Ketika Si Kecil Iritasi…

22 11 2008
tangan si imut

tangan si imut...

Wajah si kecil yang biasanya lucu menggemaskan tiba-tiba membuat kita bingung, karena tangisnya yang tak jua berhenti. Bisa jadi masalahnya adalah tidak memahami-nya kita terhadap tangisannya…Saat si kecil menangis kita sering menduga-duga penyebabnya. Mungkin dia lapar, mungkin popoknya basah, atau jangan-jangan kembung perutnya. Dan sebab – sebab di atas telah banyak kita ketahui. Namun ketika mereka mengalami iritasi…??? Sudahkah kita memahami mereka…??? di kala si kecil menanti akan belaian dan perawatan baik dari ibunda maupun ayah-nya…???

Untuk para akhwat serta ummahat yang memiliki baby seringkali menghadapi perkara yang cukup ruwet yaitu gangguan iritasi pada si kecil. Bukan berarti kami lebih pandai dan lebih mengerti tentang permasalahan ini, akan tetapi semoga sedikit tulisan ringan ini bisa bermanfaat…bagi para akhwat yang “akan menikah” atau sedang “menjalani pernikahan” sebagai seorang ibunda…

Iritasi pada kulit bayi sering terjadi, beberapa keadaan dapat menjadi pemicu terjadinya iritasi, seperti berikut ini…

* Pemakaian popok sintesis atau celana berlapis plastik yang lama tidak diganti, sering menimbulkan iritasi langsung pada kulit akibat tertimbunnya urin atau kotoran yang mengandung amonia. Tertutupnya daerah popok meningkatkan suhu maupun kelembaban di daerah lipatan bokong makin memudahkan penyerapan bahan-bahan kimia iritan tersebut. Bila berlangsung berulang-ulang pelindung kulit akan rusak, sehingga memudahkan berkembangbiaknya jamur, seperti Candida albicans.

* Pada daerah-daerah lipatan terutama pada bayi gemuk seperti daerah leher, lipat paha, lipat siku, bila terjadi penumpukan keringat yang terlalu lama maka akan mengiritasi kulit bayi. Peradangan berulang yang terjadi juga akan diperburuk dengan berkembangbiaknya jamur seperti Candida albicans.

* Bayi dengan riwayat keluarga alergi akan lebih sering dijumpai keluhan iritasi, seperti sisik halus di daerah kulit kepala akibat pemakaian produk kosmetika sampo ber-pH tinggi atau hair-lotion yang terlalu wangi. Dapat pula dijumpai hal serupa di daerah dada, punggung, perut akibat pemakaian minyak penghangat seperti minyak telon atau kayu putih yang digunakan terus-menerus di iklim panas.

* Kekeringan kulit bayi akibat pemakaian berulang sabun mandi yang mengandung antiseptik. Peradangan kronis akibat kontak bahan iritan lemah akan mempengaruhi keseimbangan flora normal kulit, dengan akibat berkurangnya daya pertahanan alamiah kulit.

* Bayi baru lahir yang mengkonsumsi susu sapi formula dengan kadar pH tinggi terkadang dijumpai kemerahan di daerah sekitar dubur.

Bagaimana mengobatinya ?

imutnya...

imutnya...

1. Terpenting adalah pencegahannya, karena bila dicermati semua faktor penyebab iritasi pada kulit bayi dapat dicegah. Umumnya kelainan kulit baru timbul bila telah terjadi paparan yang berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama.

2. Hindari sementara pemakaian popok sekali pakai atau celana berlapis plastik selama peradangan. Pakailah popok kain tipis lembut yang bahannya menyerap keringat. Cuci daerah bokong dan sekitarnya setiap bayi buang air kecil atau buang air besar dengan sabun lembut untuk bayi, keringkan dengan handuk lembut ditepuk-tepuk pelan dan jangan digosok kasar. Hindari bedak saat kulit meradang.

3. Daerah lipatan yang meradang sering dikompres dengan waslap handuk yang dibasahi air, hindari pemakaian bedak untuk sementara waktu. Daerah lipatan sering dibuka dan diangin-anginkan. Bila berkeringat segera seka perlahan dengan waslap handuk yang dibasahi air, jangan digosok lalu dikeringkan dengan handuk. Pakailah baju longgar dari bahan katun yang tipis dan mudah menyerap keringat.

4. Bila dijumpai kulit bersisik dapat diberi krim pelembab khusus bayi setelah mandi. Jangan mandi dengan air terlalu panas berlama-lama. Pakailah sabun dan sampo khusus bayi. Untuk sementara waktu hindari penggunaan bedak atau berbagai produk kosmetik untuk bayi.

5. Jangan oleskan obat salep, krim atau minyak apapun di daerah yang meradang tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

6. Yang perlu diperhatikan dalah pencegahan. Iritasi pada kulit bayi lebih sering disebabkan oleh bahan iritan yang lemah seperti keringat, urin, feses, produk perawatan kulit yang salah penggunaannya, deterjen, atau cairan anriseptik dan mungkin kitapun punya andil untuk memaparkannya. Kadang-kadang timbulnya iritasi ditunjang oleh kondisi yang cocok untuk timbulnya peradangan seperti faktor kelembaban, panas, tertutup ataupun gesekan.

Wallahua’lam…semoga bermanfaat.

ditulis oleh Al Fitrah Didit Fitriawan di keheningan malam Surabaya.

Powerred by : http://www.dechacare.com/



Actions

Information

13 responses

22 11 2008
vaepink

Informasi yang sangat bermanfaat untuk para calon ibu dan yang telah menjadi seorang ibu… :)

Makasih akhi… :)

22 11 2008
aboezaid

deuh….. dah pengen punya anak yah mas didit?
ayo ndang nikah…

22 11 2008
ghani arasyid

Ga bisa mbayangin, akhy…
belom punya momongan, belum nikah, belum lulus :(

22 11 2008
alhumairoh

waaah jadi ingat faris dan ayyub..
jazakallah khoiron katsiro, insyaALLAH ntar sy tanyakan ke ibunya, udah diperhatikan blum hal2 spt ini. ;)

smoga sang empunya blog dikaruniai putra-putri yang sholeh..

22 11 2008
mahabbahtedja

ah….
blom apah-apah, ini dah omongin si kecil.
Umi-nya dulu atuh kang!!! :D

22 11 2008
mahabbahtedja

akhy didit yang sangat saya sayangi…
saya ingat ada suatu kata yang pernah antum lontarkan ke saya. tapi apah ya?
lupa-lupa ingat…
bentar..bentar…

23 11 2008
fathimah

subhanalloh…
seorang ikhwan bisa lebih tau cara mengurus bayi daripada akhwat….

menurut ana saat di lapangan biasanya para ibu-ibu setelah memandikan bayinya langsung diberi bedak yang tebal.. alngkah baiknya jika bedak tersebut tipis-tipis aja,, karena bedak yang tebal bisa menyebabkan keringat tersumbat (dalam bahasa jawa “keringet buntet”), yang merupakan salah satu penyabab iritasi…

24 11 2008
Eko

Wajah si kecil yang biasanya lucu menggemaskan tiba-tiba membuat kita bingung, karena tangisnya yang tak jua berhenti. Bisa jadi masalahnya adalah tidak memahami-nya kita terhadap tangisannya…Saat si kecil menangis kita sering menduga-duga penyebabnya. Mungkin dia lapar, mungkin popoknya basah, atau jangan-jangan kembung perutnya. Dan sebab – sebab di atas telah banyak kita ketahui. Namun ketika mereka mengalami iritasi…??? Sudahkah kita memahami mereka…??? di kala si kecil menanti akan belaian dan perawatan baik dari ibunda maupun ayah-nya…???

KOK SEPERTINYA UDAH MENGERTI BANGET TENTANG SI KECIL YA…??? Udah nikah mas…???

Wah, istrinya pasti sayang ma “dedek” bayi-nya dan juga ayah si kecil.

24 11 2008
Afra Afifah

wah wah akh didit ^_^ sptnya dah siap banged nih? :mrgreen:

24 11 2008
Melati

Wah ga nyangka Akh Didit nulis artikel kek gini…
Sementara saya save dulu…
Syukron :-)

25 11 2008
4bu Huw@idah™

wah akh, udah ada umi untuk dedek bayinya blum nih…???
si shofi dan ‘aisyah juga kadang masih sering ‘kringet buntet” tuh…
ternyata obatnya bukan bedak ato salep apa, tapi ruangan ber-ac, soalnya waktu semaleman tidur di kemar ber-ac langsung ilang tuh kringet buntet-nya… :P

25 11 2008
mahfuzhoh

Melihat gambar genggaman tangannya saja sudah begitu merinding….
Amanah yang berat pastinya

26 11 2008
rismaka

gyahahahaahaha (yang lagi ngidam pengen nikah…)
No comment deh. Masih lama siy… (padahal tinggal 6 bulan lagim insya Allah)
Mohon doanya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: