Menguntai Nasehat untuk Pemimpin Ummat

21 10 2008
untaian...

untaian mutiara...

Oleh
Shalih bin Fauzan Al-Fauzan


Pernah suatu ketika di HP kami masuk sebuah SMS, ” Akhi, kenapa kita tidak diperbolehkan mengkritik pemerintah??? Padahal Indonesia kan bukan negara khilafah.” Kurang lebih demikianlah bunyi SMS tersebut. Setelah panjang lebar, akhirnya terjawablah pertanyaan itu…dan untuk sekadar review sebagai muraja’ah, akan kami tuliskan jawaban Asy Syaikh Shalih Fauzan al Fauzan -hafizhahullah- tentang bagaimana cara mengkritik / menasehati pemimpin berikut ini…


Pertanyaan.
Fadhilatus Syaikh, dien adalah nasihat. Dan nasihat merupakan salah satu dasar Dienul Islam. Namun kendati begitu kami masih menemukan kendala khususnya yang berkaitan dengan hakikat nasihat kepada penguasa dan batasan-batasannya. Bagaimanakah caranya memberi nasihat kepada penguasa dan fase-fasenya. Problematika yang sangat serius adalah tentang merubah kemungkaran dengan tangan (tindakan). Sudikah anda mejelaskan persoalan ini ?


Jawaban.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan hal ini, beliau bersabda.

“Artinya : Dien adalah nasihat,. “Kami bertanya : “Bagi siapa ?” Beliau bersabda: “Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, penguasa kaum dan segenap kaum muslimin”

Nasihat bagi penguasa kaum muslimin adalah dengan mentaati mereka dalam perkara ma’ruf, mendoakan mereka dan menunjuki mereka jalan yang benar serta menjelaskan kekeliruan yang mereka lakukan supaya dapat dihindari. Dan hendaknya nasihat itu diberikan secara rahasia, empat mata antara si pemberi nasihat dan penguasa tersebut. Nasihat kepada penguasa itu juga dapat diberikan dalam bentuk melakukan isntruksi-instruksi yang diserahkan melalui aparat yang diangkat penguasa dan orang-orang yang diberi kewenangan olehnya. Yaitu melakukannya dengan amanah dan ikhlas. Ini juga termasuk bentuk nasihat kepada penguasa kaum muslimin. Demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

“Artinya : Barangsiapa melihat sebuah kemungkaran hendaklah ia ubah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka bencilah kemungkaran itu dalam hatinya”.

Maksudnya, kaum muslimin terbagi menjadi tiga kelompok :

Pertama.
Yang memiliki ilmu dan kekuasaan, maka mereka berhak merubah kemungkaran dengan tangan (tindakan), seperti pemerintah dan aparat-aparat yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar. Merekalah yang berwenang merubah kemungkaran dengan tangan melalui proses hukum syar’i.

Kedua.
Yang memiliki ilmu tapi tidak memiliki kekuasaan. Kelompok ini hendaknya merubah kemungkaran dengan lisan. Yaitu dengan menjelaskan kepada umat manusia hukum halal dan haram, ma’ruf dan mungkar. Ia berhak menganjurkan kepada yang ma’ruf, melarang, memberi bimbingan dan menasihati, semua itu termasuk mengingkari kemungkaran dengan lisan.

Ketiga.
Seorang muslim yang tidak memiliki ilmu dan tidak pula memiliki kekuasaan. Kelompok ketiga ini cukuplah membenci kemungkaran dan pelakunya dalam hatinya. Menjauhkan dirinya dari kemungkaran dan pelakunya.
Itulah tingkatan amar ma’ruf nahi mungkar.

[Disalin dari kitab Muraja’att fi fiqhil waqi’ as-sunnah wal fikri ‘ala dhauil kitabi wa sunnah, edisi Indonesia Koreksi Total Masalah Politik & Pemikiran Dalam Perspektif Al-Qur’an & As-Sunnah, hal 73-75 Terbitan Darul Haq, penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari]


Actions

Information

14 responses

21 10 2008
rismaka

Assalamualaikum…
OOT: akhi, di bagian bwh postingan ini ada (entah apa namanya) “pissibly related post”, dimana wordpress scr otomatis mnampilkan postingan dr blog lain yg berkaitan dg postingan antum.
Coba amati, ada blog pembawa syubhat dsitu. Ahsan jika desain tema blog antum diganti.

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.
Gitu ya, akhi…Insya Allah nanti akan saya pertimbangkan lagi. Jazakallahu khairan.

22 10 2008
l5155st™

Untuk akhi Rismaka…terima kasih saran antum. Dan alhamdulillah sekarang bisa menjadi lebih baik dan relasi dengan potingan orang lain sudah saya hapus.

Semoga kelak tidak khilaf lagi…

23 10 2008
achoey

Sahabat
kuharap kau ada di sampingku yg sering khilaf

23 10 2008
Menik

nasehat dan kritik itu membangun :)

Apa kabar mas Dit ?
maafkan saya yang baru memulai kegiatan blogwalking :)

Didit Fitriawan berkata…
Baik Bu Menik alhamdulillah.

24 10 2008
rismaka

Assalamu’alaikum
Gimana ujian? lagi sibuk ya?

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumsalam warahmatullah.
Baik akhi, iya…sibuk sekali. mau posting lagi trauma, takut disebut blog pencari perhatian akhwat lagi…

24 10 2008
Ajaran

Wa’alaikumussalam

Mengapa muslim selalu dikotakkan?? Mana keadilan buat kami muslim dan muslim lainnya?

Didit Fitriawan berkata…
Insya Allah dalam waktu dekat atau lama, Allah ta’ala pasti akan menyelamatkan umat islam pak… Selagi mereka tidak syirik, tidak melakukan ajaran tanpa tuntunan serta tidak banyak bermaksiat.

24 10 2008
tren di bandung

islam dihadirkan ke dunia agar peradaban ini tertuntun. dimana kita berjalan atas segala sesuatu yang telah Allah susun. di lauhul mahfudz dan kemudian turun secara beruntun. membuat kehidupan ini indah seindah pagi yang masih berembun.
tapi masalah umat ini memang bejibun. kualitas hidup kian hari kian menurun. ngga ada perbaikan walau Ramadhan datang tiap tahun. mengajak ummat untuk beragama lebih tekun. dan menjadi makhluk yang lebih santun.
pemerintah memang mendapat beban kerjaan yang beratnya minta ampun. sementara mereka tidak memiliki komitmen yang kuat dan tidak didukung personil yang kampiun. yang pasti mereka tidak ada yang menuntun. kita sebagai blogger mencoba memberikan penyadaran kepada masyarakat agar segera tertegun. bahwa Tuhan adalah tempat kembali yang harus kita ke sana segera berduyun-duyun.
kita bisa menggugah dan membuat masyarakat bangun. tersadar dan segera berlari membakar semangat untuk sebergelora api unggun. hidup memang bisa menaik juga bisa menurun. tapi dendang bahagia harus tetap mengalun. ditengah kicau burung pagi dan setetes embun. atau segemuruh air terjun. atau serindang pohin rambutan di kebun.
kalau begitu coba dinilai blog saya yang baru tiga bulan mengalun. apakah sudah baik sebagai sebuah akun?

http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/23/amerika-krisis-indonesia-bangun/

26 10 2008
opix4shared

Assalamu’alaikum….

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumsalam…

26 10 2008
awisawisan

assalaamu’alaykum wa rahmatullaah

pemilu sekarang,
ramai sekali ya partai nya buat yng iikut tahun ini..
siap2 golput…
lagipula saya nda punya KTP buat ikut daftar…

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.
Jangan golput mbak Awis…Golput kan juga pilihan bukan???
Mending tidak ikut saja karena bara’ dengan hal tersebut. Wallahua’lam…

27 10 2008
ummu fatimah

Assalamu’alaykum warahmatullah.
jangan pernah merasa trauma untuk posting lagi.
insya ALLAH masih banyak ummat yag membutuhkan ilmu yang sesuai alqur’an dan sunnah.
tetaplah semangat dan selalu huznudzon,ALLAH bersama akhi.

27 10 2008
l5155st™

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh
Insya Allah, walaupun sedikit trauma…insya Allah tidaklah lisan – lisan yang suka mencela itu akan menghentikan niat hati ini untuk menulis, mengintip dan mengutip nasehat ulama untuk disebarkan kepada ummat.

Barakallahu Fiyki

31 10 2008
kodir

bingung dengan kondisi sekarang…sebenarnya kita harus bagaimana dengan kondisi kedudukan kita yang berdemokrasi di indonesia seperti ini.
hukum ga tegas malah bisa dibeli bagi yang berkuasa. kayanya gampang banget yach jadi pemimpin. tidak merasa beban untuk akhirat nanti. mungkin syariah harus ditegakkan.
ya syariah mesti ditegakkan, bukan hanya untuk umat islam. tapi akan terjadi bagi semuanya.
tapi gimana caranya menegakkan itu semua…
aku hanya bisa bermimpi, yach mungkin butuh perjuangan. sesuai alquran dan sunnah tanpa harus memecah/menyudutkan.
maaf jika ada kesalahan.

Didit Fitriawan berkata…
maka berdoalah pada Rabb kita Yang Mulia akhi…serta tuntutlah ilmu, amalkan, dakwahkan dengan sabar…Niscaya buah manis tegaknya syariah akan Allah berikan kala itu.

5 12 2008
suryo

assalamu’alaykum
akh tolong dijelasin lagi masalah ikut/tidak pemilu, saya pernah mengikuti kajian ttg pemilu, dan ustad bilang bahwa kita ikut tapi ndak milih karena menghindari mudhorot selanjutnya(seperti dipersulit ketika mengurus ktp dan lain2), afwan saya lupa nama ustadnya tapi insya Alloh masih ada mp3 nya..
jazakalloh khoiron

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Insya Allah, jika Allah mengizinkan…akan kami bahas tentang hal itu akhi. Akan tetapi dalam waktu yang belum kami tentukan…
Jazakallahu khairan atas perhatian antum akh…

5 12 2008
suryo

assalamu’alaykum
akh tolong dijelasin lagi masalah ikut/tidak pemilu, saya pernah mengikuti kajian ttg pemilu, dan ustad bilang bahwa kita ikut tapi ndak milih karena menghindari mudhorot selanjutnya(seperti dipersulit ketika mengurus ktp dan lain2), afwan saya lupa nama ustadnya tapi insya Alloh masih ada mp3 nya..
jazakalloh khoiron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: