Jerit Hati Seorang Istri…

12 12 2008
hmmhhh...

hmmhhh...

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Tatkala Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :

“Suami saya -semoga Allah memaafkannya- walaupun berakhlak baik dan takut kepada Allah, ia sama sekali tidak punya perhatian terhadap saya di rumah. Ia selalu bermuka masam dan mudah sekali tersinggung, bahkan saya sering dituduh sebagai penyebabnya. Tapi Allah Maha Tahu bahwa saya, alhamdulillah, senantiasa selalu memenuhi haknya dan selalu berusaha membuatnya tenang dan tenteram serta menjauhkan darinya segala sesuatu yang dapat menyakitinya, serta saya tetap bersabar menghadapi semua sikapnya terhadap saya.

Setiap kali saya bertanya tentang sesuatu atau mengajaknya berbicara tentang sesuatu, ia langsung marah dan menghardik, ia bilang bahwa itu perkataan bodoh dan tidak berguna, padahal ia selalu bersikap ceria terhadap teman-temannya. Sementara dalam pandangan saya sendiri, tidak ada yang saya lihat pada dirinya selain mencela dan memperlakukan saya dengan buruk. Sungguh hal ini sangat menyakiti dan menyiksa saya, sampai-sampai saya pergi meninggalkan rumah beberapa kali.

Saya sendiri , alhamdulillah, seorang wanita yang berpendidikan menengah (SLA) dan saya bisa melaksanakan apa yang diwajibkan Allah atas saya.

Syaikh yang terhormat, jika saya meninggalkan rumah dan mendidik anak-anak sendirian serta bersabar menghadapi kesulitan hidup, apakah saya berdosa? Atau haruskah saya tetap bersamanya dalam kondisi seperti itu sambil tidak bicara dan bersikap masa bodoh terhadap urusan dan problematikanya?

Tolong beritahu saya tentang apa yang harus saya lakukan. Semoga Allah memberikan kebaikan pada anda.”

Kemudian Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin menjawabnya dengan jawaban yang indah…

Tidak diragukan lagi, bahwa yang diwajibkan atas suami isteri adalah saling bergaul dengan cara yang patut, saling bertukar kasih sayang dan akhlak yang luhur disertai dengan sikap baik dan lapang dada. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Dan bergaullah dengan mereka secara patut” [An-Nisa : 19]

Dan firman-Nya.

“Artinya : Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya” [Al-Baqarah : 228]

Juga berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Kebaikan adalah berakhlak baik” [HR Muslim, kitab Al-Burr was Shilah (2553)]

Dan sabdanya.

“Artinya : Janganlah engkau meremehkan perbuatan baik sedikit pun. (Lakukanlah) walaupun (hanya) berjumpa saudaramu dengan (menunjukkan) wajah berseri-seri” [HR Muslim, kitab Al-Birr was Shilah (2626)]

Serta sabdanya.

“Artinya : Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang perilakunya paling baik terhadap isterinya” [HR Abu Dawud dalam As-Sunnah (4682]

Dan berdasarkan hadits-hadits lainnya yang menunjukkan anjuran berakhlak baik, wajah berseri saat berjumpa dan perlakuan yang baik antar sesama muslim secara umum, lebih-lebih antara suami isteri dan kerabat.

Anda telah melakukan hal yang baik, yaitu bersabar dan tabah terhadap sikap keras dan perilaku buruk suami anda. Saya sarankan agar anda meningkatkan kesabaran dan tidak meninggalkan rumah, karena dengan begitu isnya Allah akan banyak kebaikan dan akibat yang terpuji, berdasarkan firman Allah.

“Artinya : Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar” [Al-Anfal : 46]

Dan firmanNya.

“Artinya : Sesungguhnya barangsiapa yang bertaqwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” [Yusuf : 90]

Serta firmanNya.

“Artinya : Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas” [Az-Zumar : 10]

Juga firmanNya.

“Artinya : Maka bersabarlah ; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa” [Hud : 49]

Tidak ada salahnya anda mencoba mencandainya, mengajaknya berbicara dengan kata-kata yang bisa melunakkan hatinya serta membangkitkan kepedulian dan perasaannya terhadap hak-hak anda. Hindari permintaan-permintaan materi duniawi selama ia melaksanakan urusan-urusan penting yang wajib, sehingga dengan begitu hatinya akan tenang dan dadanya menjadi terbuka untuk menerima saran-saran anda. Dengan demikian anda akan mensyukuri akibatnya -insya Allah-. Semoga Allah menambahkan kebaikan anda dan memperbaiki kondisi suami anda, mengilhami dan menunjukinya serta menganugrahinya akhlak yan baik, lapang dada dan memelihara hak-hak. Sesungguhnya Dialah sebaik-baik tempat meminta dan Dialah yang menunjukkan ke jalan yang lurus.

[Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin, juz 2, hal.830-831]

[Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]


Actions

Information

15 responses

13 12 2008
abu abdissalam

Assalamualaikum alhamdulillahi ada juga akhirnya akhwat salafy yang pinter ngeblog. ya sudah bioar kiprahnya dalam dakwah tetap jalan gak kayak akhwat haraki yang tabbaruj fi kulli makan. ana cuma mau nawarin kalo blog antum ditambahi radiobox radio streaming sunnah
ana sendiri ikut ngurus 2
http://www.radio.muslim.or.id
http://www.radioassunnah.com
n yang lain kanmasih banyak spt, rodja, hang , bayan stdi imamm syafi’i kjember
dkk biar rame aja n ikut menyebarkan dakwah lewat radio streaming

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah.
Ikhwan akhi…oh iya, kebetulan wordpress belum menyediakan fitur itu. Tapi udah saya pasang di friendster saya kok. barakallahu fiyka…

13 12 2008
Aswad

يظن انك مرأة
مع كنيتك ابي عبد الرحمن

13 12 2008
alhumairoh

masyaALLAH…

hal seperti inilah yang seringkali membuat maju mundur seorang akhwat untuk menikah,

ya ALLAH.. semoga dengan artikel ini dapat menyadarkan para suami untuk berlaku lembut kepada istrinya, dan semoga sang penulis diberikan kemampuan untuk meingplementasikan ilmu luar biasa yang didapatnya serta mendapatkan rahmat atasnya..


Didit Fitriawan berkata…

Insya Allah, semoga Allah mudahkan saya untuk berlaku lembut kepada istri saya kelak. Amiiin…

14 12 2008
abahnya zaid | salafiyunpad

(‘ ‘ ,

JAzakumullah khoiron mas didit…
gmn kuliahmu? kpn nikah..ups..kapan lulus? hehe

15 12 2008
rismaka

Duh.. antum ini… lagi semangat posting pernikahan, istri,… hehehe
Barakallahufiikum ya akhi. Semoga Allah Ta’ala menjagamu dari fitnah di masa “PRA” ini.

Btw, setiap ana koment pake hape kok ga bisa ya akh? Coba antum cek daftar list spam antum, mungkin ada nomer IP yang ke-block. Jadi siapapun orangnya yg pake operamini tak bisa ngasih kommentar.

Didit Fitriawan berkata…
Sudah akhi…masuk ke kolom komentar kok alhamdulillah. Wa fiyka barakallahu yah…

16 12 2008
bayu200687

didit, kapan nikah nih?
subhanalloh, aq menyesal nikah kemarin
kenapa ga dari dlu ajah
nyaman bangetz rasanya…

Didit Fitriawan berkata…
Insya Allah segera, mas bayu. Sudah ada calon kok…

17 12 2008
Cinta dalam Cerita

Bener udah punya calon mas didit???

Duhai..

akan ada yang merana nih. Ya semoga Allah mudahkan ya, kisah cerita cinta antara ikan dan burung itu…

18 12 2008
bayu200687

[suit..suit…]
[keprok-keprok]

semoga Alloh memudahkan urusan antum….

[amin]

Didit Fitriawan berkata…
Insya Allah, doakan ya…

18 12 2008
mahfuzhoh

@ Alhumairoh….
Iya, ukh bener banget comment anti :(
Semoga Allah tetapkan sang Pangeran yang lemah lembut bg Qt

Perhatikan ya ikhwan, akhowat itu amat lembut perasaannya dan itu yg membedakannya dengan kalian yg lebih kepada akalnya

Didit Fitriawan berkata…
Subhanallah…maafkan saya.

19 12 2008
mahabbahtedja

ah…
saya tidak ikut-ikutan kasar lho kang.

Tugase panjengan pripun?

Didit Fitriawan berkata…
Alhamdulillah akhi, udah mau selesai… ^_^

19 12 2008
mahfuzhoh

Haduhh…koq jd minta maaf ???
Antum ga salah. Kata2 ana hanya bermaksud memberi penekanan pd para ikhwan untuk bersikap lembut kepada istri2nya. Maaf yaa jk membuat Pak didit tersinggung

Didit Fitriawan berkata…
Hehe…saya hanya berhati – hati saja.

24 12 2008
4bu Huw@idah™

ah, sudah tertinggal banyak berita saia
ternyata mas didit udah punya calonnya…
akankah segerakah…??

Didit Fitriawan berkata…
Wallahua’lam…semoga Allah menyegerakan saya ya pak Anjar.

27 12 2008
Nu

wahh…ukh afra maw nikah…akh bayu baru aja nikah…temen2 dah pada nikah…postingan ni…konsultasi nikah… jadi pengen euy,,, doakan ana yak?? ana doakan juja antum dimudahkan :mrgreen:

Didit Fitriawan berkata…
Amin, akhi. Insya Allah…

17 01 2009
Hamba Allah

Wanita…kelembutannya bukan untuk diinjak oleh tabiat yang keras :(. Semoga Allah menganugerahkan kepada kami suami yang shalih, tidak hanya berilmu tapi juga beramal…selalu mengikuti qudwahnya yakni rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bermu’asyarah dengan istrinya…Ya Allah…anugrahkanlah pada kami seorang lelaki yang halus jiwanya, santun tutur katanya, bukan hanya pintar otaknya tapi juga bijak sikapnya…lembut perangainya…^_^ .sedih mendengarnya…semoga Allah meneguhkan saudari kita itu dalam agama Islam, memberinya kesabaran dan pahala yang setimpal dengan musibah yang dia alami

18 02 2009
wanna be like khodijah

@ Hamba Allah : “aamiin”

sekarang ada kasus, misalkan sang istri yg justru seringkali berkata kurang berkenan di hati yg malah sang suami lebih sering mengalah dan bersabar,
kayf ?
mohon nasehat dan semangat
jazakumulloh

Didit Fitriawan berkata…
Inilah nasehat ustadz2 kami terhadap para istri ketika daurah pernikahan di ma’had mahasiswa thaybah tahun lalu.

1. Hendaknya suami menasehati istrinya dengan ilmu dan akhlak yang baik. Agar sang istri senantiasa kembali kepada fitrah seorang wanita yang shalih.
2. Hendaknya suami bertanya secara baik2, apa yang membuat si istri menjadi seperti itu. Karena bisa jadi, istri bersikap demikian karena kesalahan suami sendiri. Kemudian diskusikan dan segera tuntaskan permasalahan.
3. Hendaknya memberikan pemahaman bahwa bagi istri…suami adalah pintu surga bagi dia.
“Lihatlah di mana keberadaanmu terhadap suamimu, karena dia adalah surga dan nerakamu.”(HR. Ibnu Abi Syaibah, dishahihkan sanadnya oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Adabuz Zifaf, hal. 179)
4. Hendaknya suami mencari penengah, bisa dari pihak istri maupun orang yang adil di antara kerabat mereka berdua.
5. Serta tak lupa memohon doa pada Allah ta’ala agar Dia membalikkan hati sang istri yang semula keras menjadi seorang yang baik akhlak dan agamanya.

Wallahua’lam…semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: