Bingkisan shalat jumat dari Sanur, Denpasar

11 07 2008

Ketika lantunan alquran terdengar dari kejauhan, maka hati ini digerakkan oleh Allah Ta’ala untuk segera menghampirinya. Kaum muslimin di Denpasar-pun serupa, mereka seakan rindu dengan alunan ayat alquran dari “masjid al Insan” yang berada di Kota Sanur, Denpasar – Bali…

Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit sampailah kami di masjid al Insan. Segara kami mengambil wudlu dan mengambil shaf yang terdepan, karena memang di depan masi’ kosong…Masa mau ngisi yang belakang…??? Duduk di sebelah seseorang yang terlihat santun dan ramah dengan senyumnya saat menyambut tahiyatul masjid kami. Tak disangkan, setelah mendapat suatu kedipan mata beliau segera maju ke depan mimbar. Ternyata beliau adalah khatib yang akan memberikan khutbah beberapa saat lagi.

Subhanallah, setelah adzan berkumandang pembukaan khutbah beliau telah diucapkan. Tak pernah diduga, dibalik kesantunan wajahnya, tersimpan kedalaman ilmunya. Kurang lebih, inilah yang beliau sampaikan…

Masjid Agung Jawa Tengah

Tidak diragukan lagi bahwa kehinaan dan malapetaka yang ditimpakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala itu disebabkan karena banyak manusia lalai, merasa tidak bersalah jika melaksanakan dosa dan kemaksiatan. Mereka pun pura-pura tidak tahu bahwa yang demikian itu akan menyebabkan turunnya ancaman dari Allah subhanahu wa ta’ala. Allah ta’ala berfirman : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kepada jalan yang benar.” (Ar-Rum : 41)

Umar Ibnul Khaththab berkata, “Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah ta’ala dengan Islam, walau bagaimanapun kita pasti menginginkan kemuliaan tersebut, tapi jika tanpa Islam, maka Allah akan menghinakan kita. “ (dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Imam Adz-Dzahabi)

Diantara hal-hal yang akan menyebabkan berbuat dosa adalah sebagai berikut :

Pertama.
Tidak sabar dalam menghadapi ujian yang diberikan oleh Allah ta’ala baik itu berupa kebaikan atau keburukan. Allah ta’ala berfirman : “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar-benarnya.“ (Al-Anbiya : 35).


Al-‘Allamah Ibnul Qayyim mengatakan, “Ujian merupakan suatu keharusan yang menimpa manusia, dan tidak ada satu orang pun yang dapat mengelak darinya. Oleh karenanya Allah ta’ala menyebutkan dalam al-Qur’an tentang keharusan-Nya menguji manusia baik itu merupakan kesenangan ataupun kesusahan untuk menuntut adanya kesabaran dan rasa bersyukur…” (Madarijus Salikin juz 2/283). Keterangan di atas merupakan gambaran yang jelas, apabila seseorang tidak memiliki kesabaran dalam menghadapi ujian dan cobaan maka akan menjerumuskan dia ke dalam dosa dan kemaksiatan.

Kedua.
Lemahnya keimanan dan keyakianan kepada Allah ta’ala dan tidak merasa takut kepada-Nya. Sesungguhnya lemahnya iman seorang hamba kepada Sang Penciptanya, Pemberi rizkinya, dan Pengatur segala urusannya adalah perkara besar dan sangat berbahaya. Hilangnya rasa takut kepada Allah, dan tidak memiliki sifat muraqabah (merasa diperhatikan Allah) sesungguhnya akan menyebabkan manusia menganggap enteng dengan janji Allah ta’ala dan ancaman-Nya. Janji Allah ta’ala adalah dengan memberikan pertolongan, kemuliaan dan kepemimpinan. Adapun di akhirat, maka janji-Nya adalah surga yang luasnya seluas langit dan bumi, Allah ta’ala akan berikan kepada orang-orang yang bertakwa. Adapun ancaman-Nya di dunia adalah dengan menurunkan kesusahan, kerendahan dan kehinaan, juga tidak adanya ketenangan, maka ancaman-Nya di akhirat adalah dengan menimpakan adzab yang pedih dan menariknya ke dalam neraka yang membara serta merupakan sejelek-jeleknya tempat kembali.

Dari Anas Ibnu Malik berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, menyampaikan sesuatu di hadapan para sahabatnya, beliau berkata : ‘Telah diperlihatkan kepadaku surga dan neraka, maka aku belum pernah melihat kebaikan dan keburukan seperti pada hari ini, jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis’, Anas berkata, “Tidak pernah datang kepada sahabat Rasulullah suatu hari yang lebih berat kecuali hari itu”. Berkata lagi Anas, “Para sahabat Rasulullah menundukkan kepala-kepala mereka dan terdengar suara tangisan mereka.” (HR. Al Bukhari & Muslim).

Umar Ibnul Khaththab radliyallahu anhu berkata, “Seandainya ada seruan yang datangnya dari langit, ‘Wahai sekalian manusia sesungguhnya kalian akan masuk surga kecuali satu orang …’. Maka aku akan takut kalau satu orang itu ternyata adalah aku.” Ibnu Umar radliyallahu anhu berkata, “Kepala Umar di atas pahaku ketika ia sakit, yang sakit itu menyebabkan kematiaannya, lalu ia berkata kepadaku, ‘Letakkan kepalaku !’, maka aku meletakkannya di atas tanah, kemudian dia berkata lagi, ‘Kehancuran yang akan menimpaku dan ibuku manakala Rabku tidak mengasihiku’.” (Syarhus Sunnah, Al-Baihaqi)


Ketiga:
Kebodohan, tidak mengenal Allah ta’ala. Allah dan rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mencela kebodohan dan ahlinya (orang bodoh), dengan menerangkan dampak kejelekan dan akibatnya. Firman Allah ta’ala :


“Jadilah engkau seorang yang pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Al-A’raf : 199). Dan Allah berfirman tentang sifat-sifat Ibadurrahman (hamba Ar-Rahman) : “Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan.” (Al-Furqan : 63). Dari Abdillah Ibnu Amr Ibnul ‘Ash, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Sesungguhnya Allah ta’ala tidak akan mencabut ilmu pada hambanya dengan sekaligus, akan tetapi mencabut ilmu dengan cara dicabutnya para ulama, sehingga apabila sudah tidak ada lagi yang tersisa seorang alim pun, maka manusia akan memilih para pemimpin-pemimpin yang bodoh, maka apabila mereka ditanya, mereka akan manjawab tanpa ilmu, mereka itu sesat lagi menyesatkan.” (Bukhari & Muslim).

Demikianlah akibat dari kebodohan yang sekarang justru menjadi berkembang biak dan merajalela di kalangan kaum muslimin… Hendaknya kaum muslimin seluruhnya bertakwa kepada Allah kapan dan dimanapun ia berada. Sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelamatkan umat ini dari kesesatan kecuali ilmu, karena Allah ta’ala telah memuji ilmu dan ahlinya. Allah ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang takut di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama (orang yang berilmu).” (Fathir : 28).

Kempat.
Cinta dunia dan condong kepada syahwat. Allah ta’ala berfirman : “Dijadikan indah pada pandangan manusia kepada apa-apa yang diingini yaitu, wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. “ (Ali Imran : 14).


Dalam ayat ini Allah ta’ala telah menyebutkan jumlah syahwat yang digandrungi dan dicintai oleh manusia, kemudian Dia menerangkan bahwa yang demikian itu hanyalah perhiasan dunia yang akan hilang dengan segera, dan di sisi Allah-lah pahala dunia, hendaklah mengingat kembali umurnya yang telah lewat, apakah digunakan ketaatan kepada Allah, ataukah dalam kemaksiatan. Ingatlah apa yang telah Rasulullah peringatkan : “Maka demi Allah ! Bukanlah kemiskinan yang aku takutkan atas kalian tapi yang kutakutkan adalah akan dibentangkannya dunia, seperti dibentangkannya atas orang-orang sebelum kalian, maka kalian akan berlomba-lomba padanya (dunia) seperti halnya mereka, dan dunia itupun akan mengahancurkan kalian, sepertinya telah menghancurkan orang-orang sebelum kalian.” (Bukhari & Muslim).

Kelima.
Lalai, tidak pernah menghiraukan. Kebanyakan manusia terbang dalam angan-angan yang tak karuan, sehingga keluar dari jalan yang lurus dan meninggalkannya, lalu mengira kan dibiarkan begitu saja, lalai atas firman Allah : “Dan Aku memberi tangguhan kepada mereka, sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.” (Al-Qalam : 45). “Biarkanlah mereka di dunia ini makan dan bersenang-senang dan dilalaikan dengan angan-angan kosong, maka kelak mereka akan mengetahui akibat dari perbuatan mereka.” (Al-Hijr : 3). Sudah semestinya kaum muslimin melihat dan membuka matanya lebar-lebar atas apa yang terjadi pada warga dan negara yang kita cintai ini.

Adapun dampak yang ditimbulkan dari dosa dan maksiat adalah sebagai berikut :


1. Sesungguhnya dengan dosa dan maksiat akan melemahkan hati dari keinginannya. Sedikit demi sedikit keinginan untuk melakukan kemaksiatan akan menguat, dan keinginan untuk bertobat akan melemah hingga akhirnya akan hilang keinginan hati untuk bertaubat secara keseluruhan.

2. Seseorang akan terus melakukan perbuatan dosa dan maksiat, sehingga ia akan menganggap remeh dosa tersebut. Kalau sudah demikian maka akan datang kehancuran, sebab dosa yang dianggap remeh adalah besar di sisi Allah ta’ala. Ibnu Mas’ud radliyallahu anhu berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin tatkala melihat dosanya seakan-akan ia berada di pinggir gunung yang ia takut gunung itu akan menimpa dirinya. Dan sesungguhnya seorang yang fajir tatkala melihat dosanya, seperti seekor lalat yang hinggap di hidungnya lalu membiarkannya terbang.” (HR. Bukhari)

3. Sesungguhnya dosa dan maksiat akan menghilangkan rasa malu, yang merupakan tonggak kehidupan hati, pokok dari segala kebaikan, apabila hilang rasa malu maka lenyaplah kebaikan. Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Malu adalah kebaikan seluruhnya.” (HR. Bukhari Muslim)

4. Disebabkan dosa dan maksiat, Allah ta’ala akan melupakan hamba-Nya dan meninggalkannya, maka terjadilah kehancuran yang tidak diharapkan.

Masih banyak dampak dan akibat yang ditimbulkan dari dosa dan kemaksiatan yang harus dijauhi oleh setiap kaum muslimin…. Dengan kembali kepada agamanya, kembali kepada al-Kitab dan as-Sunnah, berpegang teguh kepada keduanya untuk mengembalikan ‘izzatul Islam wal muslimin (Kemuliaan Islam dan Muslimin).


Wallahu A’lam bishawab

Inilah yang dapat kami berikan di sela waktu jumat kami, semoga bermanfaat.

Didit Fitriawan

Denpasar – Bali


Actions

Information

19 responses

11 07 2008
ghaniarasyid™

sayang sekali kita ndak sempat ketemu waktu itu…
sopirnya Bu AH sudah menunggu lama soalnya :(

11 07 2008
mahfuzhoh

Assalamu’alaykum…

dah ana baca boss…!

Subhanallah, tetep semangat yach jangan mudah lemah dan terus menulis
Jazakallah Khoir atas bingkisannya

11 07 2008
achoey sang khilaf

subhanallah akhi
cerahkan hati kami
dengan sedikit sentuhan postingan2mu

subhanallah akhi
teruskan perjalanan dakwahmu :)

11 07 2008
Ridzky

Ya Allah…saya sendiri juga masih sering bermaksiat.

Semoga dengan tulisan ini kita bisa menghindarkan diri dari maksiat.

12 07 2008
mahabbahtedja

assalamu’alaikum…
hemhh………
bab nomor tiga, pukulan telak bagi saya, akh.
“kebodohan adalah kunci bid’ah, sebagaimana ilmu adalah kunci sunnah”

12 07 2008
ahsinmuslim

ya Allah, sungguh diri ini adalah manusia yang fakir, penuh dosa, hamba memohon kepadaMu ya Allah, berikan keteguhan iman dan kemudahan tuk melaksanakan perintah dan menjauhi laranganMu.

12 07 2008
aRuL

Materi khutbahnya masuk..
eh ngak sulit shalat jumat di bali yah.

Alhamdulillah tidak mas AruL…

12 07 2008
The spirit of sunnah

Assalamu’alaikum..
Subhanallah ,’ajib…
Semoga setiap kata yang akhi sampaikan bermanfaat bagi smua.
Maksiat,kebodahan masih jg sering disandang oleh para pencari ilmu..
Sulit dihilangkan karena lingkungan
,masih sering mendengar music2 dt4 kerja sulit krn msh banyakny orang yang belum tahu hukum musik.
The spirit of sunnah
teruskan da’wah,semoga berbalas jannah
tetap semangat..
Wassalamu’alaikum

12 07 2008
doelsoehono

subhanalloh …

semoga dengan tulisan yang bp sampaikan bermanfaat bagi kita semua ,dan menggugah hati yang telah membeku .

memang manusia pasti mempunyai dua ujian yang harus di jalaninya .

semoga kita termasuk orang-orang yang sadar .

salam kenal

Salam kenal juga ya Pak…!

13 07 2008
abu yusuf

Assalamu ‘alaikum
semoga Allah menunjuki kita termasuk hamba yang selalu bertaubat dengan dosa kita, di beri kebersihan hati, di mudahkan langkah kita menuju majelis ‘ilmu, di mudahkan menghindari maksiat, di muadahkan menjalankan ketaatan, juga di mudahkan meninggalkan hal2 yang tidak bermanfaat. aamin
Wassalamu ‘alaikum

13 07 2008
Zulmasri

tulisan yg bagus penuh pencerahan. kapan-kapan posting kehidupan bali ya. pasti menarik

Insya Allah, pak…! Nanti akan saya upload…

14 07 2008
kidungjingga

sabar dalam menghadapi ujian dari Allah baik ujian yang berupa kebaikan ataupun keburukan…
hmm.. saya catat dalam hati.

14 07 2008
awisawisan

assalaamu’alaykum
subhanallaah, mesjidnya bagus ya.
hemmm., itu baru ‘diantara hal2 yang….’, ya, belum ‘semua hal2 yang…’

Rabb,
smoga kita semua dijauhkan dari kemaksiatan…

syukron artikelnya, akh,.

14 07 2008
treesna

assalamualaikum.. saya mampir ke blog ini. Blog yang berkualitas….

Wa’alaikumsalam warahmatullah…

Silahkan mbak, nanti mampir lagi ya…

16 07 2008
herr

assalamu’alaykum,,

kondisi dakwah salafiyyah di bali gmn akh?

Wa’alaikumsalam warahmatullah…

‘Afwan akhi…sepertinya di Bali sangat sulit mencari ikhwan salafiyyin. Jangankan salafiyyin, muslim saja di sini minoritas akh…! Kita doakan saja agar kaum muslimin di Bali diberikan Allah petunjuk untuk mengikuti jalan para salaf ash shalih…

Barakallahu fiika…

16 04 2010
hary

asslmkum,

saya bangga jadi muslim bali yang saya ini generasi ke 3 dan banyak saudara muslim
dri luar bali yang ikut membantu dari segala hal yg termasuk urusan agama.

jazakumullah

16 07 2011
dienaar

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh akhi,

Baraka Allahu fiekum atas artikel khutbah jum’ atnya.
mungkin antum bisa bantu kami, sebab rencana kami akan berlibur beberapa minggu selama ramadahan, jadi saya dan suami ingin kursus bhs arab private unt mengisi waktu kami agar tdk sia- sia. Apakah antum tahu dimana suami dan saya bisa ikut kursus tsb?? jazaakumu Allahu khairan, tlng saya di email ke : asve181@yahoo.com
wassalaam.

16 07 2011
dienaar

afwan, maksud saya kursus bhs arab tsb di Denpasar.

16 01 2012
I write memories, not tragedies « chasing the pretty rainbow™

[…] Meskipun sempat menangis dengan air mata darah di bawah sinar mentari yang terang benderang, pengalaman di Pulau Dewata itu mengembalikan lagi cahaya-cahaya yang mulai […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: