~…Setitik Noktah Berdarah…~

29 12 2008


Tatkala malam, tepat di saat kami mengerjakan tugas…dengan ditemani saudara sepupu,

tatkala malam menjelang...

tatkala malam menjelang...

ada suatu perkataan mulia yang(dengan izin Allah) hadir di antara kami yang mana jika perkataan itu dituliskan…

tentu emas sejumlah bulir pasir di pantai,

dinar dan dirham sejumlah bintang di langit

serta

seluruh dunia dan seisinya-pun…

TAK AKAN PERNAH MAMPU menunaikan hitungan KEINDAHAN & KEMAHALANnya…

kakak : “dik, nyamuk di kakimu…!”

fitrah : “masya Allah, tidak terasa kak! Terlalu seru menulis tugas…”

—+++—

~kemudian dengan sebuah tekanan jari telunjuk sepupu, nyamuk itu sirna dengan mengeluarkan darah segar yang baru ia hisap dari kaki kami…~

—+++—

fitrah : “ duh, kasian nyamuknya kak! Baru aja dia dapat rizki-nya, udah kamu bunuh…”

kakak : “ya…kan kita berhati – hati saja. Walaupun nyamuk berbahaya keluarnya di pagi hari, tidak salah kan jika kita berhati – hati pada nyamuk…?”

fitrah : “nyamuk itu kasian ya…kematiannya ternyata tidak membuat siapapun merasa kehilangan…”

kakak : “ya! jangankan mati, hidupnya-pun tidak terlalu membawa arti…”

—+++—

Seandainya secuil makanan kesukaan ada pada genggamanmu, adalah sangat berharga bagimu…akankah kau berikan kepada temanmu…??? TENTU TIDAK karena berharga-nya nilai makanan itu…

tatkala malam

tatkala malam

AKAN TETAPI…

Tatkala kami teringat sebuah perkataan Nabi yang Mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam…

Seandainya dunia punya nilai di sisi Allah walau hanya menyamai nilai sebelah sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk airpun.” (HR. At-Tirmidzi no. 2320, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam kitab Ash-Shahihah no. 686)

“SUBHANALLAH…jika demikian, bagaimanakah dengan DUNIA DAN SEISINYA INI…???

Sungguh, di sisi Allah DUNIA DAN SEGALA KEINDAHAN DI DALAMNYA TIDAKLAH BERNILAI WALAU HANYA SEBELAH SAYAP SEEKOR NYAMUK-pun…!!!

Bahkan dunia (di sisi Allah) tak bernilai dengan seekor nyamuk berdarah yang mati di hadapan kami…

“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat…” (HR. Muslim no. 7126)

Maka mari segera menuntut ilmu di atas tuntunan para salaf yang shalih, wahai saudaraku…

Amalkan…

Dakwahkan…

Dan bersabarlah di atasnya…

Ya Allah…lindungi-lah kami dari fitnah dunia yang melenakan dan membuai…

Dan tumbuhkan kecintaan kami pada negeri yang abadi, dengan ilmu dan amal yang shalih…

Serta akhirkan hidup kami dan saudara – saidara kami di atas nafas sunnah yang mulia dalam ucapan kalimat terindah…

LAA ILAHA ILLA ALLAH…MUHAMMAD RASULULLAH…!

amiiin, ya rabbunal ‘alamin…

Ditulis di tengah malam Kota Sidoarjo , 28 Desember 2008 / 1 Muharram 1430 H,  Didit Fitriawan.



Actions

Information

8 responses

29 12 2008
mahabbahtedja

akhy….
jadi inget yang di sampaikan ust. Ma’ruf

Didit Fitriawan berkata…
Lantas kapan kita ta’lim bareng lagi akhi?

29 12 2008
Taufiq

“Seandainya dunia punya nilai di sisi Allah walau hanya menyamai nilai sebelah sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk airpun.” (HR. At-Tirmidzi no. 2320, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam kitab Ash-Shahihah no. 686)

Semoga Alloh menjauhkan kita dari segala fitnah dunia, dan terus ditetapkan hati-hati kita di atas manhaj para Sahabat.

29 12 2008
sofyan

Subhanalloh akhi sungguh artikel ini membuat hati kembali ingat akhirat dan merasakan rendahnya kehidupan dunia..

Syukran jiddan
Wa Barakallohu fikum..

Didit Fitriawan berkata…
Wa fiyka barakallahu, ya akhuna fillah.

29 12 2008
alhumairoh

hiks..pengen nangis..

tapi..ada yang mengganggu keterharuan saya nih,
hihihi…
judulnya kok kayak sinetron yah??

Didit Fitriawan berkata…
Entahlah…

30 12 2008
hoihei

Sip2,
Ada pencerahan nih.
Lam Kenal :D

7 01 2009
akiko nada

kata orang dunia itu indah..
kata orang dunia itu asyik skali..
kata orang dunia itu penuh warna-warni..
lalu aku terlalai dalam membuat perhitungan..
kerna selama ini hanya kata orang yang kudengar..
tiba-tiba..
aku melihat kata hati yang bosan, yang jelik dengan dunia..
kata hatinya dunia ini hanya omongan..
kata hatinya dunia ini hanya buat sementara waktu..
kata hatinya dunia ini hanya sebutir pasir yang nggak punya erti..
lalu aku tersadar seketika..
terpukul dengan nasihat dan pesanan yang dititipkan..
hati boleh menerima tetapi mata masih terlihat keduniaan..
diantara dua jalan ini, aku harus membuat pilihan..
dan aku masih dalam pencarian..
masih dalam kebuntuan..
moga2 ada tangan yang sudi hulurkan bantuan..
moga2 aku masih punya waktu dan kesempatan untuk berubah..

9 01 2009
Nu

syukran akhi…barokallahu fik… artikel yang baggus… ;-)

Didit Fitriawan berkata…
Wa fiyka barakallahu akhi

17 01 2009
Hamba Allah

Mas…boleh saya co-pas gak ke blog saya??saya terharu…hiks…hiks…bagus,subhanallah…

Didit Fitriawan berkata…
Silahkan mas…! Tapi cantumkan link dan penulisnya ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: