Di Antara Rinai Hujan, Aku Berdoa…”Untukmu Palestina”

30 12 2008
Ya Allah...Tolonglah kami!

Ya Allah...Tolonglah kami!

Jumlah korban tewas akibat serangan militer Israel ke wilayah Gaza terus bertambah. Hingga Senin (29/12) ini korban luka masih terus berdatangan di sejumlah rumah sakit di wilayah Gaza. Sebagian korban adalah wanita dan anak-anak. Di antara korban tewas juga terdapat delapan orang anak. Korban terakhir adalah seorang bayi berusia enam bulan.

Serangan yang dilakukan di Jabaliya, wilayah sebelah utara Jalur Gaza, sejak Rabu lalu, menghancurkan sejumlah bangunan termasuk rumah-rumah warga. Hingga hari ini serangan udara itu menewaskan sedikitnya 310 orang warga Palestina. Serangan brutal yang dilakukan militer Israel ke sejumlah wilayah Palestina ini kembali memicu kemarahan warga. Ribuan warga mengarak jenazah para korban di jalan-jalan Kota Gaza.

Israel sendiri mengklaim serangan tersebut ditujukan kepada pos-pos pertahanan militan Hamas. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan roket Palastina ke wilayah Israel.(DOR)

(http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=54495)

—+++—

Akhir – akhir ini berita tentang penyerangan pasukan militer tempur Israel ke pemukiman penduduk di jalur GAZA, Palestina…banyak menghiasi media massa, baik media elektronik maupun media cetak. Tampak pada mereka suatu keadaan yang pilu dengan berbagai macam korban berjatuhan. Tercantum ada lebih dari 300 orang menjadi korban meninggal dunia, dan ribuan orang luka – luka berat ataupun ringan. Jet – jet tempur pasukan militer Israel terus mencari mangsa yang berlabel GERILYAWAN HAMAS, walaupun sejatinya itu hanyalah sebuah dalih saja untuk menghancurkan kaum muslimin dan merebut salah satu tanah dari tanah – tanah kaum muslimin di Palestina.

Musuh-musuh dari segala aliran dan bangsa dengan bengisnya menindas, menjajah, dan merampas hak umat Islam. Dengan segala kerakusan dan keserakahannya mereka merampas segala keindahan umat Islam. Semua itu berlangsung tanpa ada daya dan upaya yang dapat dilakukan oleh umat Islam untuk menangkal atau menyingkapnya.

Sungguh pun miris hati ini, tatkala mendengar keadaan saudara – saudara kita kaum muslimin di berbagai penjuru dunia mengalami penindasan, mengalami penghinaan serta penyiksaan yang bertubi – tubi tanpa henti. Lembaran kelam banyak menghiasi hari – hari mereka… Dan berita menyayat hati banyak teehembus ke telinga kita…

Ada apa wahai saudaraku…???

Telah sampai sebuah kabar dari pena para ulama, tentang ucapan Nabi yang Mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam…

Tak lama lagi berbagai bangsa akan ramai-ramai bersekongkol atas kalian, bak persekongkolan para pemakan ramai-ramai menuju kepada piring hidangannya. Maka seorang sahabat bertanya: “Apakah karena kami kala itu berjumlah sedikit?” Beliau menjawab: “Bahkan kalian kala itu berjumlah banyak, akan tetapi kalian buih bak buih air bah, dan sungguh Allah akan menyirnakan rasa takut dari dada musuh-musuh kalian, dan Ia akan mencampakkan Al Wahanu di jantung-jantung kalian.” Maka salah seorang sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, apakah Al Wahanu itu?” Beliau menjawab: “Cinta terhadap dunia dan benci akan kematian.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan lainnya, dinyatakan shohih oleh Al Albany)

Dan kini…kabar dari Nabi yang Mulia…terjawabkan sudah kebenarannya!

Sudahkah harapan itu pupus…??? Tak adakah secercah cahaya yang dapat membuat kaum muslimin berkuasa di muka bumi…??? Dimenagkan dari bengisnya musuh – musuh mereka…???

palestine

palestine

—+++—

Hal itu dijawab oleh sebagian pemuda dan pemudi dengan bersemangat untuk turun ke jalan, melakukan aksi damai untuk Palestina, melakukan aksi menentang kejahatan Israel…dengan membentangkan spanduk – spanduk SOLIDARITAS mereka terhadap saudaranya.

Barakallahu fiykum saudaraku…sungguh elok niatmu. Semoga niat tulusmu untuk saudaramu di Palestina akan dikabulkan oleh-Nya…

Akan tetapi betapa banyak manusia yang menginginkan kebaikan, akan tetapi tak sampai kebaikan itu pada mereka…??? Sungguh tidak demikian yang harusnya kita lakukan wahai akhi, wahai ukhti… Bukan itu caranya…

Kemudian…silih berganti orang – orang saling mengecam aksi Israel…

Cukupkah hanya dengan dikecam, mereka akan menghentikan serangan…???

—+++—

Allah tabaraka wa ta’ala telah menuntunkan dalam sebuah surat yang mulia…

“Dan sungguh-sungguh telah Kami tuliskan (tetapkan) di dalam Zabur sesudah (Kami tuliskan dalam Laih Mahfuzh) bahwasannya bumi ini akan di warisi oleh hamba-hamba-Ku yang soleh.” (QS. Al Anbiya’: 105)

Tentang ayat itu, Ibnu Katsir -rahimahullah- mengatakan…“Allah Ta’ala mengabarkan bahwa hal ini (kemenangan orang-orang soleh-pen) telah dituliskan dalam kitab syar’i (taqdir syar’iyah) dan kitab Qodari (taqdir kauniyah), dan hal itu pasti terwujud.” (Tafsir Ibnu Katsir 3/201)

Dan pada ayat lain…Rabbul ‘Alamin berfirman…

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan beramal soleh, bahwa Ia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Ia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Ia ridhai untuk mereka. Dan Ia benar-benar akan menggantikan (keadaan) mereka setelah mereka berada dalam ketakutan, menjadi aman sentausa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tiada menyekutukan-Ku dengan sesuatu. Dan barang siapa yang (tetap) kufur sesudah janji ini, maka mereka itulah orang-orang fasik.” (QS. An Nur: 55)

Sudahkah kau tahu, ada dua mutiara berharga…jika kita ambil keduanya, maka niscaya umat ini akan dimenangkan Allah ta’ala dari segala musuh-Nya

1.       Keimanan

2.       Amal Shalih

Ya…itulah 2 mutiara berharga yang selama ini kita abaikan…

Tentang hal ini, apa yang dikatakan Ibnu Katsir…?

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Karena para sahabat -semoga Allah meridhoi mereka- sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang paling banyak menegakkan perintah-perintah Allah, dan paling ta’at kepada Allah Azza wa Jalla, maka pertolongan yang mereka dapatkan sesuai dengan amalan mereka. Mereka menegakkan kalimat Allah di belahan bumi bagian timur dan barat, maka Allah benar-benar meneguhkan mereka. Sehingga mereka berhasil menguasai umat manusia dan berbagai negeri. Dan tatkala umat Islam sepeninggal mereka melakukan kekurangan dalam sebagian syari’at, maka kejayaan mereka berkurang selarang dengan amalan mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir 3/302)

Imam Abul ‘Aliyah menyatakan bahwa ayat 55 surat An Nur di atas diturunkan pada awal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya diperintahkan untuk berperang, sehingga beliau dan para sahabatnya senantiasa dalam keadaan khawatir akan serangan musuh. Oleh karenanya, mereka senantiasa menenteng senjata, sampai-sampai salah seorang sahabat berkata kepada beliau: “Akankah selama-lamanya kita akan berada dalam ketakutan semacam ini?, mungkinkah akan datang suatu saat yang aman sehingga kamipun meletakkan senjata?”

Maka Nabipun menjawab: “Tidaklah kalian bersabar melainkan hanya dalam waktu yang singkat, sampai akan datang suatu masa, yang padanya salah seorang dari kamu akan duduk berongkang-ongkang di tengah keramaian manusia, sedangkan tidak sepotong besipun (senjata) ada bersama mereka,” kemudian Allah menurunkan ayat di atas. (Tafsir At Thobary 18/159)

Seakan-akan mereka tidak pernah mendengar jaminan dan janji Allah di atas.

Seusai perjanjian Hudaibiyyah ditandatangani, sahabat Umar bin Khatthab radhiallahu ‘anhu yang tidak kuasa melihat sahabat Abu Jandal radhiallahu ‘anhu diserahkan kembali ke orang-orang Quraisy, Umar berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Bukankah engkau adalah benar-benar Nabiyullah?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ya.”

Umarpun kembali berkata: “Bukankah kita di atas kebenaran, sedangkan musuh kita di atas kebatilan?”

Nabipun menjawab: “Ya!”

Umarpun berkata: “Lalu mengapa kita pasrah dengan kehinaan dalam urusan agama kita, bila demikian adanya?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Sesungguhnya Aku adalah Rasulullah, dan aku tidak akan menyelisihi perintah-Nya, dan Allah adalah Penolongku.”

Umar kembali berkata: “Bukankah engkau pernah mengabarkan kepada kami bahwa kita akan mendatangi Ka’bah, kemudian berthowaf di sekelilingnya?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Iya, dan apakah aku pernah mengabarkan bahwa kita akan mendatangai Ka’bah pada tahun ini?”

Umarpun menjawab: “Tidak.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpalinya: “Sesungguhnya engkau akan mendatangainya, dan akan bertowaf mengelilinginya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Pada kisah ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berusaha meneguhkan kembali keimanan Umar bin Khatthab kepada janji Allah agar tidak tergoyah. Dan mengungatkannya agar bersabar dalam menanti datangnya pertolongan Allah, yaitu dengan tetap taat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikianlah seyogyanya pertolongan Allah Ta’ala digapai. Yaitu dengan keimanan yang benar dan kokoh dan kesabaran yang teguh. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan Kami jadikan dari mereka pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, ketika mereka bersabar dan adalah mereka selalu meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As Sajdah: 24)

Ibnul Qayyim berkata: “Pada ayat ini Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Ia telah menjadikan mereka (pengikut nabi Musa-pen) sebagai pemimpin-pemimpin yang dijadikan panutan oleh generasi setelah mereka, berkat kesabaran dan keyakinan mereka. Sebab dengan kesabaran dan keyakinan, kepemimpinan dalam hal agama dapat dicapai. Karena seorang penyeru kepada jalan Allah Ta’ala, tidaklah akan terealisasi cita-citanya, melainkan bila ia benar-benar yakin akan kebenaran misi yang ia surukan, ia menguasai ilmu tentangnya. Ia juga bersabar dalam menjalankan dakwah menuju jalan Allah, yaitu dengan tabah menahan beban dakwah dan menahan diri dari segala hal yang akan meluluhkan tekad dan cita-citanya. Barang siapa demikian ini halnya, maka ia termasuk para pemimpin yang telah mendapat petunjuk dari Allah Ta’ala.” (I’ilamul Muwaqi’in 4/135)

—+++—

Umar bin Abdul Aziz pernah berkirim surat kepada salah seorang panglimanya:

“Hendaknya engkau senantiasa bertaqwa kepada Allah dalam setiap situasi yang engkau hadapi, karena ketakwaan kepada Allah adalah senjata paling ampuh, taktik paling bagus, dan kekuatan paling hebat. Janganlah engkau dan kawan-kawanmu lebih waspada dalam menghadapi musuh dibanding menghadapi perbuatan maksiat kepada Allah. Karena perbuatan dosa lebih aku khawatirkan atas masyarakat dibanding tipu daya musuh mereka. Kita memusuhi musuh kita dan mengharapkan kemenangan atas mereka berkat tindak kemaksiatan mereka. Kalaulah bukan karena itu, niscaya kita tidak kuasa menghadapi mereka, karena jumlah kita tidak seimbang dengan jumlah mereka, kekuatan kita tidak setara dengan kekuatan mereka. Bila kita tidak mendapat pertolongan atas mereka berkat kebencian kita terhadap kemaksiatan mereka, niscaya kita tidak dapat mengalahkan mereka hanya dengan kekuatan kita.

Jangan sekali-kali kalian lebih mewaspadai permusuhan seseorang dibanding kewaspadaanmu terhadap dosa-dosamu sendiri. Janganlah kalian lebih serius menghadapi mereka dibanding menghadapi dosa-dosa kalian.

Ketahuilah bahwa kalian senantiasa diawasi oleh para malaikat pencatat amalan. Mereka mengetahui setiap perilaku kalian sepanjang perjalanan dan peristirahatan kalian. Hendaknya kalian merasa malu dari mereka, dan berlaku santun dihadapan mereka. Jangan sekali-kali menyakiti mereka dengan tindak kemaksiatan kepada Allah, padahal kalian mengaku sedang berjuang di jalan Allah.

Janganlah sekali-kali kalian beranggapan bahwa: “Sesungguhnya (perbuatan) musuh-musuh kita lebih jelek dibanding kita, sehingga tidak mungkin mereka dapat mengalahkan kita, walaupun kita berbuat dosa. Betapa banyak kaum yang telah dikuasai oleh orang-orang yang lebih jelek, akibat dari perbuatan dosa kaum tersebut.”

Mohonlah pertolongan kepada Allah dalam menghadapi diri kalian, sebagaimana kalian memohon pertolongan kepada-Nya dalam menghadapi musuh kalian. Sebagaimana kamipun turut memohon hal tersebut untuk diri kita dan juga untuk kalian.” (Hilyatul Auliya’ 5/303)

Indah nian nasehat Umar ibn ‘Abdul Aziz kepada Panglima-nya…

—+++—

Bila kita sedikit menoleh kepada realita umat Islam pada zaman kita ini, maka kita dapatkan sangat jauh beda. Bukan sekedar dosa-dosa kecil yang diremehkan, akan tetapi berbagai dosa besar bahkan syirikpun tidak lagi diperdulikan. Berapa ribu kuburan yang dikeramatkan? Berapa juta ajimat dikantongi umat islam? Berapa ribu paranormal dan para-tidak-normal bebas membuka praktek umum. Berapa ribu habib dan kyai bebas mengajarkan bid’ah dan kesesatannya? Adakah orang yang merasa terusik, atau menggalang kekuatan dan dukungan untuk mengingkari itu semua?

Kebanyakan umat Islam sekarang ini disibukkan dengan urusan jabatan dan perebutan jatah kursi. Mereka sewot bila ada pejabat yang korupsi, akan tetapi tidak pernah sewot sedikitpun bila ada kuburan yang dikultuskan, atau bid’ah yang diajarkan.

Wallahu a’lam…

Maka kembalilah saudaraku…

Mari bersama padukan langkah memantapkan keimanan dan selalu beramal shalih…

Jaga sunnah – sunnah nafilah kita…

Jaga shalat jama’ah kita dan amalan – amalan wajib yang lainnya…

Jaga amalan sunnah sehari – hari kita…

Dan selalu berdoa-lah pada Allah agar pertolongan ini diturunkan pada kita…

Kemudian bersabar dan setialah menanti-nya…

Dan ingatlah…setiap kesyirikan, ke-bid’ah-an serta kemaksiatan yang kita lakukan…

Pasti akan semakin menjauhkan pertolongan Allah yang selama ini kita dambakan…

Semoga kita dimenangkan di atas dunia dengan agama kita…!

Duhai Allah Ta’ala, jaga dan berikan kesabaran pada saudara – saudara kami di Palestina…

Serta tuntun kami menuju amalan sunnah yang mulia di atas iman yang nyata…agar segera kami berangkat menuju kemenangan yang sempurna…

Amiiin…..!

—+++

Disarikan oleh Didit Fitriawan al Fitrah dari tulisan panjang Al Ustadz M. Arifin Badri, Lc. , MA. “Bangkitlah Umatku”

2 Muharram 1430 H


Actions

Information

9 responses

30 12 2008
musafir kecil

Yahudi La’natullah…..!!!

30 12 2008
myrazano

Mari terus suarakan dan gelorakan kutukan dan kecaman terhadap israil dan amerika yang telah melakukan pembantaian terhadap sudara-saudara kita di Palestina

salam dan doa dari : http://myrazano.com

post terakhir : ” Menunggu Detik-Detik Kehancuran Islam ”

ditunggu dukungan dan kunjungannya.

terimakasih

30 12 2008
Taufiq

Sungguh tulisan ini menjadi suatu peringatan untuk kita semua para pemuda khususnya, Yang sering melakukan aksi2 turun kejalan, yang katanya sebagai bukti solidaritas untuk rakyat Palestina.

Sungguh, aksi ini bukanlah bentuk solidaritas yang nyata, namun hanya membuat mafsadah, khususnya di jalan. Dan Mendzolimi kaum muslimin yang sedang beraktifitas yang kebetulan menggunakan jalan tersebut.

Semoga Alloh Azza Wa Jalla membukakan pintu hidayah di dalam hati-hati pemuda, agar senantiasa berada di dalam sunnah dan bukan di atas bid’ah.

Untuk rakyat Palestina, Wahai saudaraku, Teruslah berjuang menghadapi Yahudi Laknatulloh Alayih. Semoga Alloh Subhana Wa Ta’ala memberikan kekuatan dan kemenangan untuk rakyat Palestina… Amin

Do’a kami kaum Muslimin selalu menyertai perjuangan kalian.

1 01 2009
azkaa,,

adapun mereka, saudara-saudara kita di Palestina (tanah para syuhada) telah sedemikian dekatnya dengan syurga.. semoga Allah merahmati mereka dan menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang juga mampu selalu berjuang fi sabilillah..

1 01 2009
herr

assalamu’alaykum,

gmn kabarnya akhi? oh iya sebenarnya ana suka dengan tank merkava israel, bentuknya futuristik. tp kok malah buat ngebantai saudara2 kita. jadi nggak suka lagi T_T

6 01 2009
mahfuzhoh

Kayaknya ana isi comment disini deh… (koq ga ada yaa…)
*Bingung…

6 01 2009
Aris D. Wicaksono

Assalamu’alaikum

menarik jg tu artikelny…………………..:D

8 01 2009
uvi07

Assalamu’alaikum….
stelah lama tak kunjung…..
akhirnya….kunjung lagi….

abisna aku ga link siy, salah aku sendiri….astaghfirulloh…

Allahu Akbar, teguhkanlah sodara kami di Palestina hingga merek adapatkan kemenangan yang tiada tar, dan Israel terpukul mundur dan dapatkan kekalahan yang abadi…..

Allahumma ‘alaika bi isrooiliyyuun…..Allahummal ‘anhum, waqtulhum badada, walaa tubqi minhum ahada….
walhamdulillah

16 01 2009
fachri

jazakallah atas nasehatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: