Hendak Kemana Engkau Wahai Saudariku…???

4 08 2008
Wahai muslimah, kembalilah...

Wahai muslimah, kembalilah...

Sungguh terenyuh hati penulis ketika membaca sebuah surat kabar Jawa Pos yang terbit di pagi hari pada tanggal 03 Agustus 2008 ketika penulis berada di kota Denpasar. Berita apakah yang membuat penulis terenyuh sedemikian hingga dia menyempatkan waktu untuk mengutip dan mengintip ilmu – ilmu yang telah diuraikan oleh para ulama kaum muslimin yang mana mereka adalah panutan kita dari kalangan ikhwan/laki – laki dan juga panutan bagi kalangan akhwat/wanita???

Caleg Termuda Asal Partai…-edited- Berusia 25 Tahun. Usianya baru 25 tahun 38 hari. Tapi, Fulanah binti Fulan tetap berpeluang lolos ke Senayan. Fulanah telah dipercaya menjadi salah seorang anggota legislative (caleg) di DPR. Walau tidak berada di urutan atas, berdasar aturan undang – undang yang baru, (Jawa Pos, 03 Agustus 2008, hal.4)

Ya, inilah yang kami baca. Seorang wanita muslimah yang telah diangkat dan dipercaya menjadi calon legislative bagi partai yang mempercayakannya. Subhanallah, penulis mengelus dada dan menghela nafas panjang saat membacanya…

Inilah yang terjadi di sekitar kita. Wanita muslimah kini mulai mencari sebuah profesi baru yang bagi mereka bisa jadi ini merupakan sebuah tantangan namun pada hakikatnya ini merupakan sebuah tipuan dan buaian syaithan. Pemimpin…! Ya, mereka wanita muslimah telah memulai melirik posisi pemimpin yang tidak seharusnya ia duduki.

Penulis tidak tahu apa alasan yang membuat wanita muslimah kini berebut untuk melirik posisi pemimpin. Namun, bagi saudariku muslimah…JAGALAH DIRI KALIAN SEBAGAIMANA ALLAH MENJAGA KALIAN…Dan dengarkanlah tutur kata Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam…

Dari Abu Bakrah berkata: “Allah memberikan manfaat kepadaku dengan suatu kalimat pada perang Jamal. Tatkala sampai khabar kepada Nabi bahwa bangsa Persia mengangkat putri Kisra sebagai pemimpin, beliau bersab- da: “Tidak akan berbahagia suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimp- inan) mereka kepada seorang wanita”. (HR. Al Bukhari dlm buku Shahihnya no.4425 & 7099),

Minimal satu hal penting yang dapat kita petik dari hadits mulia ini:

Yaitu… Wanita tidak boleh menjadi pemimpin.


Imam asy Syaukani berkata menjelaskan hadits ini dalam Nail al Authar Jilid 4 hal. 617:

Dalam hadits ini terdapat hujjah bahwa wanita bukanlah bidangnya mengurusi negara, dan tidak halal bagi suatu kaum untuk menyerahkan urusan negara kepada kaum wanita, karena menghindari perkara yang dapat menyebabkan kesengsaraan adalah wajib”. Perkataan serupa juga diucapkan oleh Imam As-Shan’ani dalam buku Subul as Salam (4/239). Bahkan, hal ini mempakan ijma’ (kesepakatan) para ulama semenjak dahulu hingga sekarang.”

Imam Al-Baghawi berkata dalam buku Syarh as Sunnah (10/77):

Para ulama bersepakat bahwa seorang wanita tidak boleh menja- di pemimpin, karena seorang pemimpin dia perlu keluar menegakkan perintah jihad serta urusan kaum muslimin dan menyelesaikan pertika- ian munusia, sedangkan wanita adalah aurat, tidak boleh menampakkan diri, dia juga lemah untuk nnengmvs segula kepentingan. Dengan demikian, maka tidak layak mangku jabatan kepemimpinan kecuali kaum lakilaki. Demikian pula seorang pemimpin tidak boleh buta matanya, sebab dia tidak dapat membedakan orang yang sedang sengketa. Adapun riwayat bahwa Nabi mengangkut Ibnu Ummi Maktum di Madinah dua kali, itu hanyalah kepemimpinan shalat, hukan masalah memutuskan dan menghakimi”.

Imam Ibnu Hazm berkata dalam buku Al-Fishal Al Milal (3/110 111 cet. Darul Ma’rifah):

“Seluruh golongan ahli kiblat (kaum muslimin) bersepakat, tak ada seorangpun diantara mereka yang membolehkan kepemimpinan wanita dan anak kecil.

Imam As-Syinqithi berkata dalam buku Adhwaul Bayan (1/26) tatkala menyebutkan sepuluh syarat pemimpin dalam Islam:

“Syarat kedua: Hendaknya pemimpin tersebut dari kaum laki-laki dan tidak ada perselisihan tentang masalah tersebut di kalangan ulama (lalu beliau mnvehutkan hadits di atas)”.

Maka perhatikanlah wahai saudariku muslimah, sungguh kalian bukanlah seorang pemimpin yang baik bagi bangsa ini, kalian bukanlah pemimpin idaman bagi bangsa ini dan ketahuilah Allah Ta’ala serta orang – orang yang baik sungguh mengharapkan engkau menjadi wanita yang shalihah…Bukan pemimpin Negara!!!

Maka tinggalkan jabatan wahai saudariku…!!! Tinggalkan-lah tahta, karena dia adalah fitnah bagimu. Jadilah muslimah sebagai mana yang diinginkan penghuni surga. Karena kau-lah perhiasan bagi mereka. Kata Nabi kita…

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Beliau berkata lagi…

“Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)

Bagaimanakah seharusnya engkau menjadi seorang wanita…??? Semoga Allah Ta’ala memberikan kesempatan di lain waktu bagi kami untuk mengutip dan mengintipkan bagimu apa yang telah dituliskan oleh para ulama kaum muslimin, Insya Allah

Saudariku muslimah…hendak kemanakah engkau…???

Ditulis di Denpasar, 04 Agustus 2008 12.10 WITA


Actions

Information

15 responses

4 08 2008
afraafifah

seorang wanita itu pemimpin di rumah suaminya… mengurus suami dan anak-anaknya…agar menjadi anak-anak yang shaleh dan shalehah…insyaALLAH…

Benar ini…Barakallahu Fiyki.

4 08 2008
uvi07

assalamu’alaikum..
emang demikian kodrat wanita dicipta Allah di dunia ini…
semangat…perjuangkan aspirasi Islam di mana ja berada…
allahu akbar wa lillaahil hamd…

Wa’alaikumsalam warahmatullah…

Iya, perjuangkan islam dengan mendidik putra – putri kita kelak ya…! agar mereka jadi anak – anak yang shalih. Jika seluruh anak negeri ini shalih dan shalihah, maka aspirasi islam akan ter-perjuangkan dengan baik kan…???

Barakallahu Fiyka…

4 08 2008
mahfuzhoh

Alangkah indahnya jika kelembutan wanita ditabur di atas rumahnya. Menjadi srikandi bagi anak-anaknya namun tetap melekat predikat bidadari di hadapan suaminya. Insya Allah harummu bak kasturi kelak….

Indah nian komentar ukhti ini. Semoga para akhwat membacanya…

4 08 2008
abuhuwaidah

setujuh dengan ukhti mahfuzhoh…
“wanita sebagai srikandi bagi anak-anaknya dan bidadari di hadapan suaminya”
siapakah yang akan bertanggung jawab terhadap pendidikan akhlak dan agama bagi anak-anaknya nanti ketika seorang ibu banyak beraktivitas di luar…
apakah para pembantu…

semoga pengelola blog ini segera menemukan srikandi dan bidadari itu.. ;)

Subhanallah…Ayahnya huwaidah ini benar – benar mendoakan sebuah doa yang sedang kami tunggu – tunggu. Ya Allah, rabbul ‘alamin…Dengarkan dan Kabulkan do’a untuk kami dari Ayahnya Huwaidah ini… Amiiin!

Barakallahu Fiyka ya Aba Huwaidah…

4 08 2008
ahsani taqwiem

semoga istri saya mengerti hak dan kewajibannya kelak, ketika saatnya tiba

Amiiin…

4 08 2008
ghaniarasyid™

masyaAllah…

keberanian ukhti itu mengingatkan saya pada teman kita Fulanah, akhi.
semoga dengan postingan ini, akhwat-akhwat yang masih terus berjuang di medan demonstrasi dan politik jadi mengerti bahwa tugas mereka sebenarnya adalah di rumah…

Doakan teman – teman kita tersebut ya akhi…!

4 08 2008
aboezaid

syukron akh dah maen ke blog ana. masya allah blog antum makin bagus aja isinya.
btw ko komen antum di blog ana, sering ttg masalah fitnah sih? hehe

Walhamdulillah…ya Abahnya Zayd. Ini juga masih belajar akhi…Fitnah??? Ah lupakan saja akhi…

4 08 2008
theloebizz

hendak menuju pintu surga insyaAllah hehehe… *ngareeep*

Iya, tapi caranya jangan seperti caleg di atas ya…! Takutnya ntar nyasar dari surga…Tapi semoga beliau caleg tersebut diberi Alah Ta’ala hidayah sehingga kembali kepada fitrah muslimahnya…

5 08 2008
galihyonk

Hm,,,

Uang dan Politik telah membuat orang lupa akan Fitrahnya…

mudah-mudahan tidak terjadi pada saiya… amin…. :-)

Iya…Amiiin!

5 08 2008
rezki

ikut berdoa aja dulu, mudah2an bisa dapet n memiliki sesuai 4 perkara diatas. tentunya yg baik. amin

Iya, semoga Allah kabulkan mas Rezki…

7 08 2008
Sadat ar Rayyan

Wanita-wanita pengukir sejarah Islamiyah, wanita yg menjadi sumber ilmu bagi kaumnya.

Benar. Barakallahu Fiyka…

8 08 2008
ariefdj

..untung cuman jadi wakil rakyat, bukan jadi presiden..
siapa tau dia bisa ngasih manfaat utk umat..
semoga dia selalu di dampingi oleh muhrim-nya di ‘arena’ itu..

Untung apa mas Arief…??? Itu mah bencana…!!!

Tidak akan bisa membawa manfaat, Nabi saja mengatakan akan membawa bencana kok. Malah kita mengatakan membawa manfa’at…??? He…

Yang benar MAHRAM mas, MUHRIM itu orang yang ber-IHRAM.

13 08 2008
Nisaa Aja

Yak, stuju bgt! Mendi2k anak, adek, mengatur rumah, membahagiakan suami & orang tua, harusnya jadi cita2 tiap muslimah. Jadi ibu jg butuh ilmu. Uang & kekuasaan mengaburkan mata hati mns..
Ya ukhti, apa salahnya jadi ibu rumah tangga?

Subhanallahu…semoga akhwat yang membaca tulisan ini berkeinginan juga untuk menjadi seorang pendidik anak dan peneman suami yang baik di rumah-nya. Amiiin…barakallahu fyiki ukhti!

15 08 2008
rismaka

Betul juga…wanita adalah pendidik anak, pengurus suami, bukan pengurus rakyat (dalam artian luas). Sayang sekali, sayang seribu sayang. Lebih disayangkan pula partai yang meloloskannya. Semoga partai itu tidak melabelkan dirinya sbagai partai islam, karena jika demikian maka lebih sayang pula umat yang tlah tertipu darinya… Tetap berkreasi akh…salud 4 U

16 08 2008
mahabbahtedja

ya..Allah semoga istri saya nanti adalah orang yang betah di rumah….
betah bermanja-manja dengan saya dan anak-anak…insyaallah
hemmm….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: