Berkah di Keheningan Sahur

30 08 2008
Setetes embun ramadhan...

Setetes embun ramadhan...

Ramadhan sudah di penghujung bulan. Tidak terasa kita akan mengerjakan beberapa amalan yang biasanya hanya bernilai “rutinitas” belaka di kalangan masyarakat. Akan tetapi sungguh hal ini merupakan kebaikan yang amat besar di sisi Allah ta’ala jika dikerjakan dengan dasar ilmu dan pengetahuan yang baik. Alangkah baiknya jika kita memahami apa yang telah diseratkan oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly dan Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid dalam buku Sifat puasa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apakah perkara tersebut???

PELAJARAN YANG DAPAT DIAMBIL DARI SAHUR

Sang Maha Kuasa berfirman.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” [QS. Al-Baqarah : 183]

Waktu dan hukumnya pun sesuai dengan apa yang diwajibkan pada Ahlul Kitab, yakni tidak boleh makan dan minum dan berhubungan intim setelah tidur. Yaitu jika salah seorang dari mereka tidur, tidak boleh makan hingga malam selanjutnya, demikian pula diwajibkan atas kaum muslimin [diambil dari buku Tafsir Quranil ‘Adhim 1/213-214 oleh Ibnu Katsir]. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh makan sahur sebagai pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab.

Dari Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sllam bertitah.

“Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur” [Hadits Riwayat Muslim 1096]

KEUTAMAAN MAKAN SAHUR

[a] Terdapat Barokah pada makan sahur.
Dari Salman Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Barokah itu ada pada tiga perkara : Al-Jama’ah, Ats-Tsarid dan makan Sahur” [HR. Ath Thabrani dalam Al-Kabir 5127]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya Allah menjadikan barokah pada makan sahur dan takaran” [HR. As-Syirazy dlm buku Jami’us Shagir 1715]

Dari Abdullah bin Al-Harits dari seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,” Aku masuk menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu beliau sedang makan sahur, beliau bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan” [HR. An Nasa’i 4/145 dan Ahmad 5/270 sanadnya SHAHIH]

Sahur ini bias dikatakan barokah karena memang memiliki faedah yang sangat banyak. Yaitu menguatkan tubuh saat puasa, mengikuti tuntunan Nabi yang mulia dan menyelisihi orang kafir. Wallahua’alam

Dalam makan sahur juga (berarti) menyelisihi Ahlul Kitab, karena mereka tidak melakukan makan sahur. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakannya dengan makan pagi yang diberkahi sebagaimana dalam dua hadits Al-Irbath bin Syariyah dan Abu Darda ‘Radhiyallahu ‘anhuma.

“Marilah menuju makan pagi yang diberkahi, yakni sahur” [HR. Ahmad, no. IV/126]

[b]. Shalawat dari Allah dan Malaikat bagi Orang-Orang yang Sahur.


Mungkin barakah sahur yang tersebar adalah (karena) Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meliputi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, memenuhi mereka dengan rahmat-Nya, malaikat Allah memintakan ampunan bagi mereka, berdo’a kepada Allah agar mema’afkan mereka agar mereka termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah di bulan Ramadhan.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sahur itu makanan yang barakah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk setengah air, karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur” [Telah lewat Takhrijnya]

Oleh sebab itu seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan pahala yang besar ini dari Rabb Yang Maha Pengasih. Dan sahurnya seorang muslim yang paling afdhal adalah korma.

Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma” [HR.  Abu Dawud II/303]

Barangsiapa yang tidak menemukan korma, hendaknya bersungguh-sungguh untuk bersahur walau hanya dengan meneguk satu teguk air, karena keutamaan yang disebutkan tadi.


MENGAKHIRKAN SAHUR

Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit untuk shalat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di Kitabullah.

Anas Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu.

“Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau shalat” Aku tanyakan (kata Anas), “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?” Zaid menjawab, “kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur’an”[ HR. Al Bukhari 4/118]

Ketahuilah wahai hamba Allah -mudah-mudahan Allah membimbingmu- kalian diperbolehkan makan, minum, jima’ selama (dalam keadaan) ragu fajar telah terbit atau belum, dan Allah serta Rasul-Nya telah menerangkan batasan-batasannya sehingga menjadi jelas, karena Allah Jalla Sya’nuhu mema’afkan kesalahan, kelupaan serta membolehkan makan, minum dan jima, selama belum ada kejelasan, sedangkan orang yang masih ragu (dan) belum mendapat penjelasan. Sesunguhnya kejelasan adalah satu keyakinan yang tidak ada keraguan lagi. Jelaslah.

HUKUMNYA

Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya – dengan perintah yang sangat ditekankan-. Beliau bersabda.
“Barangsiapa yang mau berpuasa hendaklah sahur dengan sesuatu” [HR. Ahmad 3/367]


Dan beliau bersabda.

” Makan sahurlah kalian karena dalam sahur ada barakah” [Hadits Riwayat Bukhari 4/120, Muslim 1095 dari Anas]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang meninggalkannya, beliau bersabda.

“Sahur adalah makanan yang barakah, janganlah kalian tinggalkan walaupun hanya meminum seteguk air karena Allah dan Malaikat-Nya memberi sahalawat kepada orang-orang yang sahur” [HR. Ibnu Abi Syaibah 2/8]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sahurlah kalian walaupun dengan seteguk air”
[HR. Abu Ya’la 3340]

Dikatakan oleh kedua penulis buku ini bahw,” Kami berpendapat perintah Nabi ini sangat ditekankan anjurannya.”

Tulisan ini banyak mengambil dari goresan tinta tim al Manhaj Bogor, semoga Allah memberikan kebaikan bagi saudara – saudara kami di al Manhaj.

[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]

Nantikan seri tulisan Setetes Embun Ramadhan dari Untaian Fatwa para ulama’ Insya Allah.


Actions

Information

10 responses

30 08 2008
mikekono

sahur bareng orang2 yang kita sayangi
sungguh tak terlukiskan nikmatnya
selamat berpuasa ya mbak

30 08 2008
vaepink

duuhh…., biasanya aku sahur bareng kedua orang tuaku dan sekarang aku tak bisa sahur bareng bersama mereka hick..hick..hick..

31 08 2008
herr

met puasa akh…

Sama – sama, akhi…

31 08 2008
Al_kibrit

Assalamu’alaykum.
Subhanallah..
Hari zang dinanti tlh tiba..
Ramadhan….
Dalam kegersangan cinta
dalam kemiskinan hati
harimu telah dinanti sejuta umat muslim
dimana hari
berjuang tuk meraih kridhaan,rahmat,hidayah_MU trbuka lebar.
Dalam kelemahan kami menuju_MU
MOGA S’LALU BERADA DIJALAN_MU
DIATAS ALQURAN DAN SUNNAH.
JAZAKALLAHUKHOIR..
Wassalamu’alaykum..
Keep spirit …

31 08 2008
agungfirmansyah

UI ga cuma Jakarta
Salemba ada, Depok pun punya
Romadhon ga cuma puasa
Berani, kita balapan pahala?
:D
Met puasa. Mohon maaf lahir batin ya…

-Agung, csui05-

1 09 2008
loveAlloh_atik

assalamu’alaikum

subhanallah…
rame juga ya…
yup, semangat Ramadhan!

btw headernya diganti ya?
kalau boleh komentar ni, gelap!
He2…afwan ya…
tapi cukup berkembang…
semoga seperti yang empunya, senantiasa memperbaiki diri.

maaf atas salah dan khilaf ya

barakallahu fik….

wassalamu’alaikum

1 09 2008
fahrizalmochrin

setelah sahur ada safari ramadhan dijalanan ( asmara subuh…dasar anak muda)

1 09 2008
Ghani Arasyid

Alhamdulillah…
Sungguh nikmat sekali sahur bersama kedua orang tua saya :cry:
Ramadhan kali ini benar-benar Ramadhan yang akan sangat lain dengan tahun-tahun yang telah lampau…
Karena saya insyaAllah berada di atas manhaj salaf.

Didit Fitriawan berkata…
Semoga kita selalu istiqamah dan berdoa memohon keistiqamahan di atas manhaj ini wahai akhiy!

2 09 2008
Al_kibrit

Assalamu’alaykum..
Afwan mas fitrah..maksud ghani apa?
Kok nangis ,ia berada diatas manhaj salaf.,

Didit Fitriawan berkata…
Wallahua’alam, coba anti tanyakan kepada beliaunya langsung di http://ghaniarasyid.wordpress.com
Insya Allah beliau akan menjawabnya.

3 09 2008
mahfuzhoh

Hikz..Hikz…
Sahur pertama tanpa orang tua. Biasa dimasakin, sekarang harus masak sendiri atau beli maupun makan mie




%d bloggers like this: