Persiapan Menjelang Ramadhan…

14 08 2008

Setetes embun ramadhan...

Setetes embun ramadhan...

Teman – temanku yang baik, karena Bulan ramadhan belumlah kunjung datang maka hendaknya kita mempersiapkannya dengan menyimak kutipan dari catatan tinta ilmu para ulama yang dalam tulisan kali ini kami ambilkan tulisan 2 murid senior dari ahli hadits Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albany. Beliau adalah Asy Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaly dan Asy Syaikh ‘Ali ibnu Hasan al Hallaby yang mana beliau menasehatkan pada kita agar sebelum ramadhan dating, hendaknya kita memperhatikan hal – hal berikut:


[1]. Menghitung Hari Bulan Sya’ban

Umat Islam seyogyanya menghitung bulan Sya’ban sebagai persiapan memasuki Ramadhan. Karena satu bulan itu terkadang dua puluh sembilan hari dan terkadang tiga puluh hari, maka berpuasa (itu dimulai) ketika melihat hilal bulan Ramdhan. Jika terhalang awan hendaknya menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari. Karena Allah menciptakan langit-langit dan bumi serta menjadikan tempat-tempat tertentu agar manusia mengetahui jumlah tahun dan hisab. Satu bulan tidak akan lebih dari tiga puluh hari.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Puasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah karena melihat hilal. Jika kalian terhalangi awan, sempurnakanlah bulan Sya’ban tiga puluh hari” [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim 1081]

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Janganlah kalian puasa hingga melihat hilal, jangan pula kalian berbuka hingga melihatnya (hilal). Jika kalian terhalangi awan, hitunglah bulan Sya’ban” [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim 1080]

Dari Adi bin Hatim Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Jika datang bulan Ramadhan puasalah tiga puluh hari, kecuali kalian melihat hilal sebelum hari ke tiga puluh” [HR.  At-Thahawi dalam Musykilul Atsar No. 501, Ahmad 4/377, At-Thabrani dalam Al-Kabir 17/171.]

[2]. Baransiapa yang Berpuasa Hari Syak [hari yang masih diragukan, apakah sudah masuk bulan Ramadhan atau belum] berarti (ia) telah durhaka kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Oleh karena itu, seorang muslim tidak seyogyanya mendahului bulan puasa dengan melakukan puasa satu atau dua hari sebelumnya dengan alasan hati-hati, kecuali kalau bertepatan dengan puasa sunnah yang biasa ia lakukan. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan melakukan puasa satu atau dua hari sebelumnya kecuali seorang yang telah rutin berpuasa maka berpuasalah” [Hadits Riwayat Muslim (573 -Mukhtashar dengan Muallaqnya)]

Ketahuilah wahai saudaraku, di dalam Islam barangsiapa yang puasa pada hari yang diragukan, (berarti ia) telah durhaka kepada Abul Qasim Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shillah bin Zyfar dari Ammar membawakan perkataan Ammar bin Yasir.

“Artinya : Barangsiapa yang berpuasa pada hari yang diragukan berarti telah durhaka kepada Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [HR. al Bukhari 4/119]

[3]. Jika Seorang Muslim Telah Melihat Hilal Hendaknya Kaum Muslimin Berpuasa atau Berbuka

Melihat hilal teranggap kalau ada dua orang saksi yang adil, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Berpuasalah kalian karena melihat hilal, berbukalah kalian karena melihatnya, berhajilah kalian karena melihat hilal, jika kalian tertutup awan, maka sempurnakanlah (bilangan bulan Sya’ban menjadi) tiga puluh hari, jika ada dua saksi berpuasalah kalian dan berbukalah” [HR.  An-Nasa’i 4/133]

Tidak diragukan lagi, bahwa diterimanya persaksian dua orang dalam satu kejadian tidak menunjukkan persaksian seorang diri itu ditolak, oleh karena itu persaksian seorang saksi dalam melihat hilal tetap teranggap (sebagai landasan untuk memulai puasa), dalam suatu riwayat yang shahih dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : “Manusia mencari-cari hilal, maka aku khabarkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa aku melihatnya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam-pun menyuruh manusia berpuasa. [HR. Dawud 2342]

[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, yang diterjemahkan oleh Abdurrahman Mubarak Ata]

Nantikan seri tulisan Setetes Embun Ramadhan selanjutnya dengan bimbingan ilmu dari tinta para ulama.



Actions

Information

14 responses

14 08 2008
arrum

assalamu’alaikum wr.wb.
tolong dikabar-kabari klo dah msk ramadhan (tgl yg pasti) ya. jadi khawatir termasuk org yg durhaka :)

14 08 2008
arrum

mksd’a sblm msk tgl 1 ramadhan

14 08 2008
mahfuzhoh

Semoga ditemukan dengan bulan Ramadhan ^_^

14 08 2008
The spirit of sunnah

Assalamu’alaykum….

15 08 2008
Melati

Assalamualaikum, jazakallah khair infonya…
Sekalian mo klarifikasi, saya penghuni “Blog H-76”, and I’m a girl…don’t call me “akhi” or “mas”… :-)

15 08 2008
tukangobatbersahaja

awal pusanya mulai 1 september kan……..

15 08 2008
abuhuwaidah

jadi malu…
persiapan menjelang ramadhan-nya pasang reminder di hape, tanggal 22 agst siap-siap antri tiket buat mudik… :oops:

15 08 2008
syelviapoe3

assalamualaikum wr wb
Mudah2an tahun ini semua umat muslim Indonesia kompakan, ya… :D

15 08 2008
achoey sang khilaf

aku semakin rindu
oh Ramadhan :)

15 08 2008
ghaniarasyid™

Alhamdulillah, akhirnya besok pulang juga ke Surabaya :D
Jadi Ramadhan ini akan tambah semangat…

Jangan lupa kalo ada kajian-kajain ngasih tahu saya ya, akhi :D

Insya Allah, akh!

15 08 2008
The spirit of sunnah

Akhi fitrah…
Semangat !!!….
Pulang kampoang…
Hati2…yo!
17agustus..merdeka dari negeri org …

18 08 2008
vaepink

Bulan Ramadhan sekarang pasti akan berbeda rasanya dengan bulan ramadhan sebelumnya karena aku tidak kumpul bersama orang tuaku di cianjur….
Tapi wlo gimanapun aku bahagia sekali menyambut bulan Ramadhan tercinta…. :)

30 07 2010
Aa Puji

Alhamdulillah….. akan berjumpa lagi dengan ramadhan, aq lagi jauh ni ma orang tua. terakhir aq pulang ya idul fitri tahun lalu. jadi udah setahun ni ga melihat wajah orang tua beserta adek-adek di rumah. selama ini cuma lewat telepon ja…. jadi mau nangis

16 07 2011
bahau2010

Nice post…!! Marhaban YA Ramadan..!! kita rindu suasana bulan puasa..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: