tenteram hati saat berdampingan dengan mereka.
jujur akh, ana takut punya teman yang tidak saling mengingatkan dalam kebaikan.

Didit Fitriawan berkata…
‘afwan, kok komentar antum bertiga seakan2 bersamaan ya? barakallahu fiyka dik Fandi. Semoga SMA 2 kita bisa maju dalam hal agama-nya. Insya Allah…

17 02 2009
Ummu Hani Astuti

syukron katsiron.
semoga membantu kita untuk senantiasa memilih teman2 yang baik.

18 02 2009
awisawisan

assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
pak dit, saya mampir
alhamdulillaah,
teman berpengaruh sangat besar buat saya untuk menemukan manhaj ini..

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.
iya mbak awis, saya juga begitu.

18 02 2009
qanitah

Jazakumullah khair sudah mengingatkan

Didit Fitriawan berkata…
Waiyyaki ahsanal jaza’

18 02 2009
Sadat ar Rayyan

Sering dikira, kita hanya mau berteman-teman sama orang satu pengajian saja

18 02 2009
rismaka

Afwan, yg bner ummu ishaq alatsariyah hafidzaHUllah atau hafidzaHAllah?

Didit Fitriawan berkata…
‘afwan, antum benar. ini sekaligus ralat. jazakallahu khairan akh!

19 02 2009
shofiyah

Assalamu’alaykum..,
hmm..,
pramuka juga kah..,
hmmm..,
salam kenal
temannya pak senyum
shofiyah ^_^

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
pramuka…??? maksud anti apa?

19 02 2009
senyumkusenyummu

akh, blog antum saia link di BloG saia yaaa…!

teRiMa kasiH

Didit Fitriawan berkata…
Lho, bukannya udah antum link ya! ^_^

19 02 2009
Hasan Syah

keren, mengharukaaan… hebat!

20 02 2009
uvi07

assalamu’alaikum..

alhamdulillah, anda termasuk dalam daftar pencarian orang..eh…eh…(bukan…)maksudna, terdaftar dalam “laman yang dapetkan award….
silakan diambil, dan bilamana tak berkeberatan silakan tuk diteruskan…
jazaakumulloh khoir atas perkongsiaannya slama ini…

di http://uvi07.wordpress.com/award-part-2/

walhamdulillah

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuhu.
Iya akhi, jazakallahu khairan ya. Saya akan meluncur ke sana!

21 02 2009
asniyah

Ijin copy artikelnya buat tmn2…Jazakallohu khoiron.

Didit Fitriawan berkata…
Silahkan ukhti.

24 02 2009
phy

sukron

10 03 2009
J_neh

Subhanallah aina nahnu fì akhlakis salaf?!
Sbnrny pd org yg blm tw lbh baik jgn dberi tw.,ntr bngung
Syukran do’any
Allahu yahd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: