SURAT UNTUK MAHASISWA… 2 (Seutas Nasehat)

26 06 2008

Dari pena sederhana, kami ingin sampaikan pada kalian semua saudaraku mahasiswa…

Sebelum membaca ini, hendaknya kita simak tulisan sebelumnya…

Saudaraku mahasiswa…ketahuilah Allah adalah Dzat Yang Maha Adil. Dia akan memberikan kepada orang-orang yang beriman seorang pemimin yang arif dan bijaksana. Sebaliknya Dia akan memberikan pemimpin yang dzalim bagi rakyat yang suka memberontak.

Maka jika di negeri ini pemerintahnya dzalim, sesungguhnya kedzaliman tersebut dimulai dan berasal dari rakyatnya. Meskipun demikian apabila rakyat dipimpin oleh seorang penguasa yang melakukan kemaksiatan dan penyelisihan (terhadap Islam) yang tidak mengakibatkan dia kufur dan keluar dari Islam maka tetap wajib bagi kita untuk taat kepada mereka serta menasihati mereka dengan cara baik – baik dan yang sesuai dengan tuntunan nabi kita Shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Bukan dengan ucapan yang kasar lalu dilontarkan di tempat-tempat umum apalagi menyebarkan dan membuka aib pemerintah yang semua ini dapat menimbulkan fitnah yang lebih besar lagi dari permasalahan yang kalian (mahasiswa) tuntut.

Bagaimana pemerintah akan mendengar kita, jika cara kita mengingatkan mereka seperti ini…??? (anarki, demonstrasi, dll-pen) Bagaimana pemerintah akan mendengar kita jika cara kita menyampaikan aspirasi masih seperti ini…???

Lakukan yang terbaik saudaraku…seperti apa yang dituntunkan beliau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam (yang artinya): “Barangsiapa yang hendak menasihati pemerintah dengan suatu perkara maka janganlah ia tampakkan di khalayak ramai. Akan tetapi hendaklah ia mengambil tangan penguasa (raja) dengan empat mata. Jika ia menerima maka itulah yang diinginkan dan jika tidak, maka sungguh ia telah menyampaikan nasihat kepadanya (pemerintah). Dosa bagi dia (pemerintah) dan pahala baginya (orang yang menasihati).” (HR. Ibnu Abi Ashim dalam buku As Sunnah 2/522)

Lakukan yang terbaik saudaraku…seperti Usamah bin Zaid –radliyallahu’anhu- ketika beliau ditanya, “Wahai Usamah ,mengapa engkau tidak menghadap Utsman untuk menasihatinya?” Maka jawab beliau : “Apakah menurut kaliant semua nasihatku kepadanya harus diperdengarkan kepada kalian? Demi Allah, sungguh aku telah menasihatinya hanya antara aku dan dia. Dan aku tidak ingin menjadi orang pertama yang membuka pintu (fitnah) ini.” (HR. Al Bukhari 6/330 dan 13/48 Fathul Bari dan Muslim dalam Shahih-nya 4/2290)

Tentang kisah Usamah tersebut, Al Muhaddits Al Albani –rahimahullah- menjelaskan : “Yang beliau (Usamah bin Zaid) maksudkan adalah (tidak melakukannya, pent.) terang-terangan di hadapan khalayak ramai dalam mengingkari pemerintah. Karena pengingkaran terang-terangan bisa berakibat yang sangat mengkhawatirkan. Sebagaimana pengingkaran secara terang-terangan kepada Utsman mengakibatkan kematian beliau.” (dlm buku Ringkasan Shahih Muslim, ta’liq Al Albani nomor 335) Subhanallah, sangat tenang dan ‘arif… Tidak seperti kita kaum mahasiswa.

Oleh karena itu saudaraku…penulis juga mahasiswa seperti kalian, penulis ingin agar kita mahasiswa menjadi tonggak keberhasilan negeri ini. Penulis inginkan dari kalian sebuah berita prestasi, bukan berita anarki. Penulis ingin dengar dari kalian sebuah kabar membanggakan, bukan kabar kekacauan. Mari saudaraku sesame mahasiswa…kita berjuang untuk kebaikan bangsa ini dengan tuntunan Ilahi…

Wallahua’alam…

Didit Fitriawan, 26 Juni 2008, pkl 12.28 WIB




Actions

Information

7 responses

26 06 2008
dhedhi

klo kata saya sih mbak… mahasiswa juga ga bisa disalahin sepenuhnya….
Pemerintah kok rasanya terlalu takut untuk berdialog dengan mahasiswa.
Tambahan lagi sikap polisi yang terlalu represif….

Tapi emang saya ga setuju dengan kekerasan… seharusnya demo2 mahasiswa itu demo2 yang intelek (dengan syarat : pemerintah juga harus intelek dalam menghadapi mahasiswa).

Salam semangat untuk seluruh saudara seperjuangan…! ^_^
Hidup mahasiswa Indonesia …. ! :-)

Wah saya bukan mbak, kang dedhi…saya laki – laki!

Ya, semoga mahasiswa kita bisa menjadi lebih santun lagi ya…

26 06 2008
achoey sang khilaf

kenapa harus anarkis :)
tanya seorang anak kecil yang sedang blajar menjalani hidup ini
dan ayahnya pun tersenyum
karena ini adalah contoh hal yang tak boleh kau lakukan :)

27 06 2008
andries

ya, mereka kan hidup dalam satu perkiraan.. dikiranya itu cara yang terbaik…dikiranya itu cara yang benar… dikiranya membela rakyat…. dikiranya jadi pahlawan…

Sayang sekali ya mas…hidup kok hanya dikira – kira…Semoga lain kali jadi lebih baik. Amiiin

27 06 2008
sukem06

assalamu’alaikum

insyaAllah saya sepakat dengan menolak aksi mahasiswa yang anarkis!
mahasiswa, sebagai bagian dari masyarakat yang mendapatkan pendidikan di jenjang ‘tinggi’., seharusnya bisa menampilkan aksi yang cerdas!

terkait dengan ’empat mata’ yang antum paparkan., apakah sudah pernah ada pelaksanaan di lapangan (Indonesia) sebagaimana yang disampaikan?

*tidak lupa, salam ukhuwah dari Riyadh

wassalamu’alaikum

Wa’alaikumsalam warahmatullah…

“terkait dengan ’empat mata’ yang antum paparkan., apakah sudah pernah ada pelaksanaan di lapangan (Indonesia) sebagaimana yang disampaikan?”

Untuk pelaksanaan dalam hal ini, “setahu saya” dan yang saya tahu selama ini belum terjadi. Hal ini disebabkan bisa jadi karena sulitnya birokrasi dan persyaratan untuk bertemu dengan pemimpin secara formal dan langsung. Jika memang kita tidak mampu dalam menasehati pemimpin secara “empat mata” sebagaimana yang diperintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits tersebut, maka …

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al Baqarah:286)

sedangkan Nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda…

“Apa yang aku larang terhadap kalian, maka jauhilah. Dan apa yang aku perintahkan kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian. Sungguh yang membuat binasa kaum sebelum kalian adalah karena banyaknya bertanya dan menyelisihi nabi – nabi mereka.” (HR. Al Bukhari no. 7288 )

Dalam hal ini, mengingatkan pemimpin dengan 4 mata hanyalah menurut kemampuan kita saja akhi…Seandainya kita tidak mampu, maka kewajiban kita tentang mengingatkan mereka dengan cara ini telah gugur. Namun mengingatkan mereka masih bisa dilakukan dengan cara yang lain.

Tugas kita hanyalah bersabar di atas kedzaliman mereka dan tidak memberontak pada mereka tanpa harus melalaikan memberikan nasehat pada mereka.

Nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan…

“Barangsiapa yang mentaatiku berarti ia mentaati Allah dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka ia bermaksiat kepada Allah dan siapa yang taat kepada amirnya (pemimpin/penguasa) berarti ia mentaatiku dan siapa yang bermaksiat kepada amirnya (pemimpin/penguasa) maka ia berarti bermaksiat kepadaku dan amirnya adalah tameng.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1065-1068 )

“Barangsiapa yang mentaatiku berarti ia mentaati Allah dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka ia bermaksiat kepada Allah dan siapa yang taat kepada amirnya (pemimpin/penguasa) berarti ia mentaatiku dan siapa yang bermaksiat kepada amirnya (pemimpin/penguasa) maka ia berarti bermaksiat kepadaku dan amirnya adalah tameng.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1065-1068 )

“Akan ada nanti para pemimpin yang kulit menjadi lunak terhadap mereka sedangkan hati tidak tenteram kemudian akan ada pula para pemimpin yang hati manusia gemetar karena mereka dan bulu kuduk berdiri karena (takut) kepada mereka.” Lalu ada yang bertanya : “Ya Rasulullah apakah tidak diperangi saja mereka?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab : “Tidak, selama mereka menegakkan shalat.” (dari sahabat Abu Sa’id al Khudri dlm buku Ibid nomor 1077)

Subhanallah…inilah perintah Nabi kita yang mulia dalam bersabar di atas kedzaliman pemimpin tanpa melupakan untk menasehati dan berdakwah kepada mereka semampu kita.

Wallahu Ta’ala a’alam…

Salam ukhuwah juga dari Surabaya Akhi…

28 06 2008
indra1082

Astaghfirullah………………
Damailah Indonesiaku…………….

Amiiin…

1 07 2008
bangzenk

Hmm.. itu bukan demo mahasiswa deh :(

sebagai mantan “anak jalanan” aye kagak pernah tuh sampe anarki begitu..

itu namanya bukan demonstrasi, tapi anarki aja. beda-lah demonstrasi ama anarki.

salamhangat.
baca tulisan aye insiden atmajaya: siapa bertanggung jawab

Bedanya tipiiis sekali kalo tidak mau dikatakan TIDAK ADA BEDANYA…

Ya Allah, bimbinglah kami ke jalan yang benar…

Salam hangat juga saudaraku…

6 07 2008
thya

subhanallah, model tulisan yang belum pernah ty baca sebelumnya, ternyata hadist2 tentang itu ada yah…

sering2 berkunjung nih kayanya… =D

Iya ukhti, dipersilahkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: