Tuntunan Di Kuburan yang Mulai Ditinggalkan

1 01 2009
kuburan

kuburan...

Komite Riset dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, “al Lajnah ad Da’imah lil Buhuts al Ilmiyyah wal ‘Ifta ditanya…

Apakah melepas sandal waktu di kuburan itu sunnah atau bid’ah?

Jawab:
Disyariatkan bagi yang masuk kuburan untuk melepas kedua sandalnya, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Basyir bin Al-Khashashiyyah radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan:
Ketika aku berjalan mengiringi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ternyata ada seseorang berjalan di kuburan dengan mengenakan kedua sandalnya. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

يَا صَاحِبَ السَبْتِيَّتَيْنِ أَلْقِ سَبْتِيَّتَيْكَ

“Hai pemakai dua sandal tanggalkan kedua sandal kamu!”
Orang itu pun menoleh. Ketika dia tahu bahwa itu ternyata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia melepaskannya serta melemparkan keduanya. (HR. Abu Dawud)

sandal...

sandal...

Al-Imam Ahmad rahimahullahu berkata: “Sanad hadits Basyir bin Al-Khashashiyyah bagus. Aku berpendapat dengan apa yang terkandung padanya kecuali bila ada penghalang.”
Penghalang yang dimaksudkan Al-Imam Ahmad adalah semacam duri, kerikil yang panas, atau semacam keduanya. Ketika itu, tidak mengapa berjalan dengan kedua sandal di antara kuburan untuk menghindari gangguan itu.
Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang memberi taufiq, semoga shalawat dan salam-Nya tercurah atas Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, dan para sahabatnya.
Ditandatangani oleh Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Asy-Syaikh Abdurrazzaq Afifi, dan Asy-Syaikh Abdullah Ghudayyan. (Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah, 9/123-124)


Actions

Information

7 responses

2 01 2009
rismaka

Alhamdulillah ana udah pernah praktekin ^_^

OOT: akh, berani terima tantangan ga? Coba klo nulis tanda tanya (?) itu satu saja, ga perlu tiga (???). OK?! ^_^
Awas janggutnya jatuh….!

Didit Fitriawan berkata…
^_^
Janggutnya jatuh…??? Hehe, pengin punya janggut kaya’ saya ya…??? Awas kacamata antum juga jatuh nanti…!

2 01 2009
salafysidoarjo

Assalamu’alaikum
dit…! he he he…mampiro kesini Komentar Muahmmad Reza Tentang Thaybah


Didit Fitriawan berkata…

Insya Allah mas…emang ada apa…???
Wa’alaikumussalam warahmatullah…^_^

2 01 2009
vaepink

Akhi, aku mau tanya…, boleh ??
Wanita pergi kekuburan sebenernya boleh enggak sih ??

Makasih…

Didit Fitriawan berkata…
Kata asy Syaikh al Albani,“yang dilarang adalah perempuan yang berlebih-lebihan dan terlalu sering berziarah. Sangat tidak mungkin ziarah ini haram bagi wanita, sementara Sayyidah Aisyah kerap kali berziarah kubur, sampai sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Nah, jadi kalo sesekali insya Allah diperbolehkan, mbak. Wallahua’lam…

Didit ambil dari kitab Majmu’ah Fatawa Al-Madina Al-Munawarrah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Al-Bani. hal 157-160, Pustaka At-Tauhid

3 01 2009
alhumairoh

klo pake sepatu?

Didit Fitriawan berkata…
Wallahua’lam, saya tidak berani memastikan sebuah hukum. Apakah jika dengan sepatu, maka konteks hukum dari hadits itu menjadi berbeda. Tapi, insya Allah mafhum dari hadit tersebut adalah masuk kuburan tanpa menggunakan alas kaki sama sekali. Mungkin nanti ketika kajian bisa ditanyakan lebih lanjut kepada ustadz pengajar ukhti…

4 01 2009
Ghani Arasyid

dan di kuburan akhir2 ini memang banyak gangguan kerikil2 dan sempitnya jarak renggang antara yang satu dengan yang lain…

kalo menginjak kubur atau melangkahi kubur seseorang gimana, akh? saya belum baca2 tentang itu…

Didit Fitriawan berkata…
Tidak boleh akhi. Ada sebuah hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam…

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radliyallahu’anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh! berjalan di atas bara api atau pedang atau aku ikat sandalku dengan kakiku lebih aku sukai daripada berjalan di atas kubur seorang muslim. Sama saja buruknya bagiku, buang hajat di tengah kubur atau buang hajat di tengah pasar.” (Shahih, HR Ibnu Majah (1567).

Imam asy-Syafi’i berkata, “Aku menganggap makruh hukumnya menginjak kubur, duduk atau bersandar di atasnya, kecuali bila seseorang tidak menemukan jalan lain ke kubur yang ditujunya melainkan dengan menginjaknya. Kondisi tersebut adalah darurat, aku harap ia mendapat keringanan, insya Allah.” ( dalam kitab al-‘Umm, I/277-278 )

Untuk melangkahi kubur, sejauh ini kami belum mengetahuinya. Nanti ketika ikut kajian, mari kita tanyakan pada ustadz pengajar akhi…
Wallahua’lam…

6 01 2009
mahfuzhoh

Ouh…berarti mesti pakai kaos kaki hitam yaa biar ga keliatan kotor

7 01 2009
l5155st™

Untuk wanita, wallahua’lam saya tidak tahu ukhti.

Tapi untuk ikhwan mending telanjang kaki saja, tanpa alas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: