SYAHIDKAH “THE SMILEY BOMBER” AMROZI cs…???

17 11 2008
duaarr...!!!

duaarr...!!!

Beberapa waktu yang lalu, telah dimuat dalam sebuah harian di Surabaya tentang beberapa foto trio “the smiley bomber” atau tiga bomber yang suka tersenyum… Ditunjukkan bahwa dalam harian tersebut, foto jenazah ketiga terpidana kasus bom bali I itu sedang tersenyum. Foto tersebut sejatinya pernah ditayangkan dalam sebuah stasiun TV akan tetapi harian di Surabaya tersebut menceritakan secara redaksional bahwa mereka mendapatkan dari website http://—edited—.com yang mana dalam artikelnya mereka menggunakan judul ” Asy Syahid Imam Samudra bergabung Dengan Kafilah Syuhada”

Dalam headline-nya mereka menyebutkan,” Hari ini para bidadari telah menjemput kafilah syuhada, mujahid Imam Samudra, mujahid Amrozi dan mujahid Ali Ghufron (Mukhlas). Mereka semua telah menunjukkan kepada umat ini bagaimana sikap mujahid sejati yang tetap istiqamah.”

Nash’alullaha salam wal ‘afiyah… Sungguh saudara – saudaraku, cermatilah beberapa kalimat dari website ini! Mereka dengan terang – terangan serta tegas menyatakan bahwa si Fulan syahid, syuhada’ dan dijemput oleh sang bidadari surga. Sepintas jika kita cermati, mungkin akan ada perkataan sebagian orang yang secara dhahirnya mereka melihat bahwa foto ketiga jenazah terpidana kasus bom bali I itu tampak tersenyum, maka mereka dengan mudahnya mengatakan,” Amrozi cs telah SYAHID”.

Benarkah perkataan ini…???

Beginilah memang jika perkataan semu tanpa diiringi dengan ilmu… akan terjadi ketimpang-tindihan serta kejanggalan yang nyata. Bagaikan matahari di siang bolong…!

Andai mereka tahu, apa yang diucapkan seorang ahli ‘ilmu, al faqih Muhammad ibn Shalih al ‘Utsaimin -rahimahullah- tentang bagaimana mendudukkan perkataan “Fulan Syahid”, niscaya sebagian orang pendukung trio bomber akan berpikir ulang untuk menyatakan ke”syahid”an Amrozi cs.

Pernah suatu ketika al Faqihuz Zaman Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : “Wahai Syaikh, apa hukum perkataan, ‘Fulan Syahid’…???

Maka dengan tuntunan ilmu, yang beliau ambil dari alquran, hadits – hadits yang shahih serta pemahaman para as salafuna ash shalih, Syaikh menjawab bahwa

“Menentukan syahid bagi seseorang, atau mengatakan “fulan syahid”, Ini TIDAK BOLEH kecuali yang disaksikan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau umat sepakat atas kesyahidannya. Imam ahli hadits termasyhur sepanjang zaman Imam Al-Bukhari pernah menerangkan hal ini dalam sebuah Bab,” TIDAK BOLEH MENGATAKAN SI FULAN SYAHID“. Al Bukhari berkata dalam kitab Al-Fath Juz 6 halaman. 90, yaitu,” TIDAK MEMVONIS SYAHID KECUALI ADA WAHYU“.

Beliau mengisyaratkan hadits dari Umar bin al Khattab, bahwa ketika Umar berkhutbah. “Dalam peperangan,saat kalian mengatakan bahwa si Fulan Syahid. Ketahuilah, janganlah kalian berkata demikian, akan tetapi katakanlah sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Barangsiapa mati di jalan Allah atau terbunuh maka ia syahid. (HR. Ahmad dari jalan ‘Ibnu Sirin)


Karena persaksian terhadap suatu hal yang tidak bisa kecuali dengan ilmu, sedang syarat orang menjadi mati syahid adalah karena ia berperang untuk meninggikan kalimat Allah yang tinggi. Jihad yang meninggikan kalimat Allah adalah niat batin yang tidak ada seorang-pun yang mengetahuinya oleh karena itu, tidaklah pantas tatkala mengatakan SYAHID pada seseorang tanpa ada wahyu dari atas langit.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagai isyarat akan hal itu.

Perumpamaan seorang mujahid di jalan Allah, dan Allah lebih tahu siapa yang berjihad di jalan-Nya….” [HR. Al Bukhari : 2787]

kemudian sabda beliau.

Demi Dzat diriku berada ditangan-Nya tidaklah seseorang terluka di jalan Allah kecuali datang di hari kiamat sedang lukanya mengalir darah, warnanya warna darah dan baunya bau Misk” [HR. Al Bukhari : 2803]

Karena, andai kita bersaksi atas orang tertentu bahwa ia mati syahidmaka konsekwensinya adalah kita bersaksi bahwa ia masuk surga. Dan telah jelas bahwa tidak boleh memastikan seseorang ahli surga kecuali dengan sifat atau seseorang yang disaksikan oleh Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Fatwa ini diambil dari buku Majmu’ Arkanil Islam, Bab Aqidah, hal. 208-210 Pustaka Arafah.

Dengan ini, maka menjadi jelas bahwa kita tidak boleh bersaksi bahwa Amrozi, Imam Samudra dan Mukhlas bahwa mereka mati syahid kecuali dengan wahyu dari Allah, hadits – hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau kesepakatan para ulama rabbaniyyin ahlus sunnah wal jama’ah.

Andai kita membenci mereka maka jangan pernah melaknat mereka, sebenci apapun kita padanya. Karena tidak pantas seorang muslim melaknat orang muslim yang lain. Karena Nabi sendiri yang tidak memperbolehkannya, ” …Dan barangsiapa melaknat seorang mukmin maka ia seperti membunuhnya” ( HR. Al Bukhari, Fathul Jami : 10 )


Dan andai kita membenci para trio bomber bali I, karena sifat – sifat radikal yang melekat pada diri mereka … maka cukuplah kita mendoakan mereka para trio bomber bali I agar dosa – dosa mereka diampuni oleh Allah Ta’ala serta mendoakan hidayah ke jalan Islam yang benar bagi orang – orang seaqidah dengan mereka…!

Kembalilah ke jalan islam yang mulia wahai saudaraku…! !!

Janganlah agama ini kau gadaikan dengan peledakan…!!!

Tuntut ilmu-mu sebelum kau angkat kalimat Laa Ilaha Illa Allah menuju medan Jihadmu…!!!


(ditulis oleh Hamba yang Faqir, Al Fitrah Abu ‘Abdirrazzaq)


Actions

Information

33 responses

18 11 2008
Rommy Abu Rakan

Assalamu alaikum,

Akhi Ijin copy artikel ini

Jazakalloh Khoiron,
Abu Rakan

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah.
Silahkan akhi…

18 11 2008
belejek

Setuju akhi..
AI-KMUS

18 11 2008
akodir

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
berpikir yang kritis,
hati-hati !!! media informasi dikuasai oleh non muslim.

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Insya Allah akhi…! Mahasiswa memang harus kritis. Memang kenapa dengan media dikuasai orang kafir…??? Apakah kemudian ilmu ini tak disampaikan tatkala media dikuasai orang kafir…??? Barakallahu Fiyka…

18 11 2008
Melati

jazakallah khair inponya

18 11 2008
mahabbahtedja

akhy…jika ada seseorang yang dalam pandangan kita beliau tsiqah dalam menegakkan Dien ini, berada dalam alQur’an dan asSunnah sesuai fahmi salaf. kemudian beliau maeninggal di medan pertempuran untuk menegakkan kalimat tauhid. bolehkah kita MENDOAKAN ke fulan tersebut “semoga si fulan meninggal dalam keadaan mati syahid?”


Didit Fitriawan berkata…
Jika memang secara dhahir, meninggalnya fulan tersebut benar – benar di medan pertempuran di jalan Allah, maka kita perlakukan dia layaknya dhahirnya agar darah mereka kelak bersaksi di hadapan Allah tentang kesyahidan mereka.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Barangsiapa mati di jalan Allah atau terbunuh maka ia syahid“. (HR. Ahmad dari jalan ‘Ibnu Sirin)
Sedangkan mendoakan mereka, telah jelas perkara ini tentang kebolehan seorang muslim mendoakan saudaranya. Wallahua’lam…

18 11 2008
ghani arasyid

Speechless :roll:
Ga bisa berkomentar…
Semoga ndak terjadi lagi.

19 11 2008
blogw@lker

assalamu’alaikum
ijin copas ya
makasi

19 11 2008
hamba Allah

assalamu’alaikum.tadinya saya iseng-iseng masuk ke blog ini gara-gara ingin tahu pandangan orang-orang tentang almarhum imam samudra,amrozi,muklas.tapi subhanallah, saya begitu banyak mendapatkan pencerahan tentang iman dan taqwa, fikih (dimana saya masih dangkal tentang yang satu ini), dan hikmah-hikmah lain yang yang begitu membuka pikiran dan hati saya.wassalamu’alaikum wr.wb.

19 11 2008
fachri

jazakallah atas informasinya

20 11 2008
aboezaid

sepakat akhi…
sekarang, kita tinggal mendoakan saja, semoga AMI (Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra) rahimahumullah, semoga mereka telah bertaubat sebelum ajal menjemputnya… semoga mereka ruju’ ila kitabi was sunnah ‘ala manhaji salaful ummah.
dan semoga apa yang menimpa mereka (eksekusi mati), dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berakal, sehingga tidak mengikuti kesalahan mereka di dalam “memperjuangkan Islam”.

20 11 2008
fathimah assolowy

assalamu’alaykum..
subhanalloh, sangat menyanyat hati memang,
amal tanpa disertai dengan ‘ilmu,

semoga hal tersebut dapat mendorong kita semua untuk lebih giat menuntut ‘ilmu yg shahih,

…….
sampai kapan atas nama islam, islam malah jadi korban?

barokallohu fiyk…

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaimussalam warahmatullah wabarakatuh.
Insya Allah sampai umat ini kembali kepada agamanya yang hanif ini.
wa fiyki barakallahu

20 11 2008
bayu200687

postingan yang indah akhi…
tanpa ada hujatan…
sesama muslim adalah bersaudara…

20 11 2008
mahfuzhoh

Subhanallah,
trus ana sering denger katanya orang yg meniggal karena melahirkan, pergi mencari ilmu dll juga tergolong sbg syahid. Apa ini benar ?? Jika benar, bgmn mengenai persaksian Rasulullah ? padahal itu mutlak harus ada bukan ??


Didit Fitriawan berkata…

Memang banyak terdapat hadits yang seperti anti sebutkan, akan tetapi untuk mengatakan bahwa “si Fulan syahid” tetap tidak diperkenankan. Sebagaimana sebuah vonis kafir saat seseorang telah meninggalkan shalat secara sengaja, walaupun ada hadits “Sesungguhnya yang membedakan seseorang dari Syirik dan kekufuran adalah meninggalkan shalat“. (HR. Muslim, At Tirmidzi, dari Ibn Abi Syaibah)
Apa kemudian seseorang yang telah meninggalkan shalat dengan sengaja, langsung kemudian kita vonis kafir…??? Tidak kan…???
Namun diperbolehkan bagi kita untuk mendoakan “syahid” bagi Fulan yang meninggal dalam keadaan seperti yang anti sebutkan. Wallahua’lam…
Silahkan ditanyakan kepada ustadz kembali ketika kajian.

21 11 2008
vaepink

Teror adalah segala perbuatan melawan fitrah, dan teroris adalah seseorang yang berprilaku melawan fitrah. Islam adalah fitrah manusia, maka teror dapat disimpulkan sebagai suatu perbuatan yang tidak islami… :)

Didit Fitriawan berkata…
Iya benar mbak. Teroris melawan fitrah tidak papa, tapi melawan aL FitraH…??? Jangan sampe’…!!!

21 11 2008
JoEy D`JuVe

Allah Swt Tau kok mana yang Jihad pa ngga… manusia cuma bersangka…

22 11 2008
Abdullah

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dalam kehidupan di dunia ini Allah telah banyak menunjukkan keajaiban-keajaiban untuk diambil hikmahnya. Keajaiban dalam meninggalnya Trio Bomber benar-benar nyata. Jadi janganlah ashobiyah/fanatisme golongan menjadikan penghalang untuk melihat kebenaran. Kita harus obyektif melihat peristiwa yang terjadi.
Dan saya sangat setuju dengan fatwa tentang tidak boleh nya menyatakan kesyahidan seseorang. Namun saya tidak menutup mata akan kebenaran keajaiban yang terjadi dalam peristiwa meninggalnya Trio Bom Bali.
Meski Allah lah yang paling tahu tentang kesyahidan seseorang, namun Allah memberikan tanda-tanda kesyahidan seseorang untuk dijadikan ibrah bagi manusia yang masih hidup.
Banyak hadits yang menceritakan tanda-tanda kesyahidan orang yang meninggal.
Bertobatlah wahai saudaraku… Janganlah ashobiyah / fanatisme kau jadikan penghalang untuk melihat kebenaran…

Saya memang tidak setuju dengan tindakan Trio Bom Bali. Karena memang tindakan mereka salah alamat. namun saya menghargai tujuan mereka untuk membumikan syari’at Allah di muka bumi ini. Kesalahan mereka hanya dalam strategi perang saja. Jihad belum pas diterapkan di indonesia.Karena Indonesia negeri damai. yang cocok dilakukan di indonesia (saat ini) baru taraf dakwah untuk menguatkan Aqidah yang Shahih. Masih banyak rakyat indonesia yang belum siap menerima syari’at Islam. Untuk itulah diperlukan semangat dakwah yang tinggi, semangat tholabul ilmi dan persiapan fisik untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini. Allahu Akbar…

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Barakallahu Fiykum…
Antum ini cukup aneh saudaraku…Antum mengatakan,” Saya sangat setuju dengan fatwa tentang tidak boleh nya menyatakan kesyahidan seseorang” tapi kemudian antum mengatakan agar saya bertaubat dan antum juga mengatakan agar saya tidak ashabiyyah. Sungguh keanehan yang nyata bukan…??? Antum sependapat dengan saya, tapi menyuruh saya untuk bertaubat dan tidak fanatik golongan. Aneh…
Barakallahu Fiykum…
Akhi karim…bertaubatlah. Sungguh ketika Allah menurunkan kejadian alam yang mungkin bagi antum adalah keajaiban, apakah kemudian hal ini menjadi sebuah tanda yang memastikan kesyahidan seseorang…??? Adakah Firman Allah dan Kalam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih tentang hal ini…???
Jika ada, maka datangkan kepadaku…dan saya akan kembali kepadanya…
Betapa banyak kejadian – kejadian yang aneh dan terjadi pada hari – hari biasa yang bisa jadi bagi antum itu merupakan keajaiban. Lantas, apa kemudian antum akan mencari – cari orang yang syahid…??? Biarlah akhi, alam ya alam…
Yang sedang kami bahas pada tulisan di atas adalah “TIDAK BOLEHNYA MEMVONIS SYAHID PADA SESEORANG” yang antum-pun telah menyetujuinya bukan…??? Dan sama sekali saya tidak membahas tentang kejadian alam…!!!
Maka sekali lagi wahai akhi…tidakkah jelas bagimu hadits – hadits nabi kita yang saya tuliskan…??? Kurang shahihkah bagimu tentang periwayatan hadits di atas…???
Maka bertaubatlah akhi karim, jangan engkau fanatik pada golonganmu…Tidakkah engkau mendengar Asy Syafi’ie berkata, “Idza shah’hal haditsi, fahuwa madzhabiy…!”(dlm kitab Al Majmu’ Sya’rani, I/57). “Jika ada hadits yang shahih maka itulah madzhabku.”…
Tapi setidaknya, saya ucapkan jazakallahu khairan pada antum karena udah menyempatkan membaca sedikit ilmu dari tinta para ulama’ yang ada di blog ini.

22 11 2008
Prasetyo Muchlas

syukron katsiron atas postingannya

23 11 2008
Imron

he.. he.. kok aneh…
saya liat dialog antara abdullah dengan didit. masing-masing ga mau bertaubat. kalian berdua perlu memperdalam tentang siapa thoifah manshurah yang sebenarnya?

Didit Fitriawan berkata…
He he…iya.
Memang kita semua kudu bertaubat dan selalu belajar tentang siapa ath tha’ifah al manshurah yang sebenarnya. Barakallahu fiyka…

23 11 2008
ابو سلمى الأثري

نسأل الله أن يطهر قلوبنا من النفاق, وأعيننا من الخيانة, وألسنتنا من الكذب, وأن يحفظ علماءنا ومشايخنا من كل سوء ومكروه

Didit Fitriawan berkata…
Amiiin, ya rabbunal ‘alamin.

23 11 2008
Anjas

saya ingin sekali melihat debat terbuka antara kelompok neo murji’ah (menegakkan syari’at islam hanya cukup duduk-duduk belajar Islam tanpa ada tindakan relistis) dengan neo khowarij (yang berlebihan dalam memusuhi negara). tapi kok ga pernah ada…
berdebat paling banter lewat penerbitan buku. mana mungkin akan ada kejelasan????

Didit Fitriawan berkata…
Neo Murji’ah…??? Neo Khawarij…???
istilah dari mana yang antum kutip ini, wahai saudaraku???
Bagaimana kemudian mereka berdebat. jika keduanya beramal tanpa bimbingan para ulama’ ahlus sunnah…??? Lantas dari sisi mana mereka akan menemukan kebenaran jika mereka tetap fanatik pada golongan mereka masing- masing???
Definisi neo murji’ah juga tolong diperinci lagi, wahai saudaraku… Sepertinya engkau salah menunjuk suatu golongan. Wallahua’lam.

23 11 2008
Syakur

Karomah Dalam Pandangan Syar’i
Senin, 17-11-2008 | 12:51:27 WIB

Ust.Rosyid Baasyir

Berbagai hal aneh yang terjadi bersamaan dengan meninggalnya tiga mujahid Imam Samudra, Amrozi dan Ali Ghufron membuat berbagai kalangan mempertanyakan tentang eksistensi kebenaran karomah menurut pandangan Islam.

Di antara prinsip keyakinan Ahlus Sunnah wal jamaah adalah mempercayai adanya karomah para wali Alloh Swt.yang dijadikan oleh Alloh Swt. pada mereka, berupa “hal-hal luar biasa dari berbagai macam pengetahuan dan kejadian juga berbagai kemampuan dan pengaruh”, seperti yang dikisahkan tentang umat-umat terdahulu dalam surat Al Kahfi dan yang lainnya. Juga yang terjadi pada generasi pertama umat ini dari kalangan sahabat, tabi’in dan pada seluruh generasi umat Islam. karomah akan terus terjadi pada umat ini sampai hari qiyamat.

Berbagai nash dari Al Qur’an dan sunnah yang mutawatir, juga berbagai kejadian pada jaman dahulu maupun sekarang ,menunjukkan akan adanya karomah para wali Alloh Swt. yang mengikuti petunjuk para Nabi.

Sedangkan (definisi;red)karomah adalah “hal-hal luar biasa, yang Alloh Swt. jadikan melalui tangan seorang wali dari wali-wali Alloh Swt. sebagai bentuk pertolongan kepadanya untuk urusan dien maupun dunia”.

Beda antara karomah dan mu’jizat adalah: bahwa mu’jizat dari seorang Nabi sementara karomah tidak,tetapi hanya terjadi pada para wali atau manusia-manusia pilihan Alloh Swt.
Terjadinya karomah mengandung berbagai hikmah dan manfaat. di antaranya yang terpenting adalah:

1. Karomah merupakan bukti yang jelas atas kekuasaan Alloh Swt. yang maha sempurna dan bahwa kehendak-Nya pasti berlaku. Juga membuktikan bahwa Alloh Swt. Maha berbuat apa saja yang Ia inginkan. Serta menujukkan bahwa Alloh Swt..swt. memiliki Sunnah-sunnah selain Sunnatulloh(kejadian alami) yang telah difahami oleh manusia dan diketahui ilmu-ilmu mereka. Diantara karomah-karomah tersebut adalah: kisah Ashabul kahfi (dalam surat alkahfi) dimana mereka tertidur dalam jangka masa yang sangat panjang(309 tahun) sedang jasad mereka tetap normal.Dan diantaranya pula; karomah Alloh Swt. terhadap Maryam binti ‘imron, dimana beliau selalu mendapat rizqi yang baik sedang beliau sibuk beribadah didalam mihrob tanpa beranjak meninggalkannya, hingga nabi Zakaria.as. sangat terheran dengan kejadiannya.(ali imron:37)Begitupula saat beliau mengandung nabi Isa.as. yang tanpa ayah, juga saat bersalinnya dan percakapannya dengan nabi Isa diwaktu bayi. dan lain sebagainya
2. Bahwa terjadinya karomah sebenarnya adalah merupakan bagian dari mukjizat para Nabi; karena karomah tidak terjadi kecuali berkat mengikuti sunnah dan menelusuri manhaj mereka.

Begitulah, dan bahwa karomah selalu ada dan tidak akan terputus bagi ummat ini selamanya. “kenyataan kasat mata adalah merupakan fakta yang terbenar”.

Para ahli filsafat telah memungkiri wujudnya mukjizat dan karomah, begitupula kelompok mu’tazilah dan sebagian Asy’ariah; dengan alasan bahwa karomah sangat mirip dengan mukjizat, hingga tidak dapat dibedakan keduanya, sedang argumentasi tersebut jelas tidak benar, sebab mukjizat hanya terjadi dari para nabi dan rasul sedang karomah terjadi pada para wali[1].

[1] Syarhul ‘Aqidah Al Wasithiyah, karya:Kholil Harros

Didit Fitriawan berkata…
Masya Allah…jazakallahu khairan akhi telah meng-copypaste-kan tulisan tentang adanya karomah ini.

Masalahnya lantas apakah ketiga orang bomber yang antum sebutkan itu benar – benar wali Allah.

Cermati wahai akhi, apa yang dikatakan oleh para imam ahli tafsir -rahimahullah- tentang siapa itu wali – wali Allah…

Al-Imam Ath-Thabari mengatakan, “Wali Allah adalah orang yang memiliki sifat seperti yang telah disebutkan Allah yaitu beriman dan bertakwa.” (Tafsir Ath-Thabari, 11/132)
Ibnu Katsir mengatakan, “Wali-wali-Nya adalah mereka yang beriman dan bertakwa sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah tentang mereka sehingga setiap orang yang bertakwa adalah wali-Nya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/422)

Cermati wahai akhi, apa yang dikatakan oleh Syaikh al Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- tentang siapa itu wali – wali Allah…

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Wali Allah adalah orang yang beriman dan bertakwa.” Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Mereka adalah orang-orang yang beriman dan ber-wala’ (loyal) kepada Allah. Mencintai apa-apa yang dicintai-Nya, membenci apa-apa yang dibenci-Nya, ridha terhadap apa-apa yang diridhai-Nya, murka terhadap apa-apa yang dimurkai-Nya, memerintahkan kepada apa-apa yang diperintahkan-Nya, mencegah apa-apa yang dicegah-Nya, memberi kepada orang yang Dia cinta untuk diberi, dan tidak memberi kepada siapa yang Dia larang untuk diberi.” (Al-Furqan dalam kitab Majmu’atut Tauhid, hal. 329)

Lantas apakah perbuatan saudara – saudara kita trio bomber itu telah benar – benar diridhai Allah…???

Apakah sikap yang membabi buta dan tanpa ilmu yang memunculkan ekstrimitas di dalam menyikapi kemungkaran, kemudian dikatakan sebagai wali Allah…??? Bahkan yang paling menonjol adalah dengan mudahnya mereka menjatuhkan vonis kafir terhadap pemerintah muslimin. Orang-orang yang tidak mau mengkafirkan pemerintah yang telah mereka vonis kafir tersebut juga ikut mereka kafirkan. Karena kafir maka segala aksi penentangan, teror, dan pemberontakan terhadap pemerintah tersebut menjadi sah dan halal, bahkan wajib. Yang itu semua mereka labeli dengan jihad fisabilillah. Apakah ada bencana yang lebih besar melebihi besarnya bencana pemahaman ini, wahai saudaraku…???

Apakah ini yang engkau sebut sebagai wali Allah…???

Semoga Allah ta’ala akan senantiasa menuntun ubun2 saya, antum dan teman – teman semua menuju ridha-Nya di atas ilmu dari alquran dan assunnah. Wallahu ta’ala a’lam…

24 11 2008
Syakur

Syakur :
Akhi mungkin salah alamat.. menuduh seseorang mengkafirkan pemerintah muslimin. Ahlus Sunnah tidak gegabah mengkafirkan seseorang. dan tidak akan mengkafirkan pemerintah muslim.

Didit Fitriawan berkata…
Akhi Syakur yang baik, terima kasih atas nasehat antum.
Sungguh benar perkataan antum bahwa ahlus sunnah tidaklah gegabah dalam mengkafirkan seseorang serta tidak akan mengkafirkan pemerintah muslim. Demi Allah perkataan antum ini benar saudaraku…
Akan tetapi…
‘Afwan akhi, saya tidaklah menuduh. Kenyataan-lah yang memang berkata demikian. Sedangkan realita memang harus diungkap bukan…??? Adakah itu merupakan suatu tuduhan…??? Andai saya salah alamat, lantas bagaimana dengan tulisan saudara Imam Samudra yang dikutip buletin SHOUTUL JIHADD yang beredar di kota Surabaya berikut ini…

1. ” Telah aku terima suratmu akhi, di antara gerimis hujatan dan cercaan para penguasa dzolim.”
2. ” Dari saudaramu FATIH, di antara jeruji besi penguasa kafir Indonesia.”
(Wasiat Dari Imam Samudra, dlm. Buletin Shoutul Jihadd edisi Jumat, 07 Nopember ’08 terbitan Yayasan Tafaqquh Fiddin, akta notaris 01/07/Nov/2006)

Apakah ini tuduhan belaka, ataukah memang kenyataan…??? Jika memang demikian, masihkah antum mengatakan mereka, saudara kita para bomber itu ahlus sunnah…??? Semoga Allah tuntun kita kepada hidayah sunnah yang mulia untuk menjawabnya.
Barakallahu Fiykum akhi…

Syakur :
Namun perlu ditegaskan tentang definisi pemerintah muslim itu. Apakah cukup dikatakan pemerintah muslim jika presidennya sudah muslim?
Ukuran pemerintah muslim itu bukan pada personal pemimpinnya tapi juga dibutuhkan manajemen pemerintahannya. Hukum-hukum islam juga harus ditegakkan semaksimal mungkin. Apakah hukum buatan penjajah belanda (manusia) pantas dibiarkan tegak di bumi Allah ini?sementara hukum Allah diabaikan?

Didit Fitriawan berkata…
Memang benar, sebuah negeri tidak bisa dikatakan negeri islam begitu saja walaupun penguasanya adalah seorang muslim. Namun, sebelum menge-JUDGE sebuah negeri itu kafir atau negeri muslim, maka kita kembalikan semua kepada ahli ‘ilmu. janganlah kita gegabah…

Asy Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- mengatakan…
” Keadaan negara itu disebut dengan negara kufur, negeri iman atau negeri fasiq bukanlah suatu sifat yang tetap melekat padanya. Tapi itu hanya sifat yang mendatang tergantung kondisi penduduknya saat itu. Maka setiap negara yang dihuni oleh kaum mukminin yang bertaqwa adalah negara muslim pada waktu itu. Dan setiap negara yang dihuni oleh orang-orang kafir, maka dia adalah negeri kafir pada waktu itu. Dan setiap negeri yang dihuni oleh orang-orang fasiq, maka dia adalah negeri fasiq pada waktu itu. Kalau penghuninya selain dari yang kita sebutkan tadi dengan berubah kepada yang lain, maka itu negeri mereka.”
(Majmu’ Fatawa, 18/282)

As Sarkhasi -rahimahullah- mengatakan…
“Sesungguhnya negara Islam adalah nama untuk sebuah tempat yang berada di bawah kekuasaan kaum muslimin, tandanya adalah dengan amannya kaum muslimin.”
(Syarhus Siyar, 3/81)

Syaikh Muhammad bin Ibrahim (Al Fatawa 6/ 166) , Syaikh Abdurrahman As Sa’di (Fatawa As Sa’diyyah hal.98) dan Syaikh Muhammad Rasyid Ridha (Fatawa Muhammad Rasyid Ridha 5/1918)…mereka -rahimahullah- berkata…

“mungkin negara itu adalah negara Islam walau semua penduduknya orang kafir selama penguasanya masih or­ang Islam dan menegakkan syariat – syariat Islam.”

Pendapat yang kuat-wallahu a’lam- adalah: ” Sesungguhnya patokan penilaian syari’at Islam terhadap sebuah negara adalah realitas hukum yang berlaku di negara itu, karena hukum-hukum itulah yang membedakan antara negeri Islam atau kafir. Islam dan kekufuran masing-masingnya mempunyai cabang, yang masing­ – masing cabang itu mempunyai hukum tersendiri, maka apabila berkumpul dalam sebuah negeri kadar tertentu dari cabang – ­cabang Islam dan hukum-hukumnya, maka negeri itu adalah negeri Islam. Dan kalau tidak, maka tidak.”

Hukum-hukum ini adalah kumpulan dari kondisi rakyat dan penguasa, maka tidak boleh dihukumi sebuah negara sebagai negara Islam atau negara kufur kecuali setelah melihat dua faktor (kondisi rakyat dan pengausa) ini. Bersamaan dengan itu juga mengikut sertakan kaidah-kaidah sebagai berikut:

a. Ketika dikatakan bahwa patokan penilaian terhadap sebuah negara (apaakah negara Islam atau negara kufur) adalah realitas hukum Islam yang berlaku, maka bukannya yang dimaksudkan disini iaalah penerapan seluruh hukum Islam tersebut. Karena ini adalah hal yang jarang terjadi dalam sejarah kaum muslimin kecuali di masa Nabi dan para khulafa’ur rasyidin (khalifah-khalifah yang terbimbing). Kemudian secara perlahan hukum itu gugur satu demi satu. Maka tidak ada di suatu negeri atau masa kecuali hukum Islam selalu ada yang gugur.

b. Hukum-hukum yang menjadi patokan penilaian terhadap sebuah negara (apakah dia negaraa islam atau tidak) berbeda­beda tingkatannya. yang paling agung di antaara hukum yang dijadikan penilaian itu adalah shalat. dan memang shalat patokan yang paling agung dalam menilai kondisi penguasa, khususnya dalam menilai sebuah negara.

Ini dinyaatakan dalam beberaapa hadits:

a. Dari Abu Umamah Al Bahili bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Akan lepas tali Islam seutas demi seutas, maka setiap kali terlepas seutas, diikuti oleh manusia. Dan yang pertama kali terlepas adalah hukum dan yang terakhir sekali adalah shalat.” (HR Ahmad 5251)

b. Hadits-hadits yang menyebutkan kebolehan untuk memberontak kepada para pengauasa adalah karena mereka meninggalkan shalat, karena dia (shalat) adalah batas akhir yang menyatakan seseorang itu sebagai muslim.

Dan juga bila tidak ada didengar suara adzan atau tidak didapati mesjid, maka itu menjadi tanda bahwa negeri itu adalah negeri kufur. Dan bila didengar adzan dan ditemui mesjid dan menjadi lambang negeri itu, maka negeri itu adalah negeri Islam.

Ini adalah penguatnya…

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah biasa menyerang musuh di waktu fajar akan terbit sambil mendengarkan dengan seksama suara adzan. Bila beliau mendengar adzan, beliau tidak menyerangnya dan bila tidak mendengarnya beliau menyerangnya.” (HR Muslim 1/288)

Imam Nawawi berkata: “Dalam hadits ini ada dalil yang menunjukkan bahwa suara adzan bisa menahan serangan kepada para penduduknya, karena itu tanda kelslaman mereka.” (Syarh Muslim 4/84)

Wallahua’lam…

Syakur :
Yang dilabeli kafir itu sistem pemerintahannya bukan personalnya, ustadz Didit..?. Karena kita tak tahu isi hati manusia. Kita hanya bisa menghukumi dhohirnya saja.
Adalah bencana yang besar jika ada ulama yang memelintir dalil untuk membela hukum buatan manusia.
Saya pribadi membenci tindakan Amrozi Cs. Tapi saya tidak mau membabi buta dan tanpa landasan ilmu menyikapi perbuatan mereka. Ingat… mereka masih muslim akhi… janganlah karena kebencian akhi terhadap mereka melupakan tragedi pembunuhan ummat islam secara massal di Ambon dan Poso.
Dan terakhir jangan termakan isu label terorisme yang disematkan untuk ummat islam.Semoga akhi mendapat hidayah…

Didit Fitriawan berkata…
Subhanallah akhi, bagaimana bisa antum katakan tanpa landasan ilmu dalam menyikapi perbuatan mereka…??? Cermati kembali tulisan itu, para ulama’-lah yang menjadi rujukan dalam tulisan kami. JELAS…! Lantas darimana antum menuduh saya “tanpa ilmu” dalam menyikapi tindakan mereka…???
Dan demi Allah saudaraku, saya tidak akan melupakan tragedi pembunuhan ummat muslim secara massal di Ambon dan di Poso. Namun apakah kemudian dengan demikian kita bebas melakukan pembunuhan kafir dzimmi sebagaimana yang dilakukan saudara kita Amrozi cs itu…???
Tidak wahai saudaraku…

Sungguh tuduhan bahwa ummat islam adalah teroris, itu merupakan suatu kedustaan yang disematkan oleh orang – orang kafir. Namun akhi, tentang label terorisme itu, sesalkan-lah ucapan Imam Samudra berikut ini…
“Saudaraku, bercita-citalah menjadi pembunuh orang kafir. Didiklah anak – cucu antum semua menjadi penjagal dan TERORIS bagi seluruh orang – orang kafir. Sungguh saudaraku, gelar TERORIS itu lebih mulia daripada ulama namun mereka menjadi penjaga benteng kekafiran.”
(Wasiat Dari Imam Samudra, dlm. Buletin Shoutul Jihadd edisi Jumat, 07 Nopember ‘08 terbitan Yayasan Tafaqquh Fiddin, akta notaris 01/07/Nov/2006)

Justru Imam Samudra-lah yang menyebut diri-nya sebagai teroris akhi…Na’udzubillahi min dzaliik.

Semoga kita semua dan kaum muslimin mendapatkan hidayah Allah ke jalan ahlus sunnah wal jama’ah…
Wallahu ta’ala a’lam…

24 11 2008
mahabbahtedja

SERUUU…..!!!!!
afwan akhy, belum sempat saya menelaahnya satu persatu. ada tugas UNFCC.com, laen kali saya sempatkan untuk mampir disini.

25 11 2008
rismaka

Barakallahufiikum.
Hmm.. ana agak aneh kalau banyak orang menghubungkan keajaiban alam dengan kesyahidan seseorang. Ingatkah anda tentang kisah “sang pencuri zakat” yang ditangkap oleh sahabat Abu Hurairoh radhiyallahu anhu. Siapakah dia??? ia adalah jin yang berubah bentuk menjadi sosok manusia. Bisa saja setan dari kalangan jin berusaha mengelabui pandangan manusia agar kejadian-kejadian aneh tersebut tampak seperti “keajaiban” atau “karomah”.

Saya ingin tanya, yakinkah anda bahwa itu benar2 pertanda dari Allah? Kalau anda bilang yakin, berarti anda telah mendahului Allah dalam berkata-kata. Jika anda bilang anda tidak yakin, lantas bagaimana anda bisa menyimpulkan kesyahidan seseorang berdasarkan sesuatu yang hanya dzon belaka? Ingatlah bahwa mengatakan fulan syahid adalah bahwa anda bersaksi dia akan masuk surga.

26 11 2008
aboezaid

silakan baca pula artikel di blog kami dengan tema serupa. semoga bermanfaat..

http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/11/25/jangan-gampang-memvonis-mati-syahid-sorotan-terhadap-eksekusi-armozi-cs-ghofarollahu-lahum/

tetap semnagt akhi didit..barokallahu fikum

26 11 2008
Sofyan

Teroris itu maksudnya Tentara Orang Islam alias mujahid. he.. he..

Didit Fitriawan berkata…
Ah ada – ada aja. Ya nggak-lah. He…

26 11 2008
Slamet

Saya sebelumnya ateis alias tidak percaya adanya Tuhan. Namun setelah saya iseng mengikuti pemakaman Amrozi, saya melihat salah satu keajaiban yang selama ini saya ingkari sehingga saya mulai yakin bahwa memang ada kekuatan tersembunyi di alam semesta ini. Dan saya pun masuk Islam.
Tapi secara tidak sengaja saya mampir ke blog ini. Dan dari pembahasan ini membuat saya sadar bahwa semua keajaiban yang saya lihat di pemakaman Amrozi ternyata hanya kejadian alam belaka, bukan keajaiban yang katanya datang dari Tuhan.
Terima kasih mas Didit.. saya dukung pendapatmu yang menolak klaim keajaiban di pemakaman trio bom bali. teman-teman saya di indonesia.faithfreedom.org juga tidak percaya keajaiban dalam pemakaman amrozi cs.

Didit Fitriawan berkata…
Sama – sama ya mas, saya terima kasih juga…Blog saya udah dikunjungi. Saya ngerasa kalian ini satu teman ya dengan mas – mas di atas yang banyak mengkomentari tulisan saya…??? Kalian satu kantor ya? Dari redaksi eramuslim.com…???

27 11 2008
nadyyah

akh, komentar terakhir kok sptnya aneh yah. saya sedih aja klo dnger orang mninggal. jadi cuma bisa ngdoain az. smoga benar-benar menjadi ‘syahid’

Didit Fitriawan berkata…
Benar ukhti. Mendoakan saudara muslim adalah perkara yang baik, maka lakukanlah…Wallahua’lam…

27 11 2008
nadyyah

masalah karomah ato ngga.. saya masih kurang bisa pcaya itu bisa dsebut karomah ato ngga slama blum ada referensi yg jelas & shohih.

27 11 2008
mychemicalmanhaj™

Kok semakin lama semakin ngawur ya komen-nya?

Apakah Allah dengan memang menampakkan kejaiban atau takhayul itu untuk menguatkankan iman?
Tidak!!!
Bener-bener komentar yang ndak logis…

Allah ndak butuh menampakkan hal-hal seperti itu, akhy yang baik…

Manusia mengakui adanya Allah karena hal-hal yang logis, seperti alam semesta yang maha luas ini, penciptaan manusia dan sebagainya… juga Al Qur’an yang tidak bisa dibuktikan bahwa dia adalah buatan manusia.

Wallahu a’lam…


Didit Fitriawan berkata…

Wallahua’lam akhi karim…

27 11 2008
Ciwaruga

Barrakallahu fik Mas Didiet.
@ slamet, please deh jgn bikin keruh keadaan. Gak prlu nyamar2 jg kalee.
Kalo pun anda benar2 orang atheis yg masuk Islam gara2 kejadian pemakaman amrozi cs, maka ketahuilah kebenaran Islam bukan dilihat dari hal2 spt itu. Islam adalah adalah agama yang agung, yg paling sesuai dg karakter dasar dan naluri kemanusiaan. Ajarannya indah dan pas dengan akal yg sehat. Ajarannya senantiasa sesuai bg seluruh kondisi dan zaman dan tdk ada kontradiktif di dalamnya jika kita benar2 konsisten brpegang dg dasar2 hukum yg berlaku dlm Islam. Let’s learn about ISLAM..

Didit Fitriawan berkaata…
Wa fiyka barakallahu mas Ciwaruga.

28 11 2008
Slamet

Saya bukan dari eramuslim.com. karena situs yang sering saya lihat untuk saya debat adalah eramuslim.com, maka untuk isian website saya tulis eramuslim.com begitu aja kok repot.

Didit Fitriawan berkata…
Barakallahu Fiyka akhi…

7 12 2008
jawahir

Jawahir, hehehehehe, syahid itu menyaksikan, dan salah satu nama Allah adalah As Syahid. ;-)

Di Ambon, Filipina, Selatan Thailand, Palestin, Afghanistan, dan Iraq, cuba kita perhatikan dengan teliti, mengapa dan kenapa mereka berperang.

Adakah dasarnya untuk menzahirkan Sistem Islam atau ingin mempertahankan kawasan(tanah) penganut Islam maka oleh kerana yang diperangi itu Islam atau Kristian atau Buddha atau yang lain-lain, maka status agama/kepercayaan/anutan dilaungkan, dan ini dikatakan kononnya jihad.

Kaji pada sejarah, setiap tanah yang dimenangi oleh penduduk yang beragama Islam(selepas peperangan) apa yang berlaku pada tanah itu? Adakah ditegakkan sistem Islam atau demokrasi dijadikan pilihan? ;-) Maka berperang kerana tanah atau Allah? hehehehe

p/s; di atas adalah jawapan yg diberikan oleh seorg blogger kepada saya berkaitan dengan jihad ini. Kalau ikut kefahaman sy sendiri,memang pusing sekiranya tidak bertanya.

Alhamdulillah,jawapan yg sama saya terima di sini

Salam ziarah dari bumi malaysia…mohon link bisa?. Entrinya banyak manfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: