Aku Haturkan Ini Untukmu Akhi…

29 10 2008
untukmu akhi

untukmu akhi...

‘Abdullah Ibnu Mas’ud berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah ‘alaihi ash shalatu wa sallam, ” Ya Rasulullah…amalan apakah yang paling dicintai Alloh?” Beliau menjawab, “Mendirikan sholat pada waktunya,” Aku bertanya kembali, “Kemudian apa?” Jawab Beliau, “Berbakti kepada orang tua,” lanjut Beliau. Aku bertanya lagi, “Kemudian?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Alloh.” (HR. Al Bukhari no. 5970).

dari untaian hadits di atas…

1. Maka LIHATLAH SHALATMU wahai akhi…sudahkah engkau melangkah ke masjid berjama’ah (laki-laki)…??? Sudahkah di awal waktu??? Sudahkah di waktu yang disyariatkan???
“Barangsiapa mendengar adzan, kemudian tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya kecuali ia memiliki udzur/halangan”(HR. Ibnu Majah no. 793, Al Hakim I/245 dan Al Baihaqi III/174)

bahkan…tatkala MERANGKAK adalah satu – satunya cara untuk mendatangi shalat ja’maah di masjid, MAKA LAKUKANLAH…!!! Demi sebuah keutamaan yang engkau tak akan pernah tahu berapa dan betapa besarnya…

“Seandainya kalian mengetahui keutamaan yang ada pada shalat jamaah Isya dan Shubuh niscaya kamu mendatanginya meskipun dengan merangkak.” (HR. Al Bukhari dan Muslim, hadits no. 1079 pada Kitab Riyadush Shalihin)

2. Maka lihatlah BAKTI & SAYANGMU PADA AYAH – BUNDAMU wahai akhi…Sudahkah mereka tersenyum karena baktimu…??? Sudahkah mereka berbangga karena akhlakmu…??? Sudahkah kau tenangkan hatinya tatkala mereka merindukanmu…??? Sudahkah mereka kalian sayangi melebihi sayang kalian pada bidadari yang mendampingimu…??? Sudahkah peluh mereka engkau balas dengan doa…??? Sudahkah didikan mereka engkau balas dengan cinta…???

Pandang Ibundamu akhi…!!! Tatap wajahnya…

Sebelum beliau beranjak tua, cium tangannya…cium pipinya dengan sayang…haturkan kata menyejukkan setiap bertutur padanya…tenangkan hatinya dengan kepulanganmu…tenangkan hatinya dengan doa – doamu…

Pandang ibundamu akhi…!!! Tatap wajahnya…

Sebelum beliau beranjak dari dunia, buatlah beliau ridha padamu…dengarkan nasehat dan pintanya padamu…jadikan beliau bangga mendidik putra sepertimu… dan jadikan beliau tidak menyesal membesarkanmu…

Dan tatkala…beliau telah tiada…

HATURKAN DOA TULUSMU PADANYA… DI SETIAP KAU TERSUNGKUR DALAM SUJUDMU…

DOAKAN SURGA FIRDAUS UNTUKNYA… AGAR IA BISA BERTEMU DENGAN WANITA MU’MINAH YANG LAINNYA…

MENANGISLAH MEMOHON TEMPAT TERINDAH BAGINYA…

karena sungguh… sekali saja jerit tangis beliau tatkala melahirkanmu, tak akan pernah bisa engkau balas dengan sesuatu apapun…!!!

Jangan sekali – kali kau buat beliau kecewa… Jangan sekali – kali kau buat beliau murka… dan jangan sekali – kali kau buat beliau terluka…

INGAT AKHI…!!! kau tak akan pernah bisa lari dari doa orang yang terdzalimi…apalagi dia adalah wanita yang telah mengandungmu dengan payah, melahirkanmu dengan susah, merawatmu tanpa berkeluh kesah…

tatkala beliau murka…maka CELAKA ENGKAU…!!!

dan ayahmu akhi…

Ikhlash-nya mencari nafkah, tegarnya menjaga keluarga serta tanggung jawabnya… TAK AKAN PERNAH MAMPU TERBALASKAN APAPUN KECUALI DOA DAN BAKTIMU PADANYA,,,setelah baktimu pada Ibundamu.

Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya. Kakeknya ini berkata, Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, kepada siapa aku harus berbuat baik?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Aku bertanya lagi, “Kemudian siapa?” “Ibumu,” jawab beliau. “Kemudian siapa setelah itu?” tanyaku. “Ibumu,” jawab beliau. “Kemudian siapa?” tanyaku lagi. Baru beliau menjawab, “Ayahmu.” (HR. At-Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dalam Ash-Shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Datang seseorang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling pantas untuk aku bergaul dengan baik kepadanya?” Beliau menjawab, “Ibumu.” “Kemudian siapa?” “Ibumu.” Kemudian setelahnya siapa?” “Ibumu.” Untuk kali berikutnya orang itu kembali bertanya, “Lalu siapa?” “Ayahmu,” jawab beliau. (HR. Al Bukhari – Muslim, Shahih)

3. Maka lihatlah KESUNGGUHANMU DALAM ILMU

Ibnu al Qayyim menjelaskan…dalam buku beliau…Zaadul Ma’aad Fii Hadyi Khoiril Ibaad 3/5 – 11

Jihad melawan diri sendiri (hawa nafsu), dan hal ini terbagi lagi menjadi empat tingkatan

a. Berjihad dalam menuntut ilmu agama yang tidak akan ada kebahagiaan di dunia dan di akhirat kecuali dengannya. Barangsiapa yang ketinggalan ilmu agama maka dia akan sengsara di dunia dan di akhirat.

b. Berjihad dalam mengamalkan ilmu yang dia pelajari, karena ilmu tanpa amal jika tidak memadharatkannya, minimal ilmunya tidak bermanfaat.

c. Berjihad dalam dakwah (menyeru manusia) kepada ilmu tersebut dan mengajarkannya kepada yang tidak tahu. Jika tidak, maka dia termasuk orang yang menyembunyikan ilmu yang telah diturunkan Allah dan tidak akan bermanfaat ilmunya serta dia tidak akan selamat dari adzab Allah.

d. Berjihad dalam bersabar menghadapi rintangan di jalan dakwah serta gangguan manusia karena Allah.

Jika seorang hamba telah menyempurnakan keempat tingkatan ini, maka dia tergolong Robbaaniyyiin (orang-orang Robbani). Para salaf dahulu telah sepakat bahwa seorang alim tidak bisa dikatakan Robbani hingga dia tahu kebenaran, lalu mengamalkan dan mengajarkannya. Barangsiapa yang mengetahui (kebenaran) lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya, maka dia akan tersanjung dikalangan para penghuni langit.

Sungguh akhi…aku haturkan ini untukmu demi kebaikanku dan kalian semua…


Barakallahu Fiykum, dari Al Fitrah Abu ‘Abdirrazzaq.


Actions

Information

23 responses

29 10 2008
aboezaid

جزاكم الله خيرا يا أخي

29 10 2008
vaepink

Subhanallah… :)

29 10 2008
teguh

subhanallah..saya nanis ketika baca tetntng kedua orang tuaku..aku tahu belum bisa membahagiakan mereka..maafkan aku bu, maafkan aku pak…

29 10 2008
Abu Shafy Al-Fasitany

Untukq juga kan? Jazakallahu khoir..
Semoga Allah menjagamu saudaraq..

Didit Fitriawan berkata…
Untuk saya, antum dan semua saudara2 kita…Waiyyaka ahsanal jaza’

29 10 2008
fulan

subhanallah..
mending g usah pakai smiley akhi…
biar lbh islami..

Didit Fitriawan berkata…
Gitu ya akh…??? Insya Allah deh nanti saya usahakan.

29 10 2008
Ahmad

Barakallahu ‘alaikum

Didit Fitriawan berkata…
Wa ‘alaika barakallahu, ya akhuna ahmad…

29 10 2008
ghani arasyid

Jazakallahu khoir…

Postingan simple tapi serius.

30 10 2008
herr

alhamdulillah, semoga Allah Ta’ala senantiasa memudahkan langkah kita semua dalam menapaki tahapan demi tahapan tingkatan tersebut.

jazakallah khair atas postinganya akh…


Didit Fitriawan berkata…
Waiyyakum, akhi…

30 10 2008
bayu200687

jadi inget sebuah tulisan yg aku buat untuk ibuku…
ah…entahlah…entah kapan aku bisa memberikan tulisan itu untuk beliau…

31 10 2008
abu umar

subhanaALLAH…
pepatah mengatakan “kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak hanya sepenggalan”
ma kasih akh didit untuk postingannya, cukup menyentuh…

Didit Fitriawan berkata…
Alhamdulillah akhi, bi idznillah…Allah menggerakkan tangan nista ini untuk menulis secuil hal yang semoga bisa bermanfaat bagi penulis dan teman2…

31 10 2008
achoey

Akhi
Aku salut padamu :)

31 10 2008
nAsruni

wa ana akhukum fillah,
jazakallah wa barakalah akhi…

31 10 2008
abu ahmad (bosspulsa.com) ar-rifa'i

Astaghfirullooh… bisnis telah menyibukkan saya dan mungkin juga anda, setelah terjun bisnis membuat aku sedikit berkurang.
Semoga Allaah.. memberikan kelancaran urusan yang paling penting yaitu : Akhiratku, dan Allaah juga memberikan sekedar kelancaran duniaku.
Semoga Allaah mengampuni kita semua.

Saya mohon do’a dari kawan – kawan (ikhwan) semua ya?

1 11 2008
mahabbahtedja

bunda saya akhi….
kemaren, saya menangis di hadapan beliau.

sungguh, semoga tidak menjadikan beliau merasa kecewa serta murka kepada saya.

1 11 2008
ahsinmuslim

kata terangkai dengan kata
membentuk kalimat-kalimat peneguh jiwa.
dan saat lisan ini membacanya
maka gerimislah hati ini.
ingat noda-noda yang terbentuk dalam jiwa
karena lalai dan tidak tahu.

sukron Akhi,
hanya itu yang bisa saya ucapkan untuk Akh Didit.

salam persaudaraan!!!

1 11 2008
herumy

subhanalloh…
aku salut pada tulisan akhi,, mg bermanfaat, bisa membuka dan menyadarkan kita untuk lbh menumbuhkan rasa sayang kita, rasa bakti kita pd ALLAH dan pada ke 2 org tua kita,… saya tunggu tulisan berikutnya,,,,

3 11 2008
fachri

Alhamdulillah aku dah di ingatkan, Insya Allah dg izin Allah menjalankan semua itu, amiin

3 11 2008
mahfuzhoh

Subhanallah…Bunda ??? (sosok yg satu ini sungguh luar biasa)

Didit Fitriawan berkata…
Dan anti-pun akan menjadi seorang ibunda insya Allah. Amiiin…

3 11 2008
l5155st™

Untuk semua saudara – saudaraku… ‘afwan/maaf. Semoga lain waktu Allah akan mempertemukan kita di atas jalan kebenaran yang pernah dilalui oleh Rasulullah serta para salaf yang shalih…

21 02 2009
shofiyah

Pandang Ibundamu akhi…!!! Tatap wajahnya…

Sebelum beliau beranjak tua, cium tangannya…cium pipinya dengan sayang…haturkan kata menyejukkan setiap bertutur padanya…tenangkan hatinya dengan kepulanganmu…tenangkan hatinya dengan doa – doamu…

iyah..,
ibu ibu ibu..,
Sudahkah..,

21 02 2009
kholilah

Subhanalloh..Begitu menyentuh sekali tulisan anta.

*admin sobmud kah?

Barokallohufiikum

Didit Fitriawan berkata…
Wa fiyki barakallahu.
Iya benar, saya admin Sobat Muda. Salam kenal…

22 02 2009
Rizki Aji

makin terasah nih si bos yg 1 ini..

23 02 2009
l5155st™

Yeee… :)

alhamdulillah maz!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: