Ketik REG PRIMBON kirim ke 9877…!!!

6 11 2008
ketik REG Bla Bla Bla

ketik REG Bla Bla Bla...

Iya, inilah kata – kata yang manis penuh dengan madu yang seringkali diucapkan mas – mas ber”blangkon” (memakai topi khas Jawa-pen) pada iklan – iklan yang tayang di layar televise. Bagi sebagian pemuda yang bertampang melas, masa depan belum jelas dan tipe pemalas…mungkin REG (spasi) PRIMBON kirim ke 9877 dan lain sebagainya iklan sejenis…merupakan angin segar yang bisa membuat karir, jodoh dan kehidupannya semakin membaik. Tapi…

Eits…! Tunggu dulu…! Tahukah sejatinya kita tentang hal – hal semacam ini? Dan sudahkah kita mengetahui hakikat mereka yang sesungguhnya…???

Sangatlah jelas bagi seorang yang mengerti tentang islam yang mulia ini akan perkara syirik modern yang dipopulerkan via handphone ini. Bagaimana tidak??? Setiap manusia hamba Allah, disarankan untuk minta bantuan dan pertolongan pada mas – mas berblangkon agar jodohnya lancer. Manusia – manusia yang setiap shalatnya mengucapkan “laa haula wa laa quwwata illa billah” justru diminta untuk mengadukan nasibnya pada mas- mas berblangkon…???

Mas – mas berblangkon yang lebih tepatnya dikatakan dukun atau tukang ramal itu memanfaatkan kelengahan orang-orang awam (yang minta pertolongan padanya) untuk mengeruk uang mereka sebanyak-banyaknya. Mereka menggunakan banyak sarana untuk perbuatannya tersebut. Di antaranya dengan membuat garis di pasir, memukul rumah siput, membaca (garis) telapak tangan,cangkir, bola kaca, cermin, dsb.

Jika sekali waktu mereka benar, maka sembilan puluh sembilan kalinya hanyalah dusta belaka. Tetapi tetap saja orang-orang dungu tidak mengingat, kecuali waktu yang sekali itu saja. Maka mereka pergi kepada para dukun dan tukang ramal untuk mengetahui nasib mereka di masa depan, apakah akan bahagia, atau sengsara, baik dalam soal pernikahan, perdagangan, mencari barang-barang yang hilang atau yang semisalnya.

Lantas bagaimana hukum orang yang mendatangi tukang ramal atau dukun? Nah jika mereka para pengirim sms mempercayai terhadap apa yang dikatakan dan disampaikan oleh si dukun, maka bisa jadi mereka jatuh dalam kekafiran, keluar dari agama Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Barang siapa mendatangi dukun dan tukang ramal, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, sungguh dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”. (HR. Ahmad: II/ 429, dalam buku Shahih al Jami’ Hadits, no : 5939)

Adapun jika orang yang datang tersebut tidak mempercayai bahwa mereka mengetahui hal-hal ghaib, tetapi misalnya pergi untuk sekedar ingin tahu, coba-coba  atau sejenisnya, maka ia tidak tergolong orang kafir, tetapi shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Barang siapa mendatangi tukang ramal, lalu ia menanyakan padanya tentang sesuatu, maka tidak di terima shalatnya selama empat puluh malam” (Shahih Muslim : IV / 1751).

Ini masih pula harus dibarengi dengan tetap mendirikan shalat (wajib) dan bertaubat atasnya.

Bagaimana dengan kepercayaan adanya pengaruh bintang dan planet terhadap berbagai kejadian dan kehidupan manusia…???

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, Ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam shalat bersama kami, shalat subuh di Hudaibiyah – Di mana masih ada bekas hujan yang turun di malam harinya- setelah beranjak beliau menghadap para sahabatnya seraya berkata:

“Apakah kalian mengetahui apa yang difirmankan oleh Robb kalian? Mereka menjawab : ” Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui”. Allah berfirman : Pagi ini di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang berkata: kami diberi hujan denagn karunia Allah dan rahmatNya maka dia beriman kepadaKu dan kafir terhadap bintang. Adapun orang yang berkata: (hujan ini turun) karena bintang ini dan bintang itu maka dia telah kufur kepadaKu dan beriman kepada bintang” (HR Al Bukhari, lihat Fathul Baari : 2/ 333).

Termasuk dalam hal ini adalah mempercayai Astrologi (ramalan bintang) seperti yang banyak kita temui di Koran dan majalah. Jika ia mempercayai adanya pengaruh bintang dan planet-planet tersebut maka dia telah musyrik. Jika ia membacanya sekedar untuk hiburan  maka ia telah melakukan perbuatan maksiat dan berdosa. Sebab tidak dibolehkan mencari hiburan dengan membaca hal-hal syirik. Di samping syaitan terkadang berhasil menggoda jiwa manusia sehingga ia percaya kepada hal-hal syirik tersebut, maka membacanya termasuk sarana dan jalan menuju kemusyrikan.

Termasuk syirik, mempercayai adanya manfaat pada sesuatu yang tidak dijadikan demikian oleh Allah Tabaroka wata’ala. Seperti kepercayaan sebagian orang terhadap jimat, mantera-mantera berbahu syirik, kalung dari tulang, gelang logam dan sebagainya, yang penggunaannya sesuai dengan perintah dukun, tukang sihir, atau memang merupakan kepercayaan turun menurun.

Mereka mengalungkan barang-barang tersebut di leher, atau pada anak-anak mereka untuk menolak ‘ain (pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang dengan pandangan matanya; kena mata). Demikian anggapan mereka. Terkadang mereka mengikatkan barang-barang tersebut pada badan, manggantungkannya di mobil atau rumah, atau mereka mengenakan cincin dengan berbagai macam batu permata, disertai kepercayaan tertentu, seperti untuk tolak bala’ atau untuk menghilangkannya.

Hal semacam ini, tak diragukan lagi sangat bertentangan dengan (perintah) tawakkal kepada Allah. Dan tidaklah hal itu menambah kepada manusia, selain kelemahan. Belum lagi ia termasuk berobat dengan sesuatu yang diharamkan.

Berbagai jimat yang digantungkan, sebagian besar dari padanya termasuk syirik jaly (yang nyata). Demikian pula dengan minta pertolongan kepada sebagian jin atau setan, gambar-gambar yang tak bermakna, tulisan-tulisan yang tak berarti dan sebagainya. Sebagian tukang tenung (sulap) menulis ayat-ayat Al Qur’an dan mencampur-adukkannya dengan hal lain yang termasuk syirik. Bahkan sebagian mereka menulis ayat-ayat Al Qur’an dengan barang yang najis atau dengan darah haid. Menggantungkan atau mengikatkan segala yang disebutkan di atas adalah haram. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi wasallam :

“Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka dia telah berbuat syirik [HR Imam Ahmad :4/ 156 dan dalam silsilah hadits shahihah hadits No : 492].

Orang yang melakukan perbuatan tersebut, jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu bisa mendatangkan manfaat atau madharat (dengan sendirinya) selain Allah maka dia telah masuk dalam golongan pelaku syirik besar. Dan jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu merupakan sebab bagi datangnya manfaat, padahal Allah tidak menjadikannya sebagai sebab, maka dia telah terjerumus pada perbutan syirik kecil, dan ini  masuk dalam kategori syirkul asbab.

Nah, akhir kata…semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua agar tidak mudah – mudah untuk mengirimkan REG (spasi) PRIMBON dan sejenisnya ke 9877. Lagian, daripada dibuat mengirimkan begituan, mending pulsa handphone kita digunakan untuk hal – hal yang bermanfaat saja…

Wallahu ta’ala a’lam…Didit Fitriawan al Fitrah


Actions

Information

34 responses

6 11 2008
blogw@lker

assalamu’alaikum
emang ga guna bgt yg sprti itu & yg sejenis’a. <weh 5 hari ga da posting baru, sibug ya mas?)

Didit Fitriawan berkata…
wa’alaikumussalam warahmatullah. Iya, maaf Bu. Sedang banyak tugas kuliah.

6 11 2008
mawar_putih

assalamu’alaikum….

mudah2an tulisan mas didit bisa bermanfaat untuk semua agar kita dapat terhindar dari hal2 yang syirik….. amiin

semoga ALLAH selalu memberikan ridho dan menjadikan mas didit seseorang yang dapat membuat semua orang ingat kepadaNYA…. n’ selalu dalam naungannya…. amiin

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah. Amiiin, insya Allah dengan izin Allah.

6 11 2008
mawar_putih

assalamu’alaikum

wah…. mas didit tulisannya berguna sekali untuk semua orang….

6 11 2008
awisawisan

assalaamu’alaykum

a’udzubillaah…
na’am,
menjamur sekali yg seperti ini…
semoga kita semua dijauhkan dari segala bentuk syirik…

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah.
Iya, amin…

6 11 2008
kodir

bagaimana dgn teman2 kita yang terjerat dengan hal ini???
apakah MUI tidak ikut campur masalah ini, ini malah lebih dahsyat dosanya dari makanan haram.

Didit Fitriawan berkata…
Dinasehati saja akhi…tentang keharamannya, tentang ancaman dan dosanya…dan kita harapkan ada anggota MUI komisi fatwa yang membaca tulisan ini agar mereka menanggapi positif dan segera mengeluarkan fatwa menghentikan operasi sms – sms seperti ini…

6 11 2008
bayu200687

kirim aja tulisan ini ke MUI akh…

6 11 2008
bayu200687

kirim aja tulisan ini ke MUI akh…

*the name is also effort.. (namanya juga usaha) :mrgreen:

6 11 2008
bayu200687

hayyah, ke klik…jadi 2 deh
hattrick ajah sekalian!!! :D

Didit Fitriawan berkata…
Wah iya yah…saya kirimkan saja pada MUI ya? Tapi caranya gimana akhi?

6 11 2008
puji hantoro

Assalamu’alikum warohmatullah,
maaf sebelumnya salam kenal, nama saya puji,
alhamdulillah newsfeeds kumpulan situs sunah, selalu saya baca.
saya mau tanya, misalkan saya selalu kerja dengan memakai kalung kesehatan dan korset yg disarankan pakar kesehatan, apakah dibolehkan?
maaf saya berkeyakinan bahwa manfaat alat tersebut semata2 dari ALLAH,
Jazakumullah khoir,
Wassalamu’alaikum warohmatullah.

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Jika memang itu adalah kebutuhan medik yang harus anti kenakan agar membantu kesehatan antum, insya Allah tidak apa – apa. Demikian yang pernah saya dengarkan dari asatidz kami di sini. Wallahu ta’ala a’lam…
waiyyaka amiiin, akhi Puji.

7 11 2008
ibnu hasan

jazakallah atas tulisannya
insya Allah sangat bemanfaat

7 11 2008
na

assalamualaykum…
moga tulisan2mu bermanfaat ya…
salam kenal

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah…
Insya Allah, amiiin.

7 11 2008
ghani arasyid

Tapi kalo menurut saya mah itu bohong-bohongan aja…
Penipuan oleh si penggagas acara tersebut.

7 11 2008
Zainal

assalaamu’alaikum

a’udzubillaah…
na’am,
Yaa.
sekarang dukun sudah kehilangan banyak job dari para pemujanya
jadi sekarang mereka yang mendatangi orang-orang yang sudah jauh dari Allah…. untuk dijadikan korban sehingga job jalan lagi..
Bahaya dukun sudah masuk rumah dan kamar-kamar kita waspadalah!!!
semoga kita semua dijauhkan dari segala bentuk syirik

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah.
Antum benar akhi…

7 11 2008
65

Hal seperti inilah yang harus banyak mendapat sorotan tajam jika ingin ada perbaikkan ummat….

Didit Fitriawan berkata…
Benar ukhti…

7 11 2008
mazamier

semoga para “ulama” di MUI diberi hidayah oleh Allah di atas manhaj Salaf. amin…juga kepada para pemimpin negeri ini…agar Syari’at islam yg Kaffah bisa tegak di negeri ini, tanpa adanya pelanggaran thd hak Allah…
teruslah berdakwah…membersihkan Syirik dan bid’ah kepada umat wahai saudaraku..

Didit Fitriawan berkata…
Amin akhi, insya Allah.

8 11 2008
Aris D. Wicaksono

Assalamu’alaikum

Bagus isinya..Siip Akhi

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah.
Alhamdulillah akh…Nuhun yak!

8 11 2008
Asih

Assalamu”alaikum!
Salam kenal Akhi,jazakalloh artikelnya.

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah.
Salam kenal juga, mbak. Waiyyaki ahsanal jaza’…

10 11 2008
Fikri Faris

tulisan antum mencerahkan ummat, insyaAllah.
ada anekdot yg ana pernah dapet soal ini.

dukun: mas, sampeyan wetonnya apa?
pemuda: kamis pahing
dukun: wah, ga cocok jadi tukang sapu, kamu jadi pdagang aja bisa sukses.
pemuda: iya to mbah?..lha kalo mbah wetonnya apa?
dukun: sabtu kliwon
pemuda: kalo sabtu kliwon cocoknya kerja apa mbah?
dukun: penipu.

:D
salam kenal!

Didit Fitriawan berkata…
Insya allah akhi, biidznillah. Masya Allah, sungguh lucu anek dot itu… ^_^ Semoga para dukun membacanya…!

10 11 2008
Fikri Faris

oh ya, yang tadi cuma anekdot, kalo ada yg wetonnya sabtu kliwon jangan tersinggung yaa, hihihi :P

10 11 2008
herr

saya prihatin dengan kondisi kaum muslimin di zaman ini. sungguh bodoh kuadrat orang yang tanpa pikir panjang lagi mengirim sms ke layanan sms berbau kesyirikan tersebut.

10 11 2008
Areep

yah itulah kita hidup dinegara yang memang mayoritas masyarakatnya seperti itu, lebih percaya dengan hal-hal mistik yang belum tentu juga terbukti kebenarannya. ibaratnya “kerja sedikit, hasil banyak”

terlihat program seperti itu makin banyak membuktikan masyarakat kita ternyata makin banyak yang menggunakannya.
mending tuh pulsa yang kepotong dihibahkan kepada saya hahaha

11 11 2008
bayu200687

@Fikri Faris
keerrreeennzzz tuh anekdotnya
kyahahaha :mrgreen:

oh ya mas didit, mungkin bisa tulis surat biasa ke mui pusat langsung, atau melalui perwakilan mui di tiap2 daerah.
di website mui sendiri, sepertinya memang tidak ada space untuk hal seperti ini. mungkin bisa melalui space ‘pertanyaan’ http://www.mui.or.id/node/add/answers

11 11 2008
bayu200687

@Fikri Faris
keerrreeennzzz tuh anekdotnya
kyahahaha :mrgreen:

oh ya mas didit, mungkin bisa tulis surat biasa ke mui pusat langsung, atau melalui perwakilan mui di tiap2 daerah.
di website mui sendiri, sepertinya memang tidak ada space untuk hal seperti ini. mungkin bisa melalui space ‘pertanyaan’ http://www.mui.or.id/node/add/answers
atau bisa juga http://www.mui.or.id/guestbook
atau http://www.mui.or.id/contact

Didit Fitriawan berkata…
Terima kasih, jazakallahu khairan katsiro mas Bayu…nanti akan saya coba mengirimkan ke MUI.

11 11 2008
abdul aziz

naudzubillah…
semoga mereka diberikan hidayah dari Allah agar insyaf dari perbuatan tercela itu.

11 11 2008
agungfirmansyah

Ketik Rek sepasi Agung kirim ke 120500007X

Dijamin ga ada jaminan :grin: .

Aneh-aneh aja orang sekrang ya…
Syirik2an aja bisa dijual.

Ayo kita ramaikan jagat maya ini dg ilmu2 yg bermanfaat. :grin:
Kita kalahkan konten2 yg ga baik seperti itu. :cool:

12 11 2008
umybilqis

say no to syirik….

12 11 2008
achoey

ketik dzikir spasi ikhlas kirim ke Alloh SWT
letik ikhtiar spasi syar’i jauh lebih indah

13 11 2008
Abu Muhammad

Assalamu’alaikum,

Mas Didit Jazakalloh , mudah-mudahan bisa menjadi pencerahan bagi mereka yang terjerumus, dan semoga MUI bisa mengeluarkan fatwa haram … setelah rokok..

salam kenal


Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah.
Waiyyakum, ya Abu Muhammad. Salam kenal juga ya…

13 11 2008
diaryeki

emang tuh sudah sepantasnya dilarang tampil iklannya ..
merusak moral aja!

14 11 2008
mazarief

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tulisan Mas Didik sangat bagus nih buat orang-orang yang lalai/jahil. Dan pastinya kita memang harus mewaspadai hal ini, dan bersegera menjauhinya.

Tapi Mas, ada sedikit pertanyaan tentang tulisan mas; Manusia – manusia yang setiap shalatnya mengucapkan “laa haula wa laa quwwata illa billah” justru diminta untuk mengadukan nasibnya pada mas- mas berblangkon…???”…

Mungkin bisa sedikit dirubah misal Manusia – manusia yang setiap shalatnya mengucapkan “iyya kana’budu wa iyya kanas ta’iin” justru diminta untuk mengadukan nasibnya pada mas- mas berblangkon…???

Hal tersebut diatas (“laa haula wa laa quwwata illa billah”) sepertinya tidak ada dalam bacaan diwaktu shalat. Lain halnya di waktu berdoa.

Sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf dan mohon koreksinya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Subhanallahu…jazakallahu khairan akhi mazarief. Maksud saya adalah kata itu memang…alhamdulillah antum mengingatkan dan ini sekaligus RALAT atas tulisan di atas. Sekali lagi matur nuwun, terima kasih mazarief…

14 11 2008
Agung

assalamu’alaikum

jazakallah khair artikelnya mas…..

sekarang memang media lebih banyak mengutamakan materiil dari pada akhlak umat

semoga tulisan ini dapat dijadikan renungan bagi penyedia media informasi tersebut

14 11 2008
Melati

Iya akh, keknya semakin hari sms ramal semacam itu semakin banyak…
Padahal kata temen, yang entah dari mana bisa tau, masing2 orang tuh ga dapet sms special/customized, cuma ada beberapa variasi, katakanlah 50 ato 100, dan dikirim secara acak…gitu. Bukan cuma syirik, tapi nipu juga…astaghfirullah…

26 11 2008
Nu

kasian tu si om primbon…(lebih kasian lagi yang meranin pasiennya…melasss banget… :mrgreen: ) yang sempet2nya ngabisin pulsa ngirim sms ke situ juga kasian… kasian semua yang ikut2n… operatornya juga…org bodoh dibodohi orang bodoh…berasal dari bodoh-membodohi…jadinya bodoh2an…ujung2nya bodoh….(halah…gak jelas gini… :mrgreen: )

4 12 2008
syukur

assalamualaikum. mas didit, boleg ga aq copy artikelnya untuk blog aq.

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Silahkan mas Syukur, asalkan dicantumkan penulis dan sumbernya ya. Terima kasih, barakallahu fiykum…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: