Yang Terlupa dari Sebuah Niat…

27 08 2008
Setetes embun ramadhan...

Embun ramadhan...

Teman – teman…Puasa Ramadhan tak akan berarti tanpa satu hal yang paling inti yang seharusnya tidak pernah dilupakan oleh seorang hamba yang berpuasa. Seorang alim dari Yaman, Al ‘Allamah Muqbil ibn Hadi al Wadi’iy menerangkan melalui fatwa beliau bahwa …

Pertanyaan:

Apakah wajib berniat shaum di bulan Ramadhan setiap harinya ataukah cukup satu kali niat saja untuk sebulan penuh? Dan kapan sempurnanya hal itu ?

Jawab:

Nabi bersabda, “Setiap amalan bergantung pada niat dan bagi setiap seseorang (akan mendapatkan) apa yang dia niatkan.” (HR. Al Bukhari, no.1 & Muslim 1907). Maka ini adalah dalil tentang keharusan niat dalam amalan-amalan. Dan yang jelas adalah seseorang harus berniat di setiap harinya. Dan bukan artinya ia harus mengatakan, “Nawaitu untuk berpuasa pada hari ini dan itu di bulan Ramadhan.” Akan tetapi niat adalah maksud atau tujuan, bangunmu untuk melaksanakan sahur dianggap sudah berniat demikian juga penjagaanmu dari makanan dan minuman adalah berarti sudah berniat. Dan adapun hadits, “Barangsiapa yang tidak bermalam dengan niat shaum maka tidak ada shaum baginya,” Ini adalah hadits mudhtorrib. Walaupun sebagian ulama menghasankannya tapi yang benar adalah mudhtorrib.

Hadits mudhtorrib adalah hadits yang datang dari banyak jalan dan berbeda-beda lafazhnya sehingga tidak bisa untuk dirajihkan, dan hadits mudhtarib ini termasuk dalam kerangka hadits-hadits dhaif.

Maka dapat diambil sebuah pelajaran bahwa Bangun Kita untuk Sahur insya Allah sudah merupakan bentuk niat untuk berpuasa…

Diambil dari buku Bulugh Al Maram min Fatawa Ash Shiyam As-ilah Ajaba ‘alaiha Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i Fatwa 1

Semoga bermanfaat…

Nantikan seri tulisan Setetes Embun Ramadhan dari untaian fatwa para ulama, Insya Allah.


Actions

Information

13 responses

27 08 2008
Al_kibrit

Assalamu’alaykum..
Afwan,klo tentang masalah imsak.ketika seorang setelah mendengar imsak apakah masih boleh makan?


Wa’alaikumsalam warahmatullah…
Masi’ boleh makan, insya Allah. Wallahua’alam…

27 08 2008
mahfuzhoh

Eh, ana jawab yach…
masalah imsak ini nich yg sering di salah artikan.
yg jd batasan adalah terbitnya fajar. Wong jk dah adzan Subuh pun saat di tangan Qt masih ada minuman, Qt dianjurkan menyelesaikan hajat Qt itu.

Gmn, bener ga pak Fitri Fitrah (He..He..) ???


Insya Allah benar…barakallahu Fiyki

27 08 2008
awisawisan

assalaamu’alaykum,,
sepertinya akan banyak saya copas2 nih, pak dit..
insya ALlah akan sangat bermanfaat buat mengingatkan akan indahhnya Ramadhan di fakultas sini..
jazakallaahu khairan


Wa’alaikumsalam warahmatullah…
Silahkan mbak…Waiyyaki!

27 08 2008
abuhuwaidah

perlu juga dibahas pak didit, tentang keutamaan (atau kewajiban ?) berhari raya dan memulai puasa bersama pemerintah, yang taon-taon kemaren banyak terjadi perbedaan pada kita
matur nuwun


Walhamdulillah, hal itu telah kami bahas di sini, pak! Barakallahu Fiyka

27 08 2008
yodama

emang msh banyak yg salah kaprah ttg defenisi niat ini.

Bermanfaat niy.

27 08 2008
ghaniarasyid™

ini postingnya sebelum kajian “puasa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam” tadi? :)
Wah, Subhanallah hari ini…
ikutan kajian ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. sampe dua kali :D
Ramadhan jadi semakin semangat!


Iya akhi…Semangat!

28 08 2008
supris

okey deh…..yang penting, jangan cuma omong tok smuanya ya….:D


Insya Allah…

28 08 2008
Melati

Assalamualaikum…
Mari qta sambut ramadhan dengan senyuman… :-)


Wa’alaikumsalam warahmatullah…

28 08 2008
indra1082

Bismillahirrahmanirrahim…..
nawaitu….

28 08 2008
presty larasati

iya,,,
presty dulu pernah dikasih tau temen, klo berniat itu tidak perlu dengan mengucapkan doa niat (biasanya dilafazkan bareng2 habis tarawih)

dengan bangunnya kita sahur, kita sudah berniat..
bahkan hanya dengan berpikir dalam hati : besok mau shaum, ahh.. insyaAllah juga dah termasuk niat…

ge ge.. agak sotew sih..
afwan klo salah..
:D

28 08 2008
presty larasati

syukron, dit.. :D


Ceritanya mborong coment nih, mbak…??? ^_^

2 09 2008
♥ Ahmed Ridho ♥

Subhanallah…

2 09 2008
♥ Ahmed Ridho ♥

Subhanallah…

bagaimana dengan buku-buku yang beredar di sekolah..

???

mengajarkan ke- bid’ah-an tentang niat..

dan menjadikan bid’ah itu sebagai test peraktek???

bagaimana ini akhi??

Didit Fitriawan berkata…
Maka menjadi kewajiban kita untuk memulai berdakwah kepada diri kita pribadi, kemudian keluarga kita (anak/istri kita) kemudian sedikit demi sedikit mulai merambahkan ilmu yang kita miliki ke masyarakat luas termasuk di bangku sekolah. Tentu jika ingin melakukan hal ini, kita sebaiknya selalu rajin dalam menuntut ilmu dien di ma’had/majelis2 ta’lim yang membahas alquran, assunnah sebagaimana para sahabat nabi memahaminya… Kemudian senantiasa mengamalkan ilmu yang kita dapat serta mendakwahkannya dan bersabar atas cobaan yang ita hadapi…

Wallahua’alam…




%d bloggers like this: