Senja di hari Jumat yang Indah…

30 11 2008
senja yang indah

senja yang indah...

Seusai shalat ashar, di tengah senja di penghujung hari Jumat yang indah, masjid Ibrahim Gebang Lor, Surabaya seakan menjadi saksi pertemuan kami dengan seorang akhuna fillah (saudara kami di jalan Allah) sesame thullabul ‘ilmi / penuntut ilmu yang telah lama kami tidak berjumpa dengannya… Abu ‘Abdirrahman Yongki Ariga as Salafy…salah seorang kakak kelas kami di jurusan Teknik Lingkungan, FTSP – ITS

Seutas senyum yang beliau berikan, seakan membenamkan segala keluh yang tersimpan…seuntai salam yang beliau haturkan, seakan melepaskan ikatan kesah yang melelahkan…

“Assalamu’alaikum, dik…!” ucapnya.

“Wa’alaikumus salam warahmatullah.” balas kami atas salamnya…

Kemudian kata demi kata seakan membasuh rasa rindu kami sesame saudara muslim thullabul ‘ilmi. Banyak yang kemudian beliau tanyakan atas kami. Banyak yang beliau rindukan atas kami. Cerita dan berita yang indah seakan beliau harapkan terdengar dari lisan – lisan kami…

Namun…

Seakan tak percaya…raut senyum yang tadi terpancar dari wajah kami, seakan berangsur sirna…entah, siapa yang menculiknya…entah, siapa yang mengambilnya…

“Ada apa, dik…???” tanya dia penuh rasa ingin tahu.

“Laa akhi, tidak ada apa – apa… hanya saja kami ingin meminta nasehat atasmu sebagaimana engkau menerima nasehat dari ustadz – ustadz pengajarmu…dan kami ingin mendengar darimu untaian Firman – Firman ar Rahman dan kalam – kalam Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam.” ucap kami.

“Sungguh akhi,ada seorang ikhwan yang tatkala syaithan tak mampu mendatanginya melalui pintu syubhat…maka syaithan akan datang melalui fitnah syahwat…dan telah jelas, bagi seorang ikhwan/laki – laki maka Fitnah Wanita-lah yang sering menghantui dirinya. Apa nasehatmu atas ikhwan ini akhi…?! Barakallahu fiyka…” pinta kami dengan penuh harap.

“Barakallahu fiykum, saudaraku…

Dik, sungguh tatkala Allah ta’ala ingin melihat keimanan seorang hamba, dia akan menguji-nya dengan suatu ujian…

Tidak ingatkah antum bahwa Dia ‘azza wa jalla berfirman…

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya … .” [QS. At-Taghaabun: 11]

‘Alqamah rahimahullahu berkata tentang ayat ini, “Yaitu, mengenai orang yang tertimpa musibah, lalu dia tahu bahwa hal itu berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dia pun pasrah dan ridha.” (Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, VIII/283).

Wahai adikku .!
Sudah barang tentu engkau akan menghadapi cobaan di dalam kehidupan dunia ini. Boleh jadi cobaan itu menimpa dirimu atau orang tuamu atau saudaramu serta keluargamu yang lain. Tetapi justru disitulah akan tampak kadar imanmu. Allah menurunkan cobaan kepadamu, agar Dia bisa menguji imanmu, apakah engkau akan marah-marah…larut dalam kesedihan…

Ataukah engkau ridha terhadap takdir Allah ?

Lihatlah adikku…betapa indahnya orang – orang terdahulu dalam menyikapi ujian. Mereka senantiasa sabar, tenang dan damai…tatkala ujian apapun yang mereka terima, justru mereka berbahagia…serta ridha atas semuanya…

Mereka tahu betapa Allah akan mengampuni dosa – dosanya…

Mereka tahu betapa Allah akan meninggikan derajatnya…

Mereka sadar betapa Allah ingin pembuktian atas kecintaannya yang selama ini ia ikrarkan…

ITULAH PARA SAHABAT NABI yang mulia beserta orang – orang yang mengikuti mereka dengan baik.

SEDANGKAN KITA…???

Diuji hanya dengan makhluk bernama wanita…??? Akankah menyerah begitu saja…???

Melepaskan iman…

Menggadaikan tawakkal…

Menenggelamkan sabar…

…???

Sungguh adikku…nama kita harum di kalangan para penduduk dunia…

TAPI TAK DIKENAL DI KALANGAN PENDUDUK LANGIT…

Sungguh adikku…bisa jadi nama kita amatlah dikenal oleh para wanita di dunia…

Akan tetapi, para bidadari surga tak merindu untuk berjumpa dengan kita…

LIHATLAH SAHABAT Hanzalah ‘Ibn Abu Amir -radliyallahu’anhu-…!!!

Ketika peperangan Uhud meletus beliau baru saja dinikahkan.

Dan tatkala Hanzalah ‘Ibn Abu Amir masuk dalam sebuah peraduan bersama istri-nya tercinta…

Sesaat kemudian beliau terjaga dari peraduannya, beliau mendengar genderang perang dibunyikan begitu kuat sekali. Melalui seorang sahabatnya beliau mendapat berita bahwa tentera Islam mendapat tantangan yang hebat. dan dalam keadaan terlalu genting.

Tanpa membuang waktu lagi Hanzalah lalu memakai pakaian perang lalu mengambil pedang. Dia menuju ke medan tempur tanpa sempat mandi junub. Beliau tinggalkan canda dan peraduan sang istri demi berangkat ke medan Jihad

Maka terjadilah pertempuran hebat sehingga banyak dari pihak Islam yang gugur syahid. Pihak musuh telah menyerang dari belakang. Akhirnya Hanzalah turut menjadi korban dalam keadaan sedang junub. Beliau meninggal dalam SYAHID-nya…

Dan sungguh…MALAIKAT – MALAIKAT ALLAH TELAH MEMANDIKAN JENAZAH-nya dengan air – air dari awan…

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-pun ridla pada-Nya…!!!

ALLAHU AKBAR…!!!

Lihatlah adikku…

Siapa kita dibanding mereka…???

Tak inginkah engkau menyusul mereka…???

Tak rindu-kah engkau dengan bidadari surga…???

Terlalu indahkah wanita – wanita dunia sehingga tatkala kau diuji dengannya, seakan telah berakhir segalanya…???

Tak harapkah engkau mati dalam sebuah kata SYAHID…???

Tak ingin-kah engkau masuk dalam jama’ah para sahabat…???

Ridla-kah engkau dengan jama’ah orang – orang yang terbuai al ‘isyq (cinta terlarang)…???

Wallahi, sungguh demi Allah…tatkala kita mati, kita akan dikumpulkan dengan orang – orang yang kita cintai…

…???

Ketahuilah wahai adikku…

Jangan kita terlalu disibukkan dengan perkara dunia…jangan kita habiskan pikiran dan hati kita sepenuhnya untuk urusan dunia…terlalu nista diri ini andai kita menjadi budaknya…menjadi hambanya…

Terlalu sayang jika hati kita, digunakan untuk berpeluh dalam menjadi hamba seorang wanita, menjadi hamba sepeser dinar dan dirham…menjadi hamba makhluk – makhluk dunia yang lainnya…

Wahai adikku, bersabarlah…

Teguhlah dalam menghadapi ujian ini…

Sungguh engkau akan tahu bahwa orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya.

“Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”. (QS. Ali Imran : 146)

Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipatgandakannya tanpa terhitung. Firman-Nya.

“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. (QS. An-Nahl : 96)

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az-Zumar : 10)

Bahkan engkau akan mengetahui bahwa keberuntungan pada hari kiamat dan keselamatan dari neraka akan mejadi milik orang-orang yang sabar. Firman Allah.

“Artinya : Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan): ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum’. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”. (QS. Ar-Ra’d : 23-24)

Sungguh engkau harus tahu bahwa Allah mengujimu menurut bobot iman yang engkau miliki. Apabila bobot imanmu berat, Allah akan memberikan cobaan yang lebih keras. Apabila ada kelemahan dalam agamamu, maka cobaan yang diberikan kepadamu juga lebih ringan. Perhatikanlah titah yang Mulia -shallallahu ‘alaihi wa sallam- ini.

“Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ? Beliau menjawab,” Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya”. (Isnadnya shahih, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023, Ad-Darimy 2/320, Ahmad 1/172)

Yakinlah adikku…

Tak sesuap nasi-pun yang masuk ke dalam mulut kita…akan masuk ke dalam mulut orang lain…

Tak seteguk air-pun yang akan masuk ke dalam mulut kita…akan diambil orang lain…

Yakinlah…seberapapun usahanya, tak seorang-pun yang akan mengambil dia andai “takdir-Nya” mempertemukan keduanya…

Dan yakinlah, jika takdir-Nya tidak mempertemukan keduanya…maka sekeras apapun usaha-nya…Tak akan pernah mereka akan berjumpa…

Maka sibukkan diri kita semua dengan ILMU wahai adikku…

Dan AMALKAN…

Dan DAKWAHKAN…

Serta takutlah pada Allah. Karena ilmu bukan-lah banyaknya dalil dan riwayat…

TAPI ILMU ADALAH RASA TAKUT KEPADA ALLAH ‘AZZA WA JALLA…(dlm. Al Fawaid, Ibnu Qayyim)”

BERSAMBUNG ke “Senja di hari Jumat yang Indah bagian 2” Insya Allah…


Demikianlah kurang lebih…nasehat yang disampaikan saudara kami, Abu ‘Abdirrahman Yongki Ariga as Salafy kepada adik – adiknya…

Semoga Allah ta’ala menjaga dia, dan mengistiqamahkan dia dan kita semua menuju Surga yang indah…bersama para Nabi, syuhada’, siddiqin, shalihin yang mulia…

Wallahua’lam


Ditulis oleh Abu ‘Abdirrazzaq Didit Fitriawan al Fitrah di sebuah senja yang indah, dari kota Surabaya.

(dengan editan tambahan seperlunya…)


Actions

Information

14 responses

30 11 2008
aboezaid

barokallahu fikum

Didit Fitriawan berkata…
Wa fiyka barakallahu…

30 11 2008
maramis setiawan

Benarlah ucapan as-shodiqul masduq yang pernah bersabda,
“Berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita”

30 11 2008
vaepink

Subhanallah…,

Renungannya…, Makasih yah

Teruslah bersabar dan istiqomah akhi…, Allah pasti akan selalu menjaga dan melindungimu… (amin)

Didit Fitriawan berkata…
Insya Allah mbak…

30 11 2008
Dalila Sadida

:cry:

30 11 2008
Dalila Sadida

eh..duh..’afwan…komen di atas komen nya afra…lupa log out-in punya didai.

Didit Fitriawan berkata…
Iya tidak papa, ukhti…

30 11 2008
Taufiq Hari Widodo

Jazakumulloh Khoiron

Antum benar, walau kita bisa melawan fitnah syubhat, tapi ada fitnah yang lebih dahsyat dari pada itu. Yaitu fitnah syahwat. Sungguh sebuah renungan buat pembaca termasuk ana yang hidup di tengah fitnah, terutama fitnah wanita.

Semoga Alloh ‘Azza Wa Jalla memberikan kita kemudahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan yang di berikan.

30 11 2008
Taufiq Hari Widodo

Afwan, ana minta izin untuk mengcopynya?

Didit Fitriawan berkata…
Silahkan akhi, asalkan disertai sumbernya juga ya.

1 12 2008
Muchamad Musyafa

Assalamu’alaikum Wr Wb

Barakallah

Syukron buat ilmunya, benar-benar menggugah

Dari seseorang yang tak sengaja mampir ke blog ini
musyafa_alqadri

1 12 2008
khodeejah

Assalamu’alayka,

bagus… ini kisah nyata kan?
subhanallooh keren banget penjelasan dari Abu ‘Abdirrahman Yongki Ariga as Salafy.

“…. Dan janganlah kamu mengikuti langkah2 setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqoroh : 168)

Ibrahim bin Sufyan : “Apabila rasa TAKUT bersemayam dalam hati seseorang, ia akan mengubah syahwat dan mengusir cinta dunia.” (Tahdzib Madarijus Salikin, I/433)

SYAIKHUL ISLAM IBNU QOYYIM AL-JAUZIYYAH BERKATA: ”BARANG SIAPA INGIN KEJERNIHAN HATINYA MAKA HENDAKLAH KAMU MENGUTAMAKAN ALLOH DARI PADA NAFSU SYAHWATNYA” .

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alayki as salam warahmatullah.
Kisah nyata ukhti…keren dan keren sekali. Semoga Allah membalas kebaikan yang banyak untuk beliau.

1 12 2008
Jericco

salam persaudaraan
be a good moslem

2 12 2008
hik_mah

subhanallah…

9 12 2008
Evataarrold

Cheers!
I made on photoshop glitter myspace banners.
take a look at them:
http://tinyurl.com/5bxl7f
Thanks a lot 4 your website ;) xoxoxo

14 03 2010
'Azmy

^_^ assalamu3alaykum

mashaAllah..
tolong sampaikanlah salam ana pada beliau
Abu ‘Abdirrahman Yongki Ariga as Salafy
dari ana.. kawan SMP dan SMU nya dulu

tolong sampaikanlah padanya…

JazaakumuLlah khayr atas nasihat ttg jihad dan tadzkiroh untuk kembali merindukan tuk beroleh syahid…

.:. “Tak harapkah engkau mati dalam sebuah kata SYAHID…???” .:.

sMoga ALlah memuliakanmu dengan syahadah di akhir hidupmu, shohiby
dan sMoga ALlah memuliakanmu di dunia dan akhirat…
aamiin

sungguh..
tiada yang lebih membahagiakan hati ini selain mendapat khabar mengenainya setelah lama tidak dngar kabar apa-apa…
tengah membahas bab jihad dan menggugah para pemuda untuk kembali merindukan untuk memperoleh syahid

Dari Abu Hurairah ia berkata: bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Barangsiapa mati dan tidak pernah berperang (di jalan Allah) dan tidak pernah bercita-cita untuknya, maka ia mati dalam salah satu cabang kemunafikan.” (HR Muslim 3533)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah s.a.w., lalu berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah pendapat Tuan,jikalau ada seseorang datang hendak mengambil hartaku?” Beliau s.a.w. menjawab: “Jangan engkau berikan padanya.” Orang itu bertanya: “Bagaimanakah pendapat Tuan, jikalau ia menyerang saya?” Beliau menjawab: “Balaslah serangannya!” la bertanya lagi: “Bagaimanakah pendapat Tuan, jikalau ia berhasil membunuh saya?” Beliau s.a.w. menjawab: “Engkau mati syahid.” la bertanya pula: “Bagaimanakah pendapat Tuan jikalau saya dapat membunuhnya?” Beliau s.a.w. menjawab: “la masuk dalam neraka.” (Riwayat Muslim)

17 02 2012
udrussalaf

“sungguh tatkala Allah ta’ala ingin melihat keimanan seorang hamba, dia akan menguji-nya dengan suatu ujian”

kalimat tersebut sangat salah dan bertentangan dengan nama dan sifat Allah ta’ala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: