Tarawih yang Ternoda oleh Perkara Sia – Sia

11 09 2008
Hal sia - sia...

Hal sia - sia...

Ketika adzan isya’ berkumandang dari masjid kampus ITS, kami segera menyelesaikan pekerjaan untuk mendatangi seruan Allah ‘azza wa jalla untuk melaksanakan shalat isya dan berjama’ah tarawih. Ketika kami melewati sebuah masjid kecil namun cukup berdesakan untuk ditempati shalat berjama’ah… -masya Allah- sungguh amat disayangkan, kami melihat banyak di antara teman2 kami mahasiswa dan warga sekitar yang melaksanakan shalatnya dengan tidak hati – hati serta kurang thuma’ninah. Disamping itu, banyak di antara saudara – saudara kami di sana yang melakukan hal – hal yang bias membatalkan shalat mereka. Apa saja hal – hal tersebut…?

BANYAK MELAKUKAN GERAKAN SIA-SIA DALAM   SHALAT

Sebagian umat Islam hampir tak terelakkan dari bencana ini, yakni melakukan gerakan yang tak ada gunanya dalam shalat. Mereka tidak mematuhi perintah Allah dalam firmanNya :

“Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’ (Al baqarah : 238)

juga tidak memahami firman Allah :

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya” (Al Mu’minuun : 1-2)

Suatu saat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam ditanya tentang hukum meratakan tanah ketika sujud. Beliau menjawab :

“Jangan engkau mengusap sedang engkau dalam keadaan shalat, jika (terpaksa) harus melakukannya maka (cukup) sekali meratakan kerikil [Hadits riwayat Abu Dawud 1/ 581; dalam shahihil jami’ hadist no : 7452 (Imam Muslim meriwayatkan hadits senada dari Muaiqib, ket : Syaikh Bin Baz)]

Para ulama menyebutkan, banyak gerakan secara berturut-turut tanpa dibutuhkan dapat membatalkan shalat. Apa lagi jika yang dilakukan tidak ada gunanya dalam shalat. Berdiri di hadapan Allah Subhanahu wata’ala sambil melihat jam tangan, membetulkan pakaian, memasukkan jari ke dalam hidung, melempar pandangan ke kiri, kanan, atau ke atas langit. Ia tidak takut kalau-kalau Allah mencabut penglihatannya, atau syaitan melalaikannya dari ibadah shalat.

MENDAHULUI IMAM SECARA SENGAJA DALAM SHALAT

Di antara tabiat manusia adalah tergesa-gesa dalam tindakannya, Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

“Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (Al Isra’ : 11)

Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

Pelan-pelan adalah dari Allah, dan tergesa-gesa adalah dari syaitan” [Hadits riwayat Baihaqi dalam As Sunanul kubra : 10/ 104; dalam As Silsilah As Shahihah  hadits no : 1795]

Dalam shalat jamaah, sering orang menyaksikan di kanan kirinya banyak orang yang mendahului imam dalam ruku’ dan sujud takbir perpindahan bahkan hingga mendahului salam imam. Mungkin dengan tak disadari, hal itu juga tarjadi pada dirinya sendiri.

Perbuatan yang barangkali dianggap persoalan remeh oleh sebagian besar umat Islam itu oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam diperingatkan dan diancam secara keras, dalam sabdanya :

“Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, bahwa Allah akan mengubah kepalanya menjadi kapala keledai” (HR Muslim : 1/320-321)

Jika saja orang yang hendak melakukan shalat dituntut untuk mendatanginya dengan tenang, apalagi dengan shalat itu sendiri.

Tetapi terkadang orang memahami larangan mendahului imam itu dengan harus terlambat dari gerakan imam. Hendaknya dipahami, para fuqaha telah menyebutkan kaidah yang baik dalam masalah ini, yaitu hendaknya makmum segera bergerak ketika imam telah selesai mengucapkan takbir. Ketika imam selesai melafadzkan huruf ( ra’)dari kalimat Allahu Akbar, saat itulah makmum harus segera mengikuti gerak imam, tidak mendahului dari batasan tersebut atau mengakhirkannya. Jika demikian maka batasan itu menjadi jelas.

Dahulu para sahabat Nabi Radhiallahu Anhum sangat berhati-hati sekali untuk tidak mendahului Nabi Shallallahu’alaihi wasallam. Salah seorang sahabat bernama Al Barra’ Bin Azib Radhiallahu’anhu berkata :

“Sungguh mereka (para shahabat) shalat di belakang Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Maka, jika beliau mengangkat kepalanya dari ruku’, saya tak melihat seorangpun yang membungkukkan punggungnya sehingga Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam meletakkan keningnya di atas bumi, lalu orang yang ada di belakangnya bersimpuh sujud (bersamanya)” (HR Muslim, hadits No : 474)

Ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mulai udzur, dan geraknya tampak pelan, beliau mengingatkan orang-orang yang shalat di belakangnya:

Wahai sekalian manusia, sungguh aku telah gemuk [lanjut usia], maka janganlah kalian mendahuluiku dalam ruku’ dan sujud … (HR Baihaqi 2/93 dan hadits tresebut dihasankan di Irwa’ul ghalil : 2/290)

Dalam shalatnya, Imam hendaknya melakukan  sunahnya takbir. Yakni sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu :

“Bila Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berdiri untuk shalat, beliau bertakbir ketika berdiri, kemudian bertakbir ketika ruku’ kemudian bertakbir ketika turun (hendak sujud) kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya, kemudian bertakbir ketika sujud, kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya, demikian beliau lakukan dalam semua shalatnya sampai selesai dan bertakbir ketika bangkit dari dua (rakaat) setelah duduk (tasyahhud pertama)”

Jika imam menjadikan takbirnya bersamaan dan beriringan dengan gerakannya, sedang makmum memperhatikan ketentuan dan cara mengikuti imam sebagaimana disebutkan di muka maka jamaah shalat tersebut menjadi sempurna.

Semoga sedikit kutipan fatwa ulama ini bias memperbaiki kualitas shalat berjamaah dan shalat tarawih kita. Barakallahu Fiykum…


Actions

Information

4 responses

12 09 2008
dondi jalil

Assalamualaikum Warahmatullah

Makin jelaskan,.. kualitas umat Islam Indonesia umumnya,.. sungguh kebanyakan dari kita cenderung menjadi pencuri-pencuri dalam sholat,.. yang akhirnya Allah jadikan pencuri-pencuri sesungguhnya,..

Tabiat tersebut dibawa saat persimpangan jalan (menjadi pencuri2 start lampu merah) atau yang lebih heboh menjadi pencuri ketika menjadi anggota dewan/ pemegang amanah negeri ini,..

Demikianlah sedikit info,.. akibat tidak tertib dalam sholat jemaah,.. atau yang lebih pribadi,.. tidak tu’maninahnya dalam gerakan2 di sholat,..

Cerminan diri untuk bersikap lebih baik,..

Mudah2an,..Allah tidak menjadikan saya dan keturunan saya pencuri dalam sholat dan menjadikan saya dan keturunan saya sabar dalam mendirikan/menuntaskan sholat,..amiin

Didit Fitriawan berkata…
Amiiin, semoga apa yang Pak Dondi harapkan, dikabulkan oleh Allah Ta’ala dan mohon kita tidak melupakan saudara – saudara kita kaum muslimin untuk kita doakan mereka agar senantiasa kembali kepada sunnah/petunjuk Rasulullah ‘alaihi ash shalatu wa sallam, kemudian memberi mereka nasehat dengan baik. Barakallahu Fiykum Pak Dondi.

12 09 2008
mahabbahtedja

“Para ulama menyebutkan, banyak gerakan secara berturut-turut tanpa dibutuhkan dapat membatalkan shalat……”

berturut-turut dalam hal ini seperti apa akhi?
saya pernah mendengar dan membaca sebuah hadits, klo tidak salah 3 kali melakukan gerakan (gerakan sia-sia, seperti yang antum sebutkan) dalam shalat, maka dapat membatalkan shalat…..
tapi, saya lupa haditsnya….mohon diperjelas.
jazakallahu khairan

12 09 2008
aberamly

BACA NOTA ADEK NI BULEH PAHALA. SYUKOR ALHAMDULILLAH

14 09 2008
vaepink

Semoga Allah memaafkanku karena dalam ibadah, aku masih banyak melakukan kesalahan (amin…)




%d bloggers like this: