Akhi…Permanislah Wajahmu dengan Senyum

17 10 2008
carahkan wajahmu

carahkan wajahmu...

eh, kok anak ini serem banget yah…! Udah jenggotnya panjang, celananya cekak, jarang senyum lagi! Huh, sok islami banget…!!!”

Sebuah petikan kalimat yang (kurang lebih) sempat diutarakan salah satu teman kami tatkala ada salah seorang ikhwan yang “sudah ngaji” terlambat masuk kelas untuk kuliah akan tetapi dalam keterlambatannya itu dia tidak mengucapkan salam pada dosen serta menutup pintu kelas dengan keras dan kasar.

Kontan saja dosen-pun marah pada ikhwan tersebut serta memiliki sedikit pandangan negative pada ikhwan lain yang sepenampilan dengannya.

GLEK…!

Subhanallah, kita sebagai seorang penuntut ilmu acapkali mengabaikan sebuah tuntunan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang agung, padahal bias jadi kita telah hafal dalilnya di luar kepala. Kita sering mengabaikan sebuah akhlak nan agung dalam bergaul dengan sesame muslim. Seakan – akan, ada sebuah tuntunan baru pada syariat kita yaitu SALAFIYYIN HARUS PASANG TAMPANG SANGAR DAN TIDAK PERLU MENGUCAP SALAM PADA TEMAN – TEMAN yang belum ngaji…!

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…

Wahai ikhwan, dengarlah titah nabi kita ini…

“Senyummu untuk saudaramu adalah shadaqah bagimu.”(HR. At Tirmidzi dlm buku Silsilah Ash Shahihah II/117 no.572)

Dan sahabat Jarir ibnu ‘Abdillah bertutur…

“Semenjak aku masuk islam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menghalangiku untuk memasuki rumahnya dan beliau selalu tersenyum kepadaku tatkala beliau melihatku.” (HR.Al Bukhari no.3822)

Ingatlah akhlak yang agung ini akhi…!!! Lupakanlah hal – hal yang telah berlalu, dan ingatkanlah saudara – saudara kita yang masih terbelenggu syariah “phobi senyum” ini…

Islam yang telah sempurna mengajarkan kaum muslimin untuk selalu meningkatkan kecintaan terhadap saudara semuslim, merekatkan persaudaraan dan kasih sayang. Ingatlah bahwa akhlak yang baik adalah bagian dari amal shalih yang dapat menambah keimanan dan memiliki bobot yang berat dalam timbangan. Pemiliknya sangat dicintai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akhlak yang baik adalah salah satu penyebab seseorang untuk dapat masuk al jannah-Nya yang indah…

Semoga setitik kalimat ini bias membawa kebaikan yang besar bagi kita, ikhwan salafiyyun… tanpa harus menerapkan manhaj muwazzanah dan tanpa bermaksud untuk bermudah – mudahan dalam bergaul.

Ya ikhwan…saudaraku fillah wa lillah…

TERSENYUMLAH…KARENA SENYUM MENCERAHKAN WAJAH & JIWA…!

Ditulis ba’da ta’lim bersama al Ustadz Aunur Rafiq Ghufron di masjid Muhajirin Puri Indah, Sidoarjo


Actions

Information

21 responses

17 10 2008
abu umar

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
mas didit, ana uda baca tulisan antum, moga ana juga termasuk orang-orang yang bisa bersedekah kepada sesama muslimin walau hanya dengan sebuah senyuman.
belajarlah terus, teruskan dakwah salafiyyah, waALLAHU Al MUWAFFIQ.

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.
Insya Allah, doakan kami akhi agar bisa istiqamah.

17 10 2008
abuhuwaidah

;)
wahh… rutin ngaji bareng ustad Aunur ya pak…
:pengen:
saya cuma bisa mendengar suaranya saja ama kajiaannya aja di majalah al furqon

Didit Fitriawan berkata…
Alhamdulillah Pak Anjar…

17 10 2008
abuhuwaidah

biar lebih mempermudah mencari artikel2 antum, gimana kalo bikin daftar isi aja pak…
:saran:

Didit Fitriawan berkata…
Gitu ya…Insya Allah saya pertimbangkan Pak. Jazakallahu khairan.

17 10 2008
ariefdj™

iya.. janganlah bermuka masam..

17 10 2008
mahabbahtedja

saya tahu…
saya rahu…
siapa ikhwan yang antum maksud. yang duduk di sebelah kita kemaren kan……

(hush jangan sebut merk)

“SALAFIYYIN HARUS PASANG TAMPANG SANGAR DAN TIDAK PERLU MENGUCAP SALAM PADA TEMAN – TEMAN yang belum ngaji…!”
semoga itu tidak terjadi pada kita akhi……

18 10 2008
moeslimah

alhamdulilah,,dengan senyuman pintu talisilaturahmi bisa tetep terjaga loh,,,,

18 10 2008
aboezaid

matur nuwun akhi didit…

18 10 2008
18 10 2008
abu fathimah

iya-iya mengapa demikian ? apa yang salah…ana merasakan sediri kebetulan sering bergaul dengan banyak orang,komenya hampir sama je,sulit senyum kek,ga mau bergaul dengan yang tidak dikenal kek,dan banyaklah yang ana dapat dari orang lain,hayo kapan kita bisa tambah bergaul dengan banyak orang belum belajar dengan manhaj yang mulia ini,pengalaman lho ada yang mereka mau mengaji karena mudah bergaul dengan mereka.

19 10 2008
abu umar al faruq

bukan “salafiyyin” tapi “salahiin” dia aja yang gak ngucap salam, bermasam muka dan menutup pintu dengan keras. Ck ck masih adakah yang berbuat gini ? atau jangan-jangan saya juga masih ….

19 10 2008
rahmadisrijanto

salam kenal…
:) :) :)

silahkan bertamu kerumah saya…

:) :) :)

19 10 2008
vaepink

Senyum…. :)

19 10 2008
rismaka

OOT: Ana sdh ngeh nasihat al ust abd muthi, hnya sja msh ad yg mnggnjal.
Apakah gaya bhs mrupakan pokok mnhaj?
Lihatlah org awam dskitar kita, membaca/mndengar tulisan/gaya bhasa ilmiyah kita saja mreka pada kabur.
Bukankah kita hrs mlihat bobot dan bebet org yg kita ajak bicara?
Skali lg prtanyaanya, Apakah gaya bhs mrupakan pokok mnhaj?
Jazakallah khoir akh atas link nasihatnya.

Didit Fitriawan berkata…
Gaya bahasa sama sekali bukanlah perkara manhaj, hanya saja jika kita lebih mengikuti bagaimana para ulama menulis dengan keilmiahannya dan kelembutan kata – katanya…niscaya ini akan lebih mendekat kepada keutamaan akhi…Sekali lagi akhi, gaya bahasa bukanlah termasuk manhaj. Jika memang dengan bahasa sehari – hari tulisan kita bisa mendapatkan sambutan dan mudah dimengerti oleh orang lain serta tidak keluar dari batasan yang telah disyariatkan, insya Allah hal ini diperbolehkan…
Wallahua’lam, ‘afwan akhi…

19 10 2008
noorhalimah

senyumlah
tp seperlunya saja
kebanyakan senyum nanti dikira org gila
senyumlah
di tempat pada saat dan pada org yg tepat
sebab salah2 senyum jadi racun
tp wajah dan sikap haruslah tetep ramah
ekspresi positif!

20 10 2008
Ghani Arasyid

assalamu’alaykum…
anaknya tahu ndak dia masuk blog? :mrgreen:

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumsalam warahmatullah.
Tahu akhi…

20 10 2008
Abu Shafy Al-Fasitany

Assalamualaykum Warahmatullah..
Jazakallahu khoir atas nasehatnya disebuah blog.. Senang bisa mengenal blogger yang mau mengingatkan dalam kebenaran, tidak hanya dalam kesabaran..
Ana juga mengucapkan terima kasih kepada akh bagus tedja atas nasehat beliau melalui email..
Kelembutan yang tidak menafikan ketegasan..
Hikmah yang tidak menghilangkan batasan..
Berdakwah tanpa maksud memecah belah.. Semua dilandasi ilmu, ‘al Ilmu Qoblal Qouli wal amali’
‘Dan pergaulilah manusia dengan Akhlaq yang baik’
‘Sampaikan kebenaran walaupun itu pahit’
Oiya menambahkan, ana dengar di mp3 kajian Ustadz Abdullah Zaen, ‘Pintu hikmah jangan dibuka lebar-lebarlah..’ beliau mencontohkan salam dan senyum kepada akhwat, bila takut fitnah..

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. waiyyaka akhi…jazakallahu khairan atas masukan antum.

22 10 2008
nisa

“sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara”
Al-Hujuraat 10.
“islam itu datang sebagai perkara yang asing/aneh dan akan kembali dianggap asing/aneh seperti awal kemunculannya.maka beruntunglah bagi orang2 yang di anggap aneh”
HR MUSLIM
Akhi siapapun oarng yg menginginkan ilmumu,dari manapun dia berasal tanggapilah dengan kemampuan dirimu. Marilah kita bersama menuju Jalan yang di Ridhloi-Nya.
saling menasehati akan mewujudkannya.

23 10 2008
Melati

:) tes senyuman

29 10 2008
Afra Afifah

barakallahufiik : ) ya..klo kt awis…senyum salam sapa..*loh..

kita mmg hrs mnunjukkan akhlaq yg mulia krn itu adlh contoh dr Nabi Kita muhammad shalallahu’alaihiwasallam : )

29 10 2008
Abufahad

Ana kebetulan sedang tugas belajar di tempat yang jauuh sekali, setahu ana yang bermanhaj salaf di sini cuma ada dua orang, itupun bertemu hanya saat shalat jumat, kadang rindu sekali hati ini ingin bergabung bersama sama ikhwan2 lain dalam suatu kajian seperti dulu.

Untuk ikhwan semua, semoga kelak kita dipertemukan bersama-sama di akhirat nanti bersama orang-orang yang kita cintai yaitu Rasulullah salallahualaihiwasalam beserta para sahabat dan pengikut2nya, insayaallah…


didit fitriawan berkata…

amiiin, ya rabbuna al ‘alamin. kabulkan pinta ikhwan saudara kami ini ya Allah…

23 11 2009
Abu 'Abdillah

Dari Abu Dzar (Jundub bin Junadah) Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu berkata: bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: Engkau tersenyum dihadapan wajah saudaramu adalah shadaqah… (Dikeluarkan oleh Imam Bukhary Rahimahullahu di AdabulMufrad dan Tirmidzi serta Ibnu Hibban).

http://alkarawanjy.blogspot.com/2009/11/hadits-12-senyummu-adalah-shadaqah.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: