Anak Adam dan Ibu Pengemis…

21 10 2008
tetes air

tetes air

Tatkala ada seorang anak adam yang akan masuk ke sebuah warung makan yang cukup dikenal dengan kenikmatan makanan di dalamnya, datanglah seorang ibu pengemis dalam keadaan renta, berpakaian compang – camping, tercium bau yang kurang sedap serta berbagai kekurangan lain yang tidak seharusnya untuk disebutkan. Sang ibu tersebut mengiba dan memelas kepada seorang “fulan” tadi, dengan harapan akan datang sebuah pemberian dari tangan mulia si anak adam tadi…Entah itu seratus rupiah sekalipun, perasaan gembira pasti akan hinggap di hati sang ibu. Namun apa yang terjadi…??? Seorang anak adam yang diharapkan belas kasihannya, yang diharapkan sesuatu rizki Allah darinya dan yang diharapkan keluar sepeser uang dari sakunya…TERNYATA…si anak adam tak kunjung memberi meskipun dia sibuk untuk mencari uang Rp 5.000,- di uang saku dan dompetnya. Kemudian dia harus berucap panjang kepada orang lain agar bisa menukar uang Rp 10.000,- di tangannya dengan 2 lembar Rp 5.000,- agar dapat ia berikan kepada sang ibu…TAPI tidaklah ia dapatkan.

Lantas si anak adam menoleh ke arah sang ibu pengemis sambil mengucap kata maaf seakan terasa berat untuk menyerahkan uang Rp 10.000,- dalam genggamannya yang sebetulnya nilai itu bukanlah suatu yang besar bagi dia serta teramat mudah bagi anak adam tersebut untuk mendapatkannya…!

ASTAGHFIRULLAH…APA YANG ADA DI BENAK ANAK ADAM ITU…!!!???

Dengan langkah gontai akhirnya sang ibu pengemis berjalan menyisir kembali kerumunan orang keluar dari tempat makan itu dan mencoba mengais rizki Allah di tempat lain…

TAK TERASA…bulir – bulir air mata keluar dengan pelannya dari mata si anak adam, tetes demi tetes…serta disertai penyesalan yang terdalam tatkala…tak bisa memberi sesuatu yang ada dalam genggamannya…

Dengan langkah cekatan, si anak adam berusaha mencari sang ibu dengan harapan ia dapat memberikan sesuatu untuk beliau…namun Qadarullah berkata lain!

Sang ibu pengemis telah hilang seakan ditelan kerumunan manusia…

Langkah gontai…dan penuh ratapan penyesalan kini membayangi wajah anak adam tersebut.

Dalam benaknya…seakan ia adalah orang yang paling JAHAT di dunia, dia bukanlah seorang pelacur…! Yang dengan sepatunya, ia ambilkan air untuk diminum seekor anak anjing yang kehausan. Dan yang anak adam hadapi bukanlah anjing, tapi seorang ibu…! Layaknya ibu-nya yang kini sedang berada di rumah…

Terfikirlah dalam benak si anak adam tersebut…”Sang ibu pengemis layaknya seorang ibu yang memiliki anak…anak – anak yang menanti ibunya membawa sesuap nasi untuk di makan malam itu. Anak – anak yang menggelayuti baju ibunya sekan hendak ditinggal sang ibu pergi…Anak – anak yang terlepas dari gendongan dan dekapan ibunya tatkala sang ibu hendak berangkat meminta – minta… “

ASTAGHFIRULLAH…ASTAGHFIRULLAH…ASTAGHFIRULLAH

Dalam doa di setiap shalat yang tersisa, si anak adam tak henti – hentinya bertutur harap kepada Rabbul ‘Alamin…”Ya Allah, berikanlah kecupukan rizki pada sang ibu pengemis…Jadikan ia wanita yang mulia Ya Allah, dan angkatlah kedudukannya agar ia tak lagi meminta…Ya Allah, seandainya ibundaku yang menjadi seperti itu, tentu aku tak akan rela…maka berikanlah rizki yang mulia dari sisi-Mu ya Allah kepadanya…

“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” (HR. Ahmad 1/391, Shahih)

Wahai anak adam, hendaknya engkau tahu tempat – tempat di mana Allah terketuk…turun kasih sayang-Nya serta mengalir ampunan dosa dari-Nya…

Sungguh, seorang pelacur telah mengetahuinya…tempat – tempat di mana Allah ridha padanya…saat – saat Allah akan mengampuni dosa – dosa-Nya

Selagi engkau lapang wahai anak adam…bersedekahlah…!!!

Buat hati manusia bergeming mendoakan-mu…!!! Buat-lah manusia – manusia lemah mendoakanmu…!

Pintu langit akan selalu terbuka bagi doa – doa syukur ucap orang – orang lemah layaknya Sang Ibu pengemis…

Semoga Allah ta’ala akan mempertemukan si anak adam dengan sang ibu pengemis, kelak di suatu saatnya… agar si anak adam mampu memberikan hak sang ibu pengemis…seikhlas yang ia bisa…dan sebanyak yang ia punya… (gumam si anak adam).


Actions

Information

5 responses

21 10 2008
vaepink

Amin….
Ini suatu pembelajaran buat kita…., karena kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika kita dapat membantu orang lain dan membuat orang lain tersenyum bahagia… :)

21 10 2008
rama

Akh didit, minta bantuannya untuk ngisi artikel di thaybah. Oya, akhi didit juga jangan lupa register di thaybah ya. Sukron

22 10 2008
rismaka

Artikel bagus akh. Ana juga mnjadikan tema ini sbg diskusi, sebab ana msh bingung, blm punya ilmunya. Klo sempat, bacalah 3 postingan ana ttg pengemis.
Mohon tanggapannya.

22 10 2008
alhumairoh

awaL sebuah amaL adaLah niat ;)

subhanaLLah..

Didit Fitriawan berkata…
Baru pertama kali ini ya, ukhti humairoh ke sini??? semoga kata2 itu bisa menjadi tema Blog yang baik ya…

23 10 2008
hanif019

bismillah….
hati itu kalo baik, Insya Allah baik semua tubuh. Kalu jelek, ya efeknya ke smua tubuh. Wallahu a’lam.
salam kenal, http://www.hanif019.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: