SURAT UNTUK MAHASISWA…

25 06 2008

Pada tanggal 24 Juni 2008, kota Jakarta seakan menjadi saksi begitu hebatnya anak negeri ini dalam mengukir anarki walaupun sangat sedikit dari mereka yang mengukir prestasi. Betapa tidak…??? Sebagian besar mahasiswa dan massa suruhan / bayaran yang berasal dari Ibukota dan sekitarnya bersama – sama mengumpulkan kekuatan menuju jalanan untuk DEMONSTRASI menuntut sebuah penolakan atas kenaikan harga BBM. Banyak pihak yang menyesalkan aksi penuh anarki ini. Berbagai tindakan tidak bermanfaat yang cenderung merusak, telah mereka lakukan, walaupun perbuatan itu sama sekali tidak pantas dilakukan oleh seorang mahasiswa yang mengaku sebagai agent of change, social control, iron stock dan moral force.

Diantara tindakan anrki dan tidak bermanfaat yang mereka lakukan adalah sebagai berikut…

  1. Menutup serta memblokir jalur cepat – lambat antara jalan sudirman dan Slipi. Jalan ini mereka blokir berkenaan dengan aksi long march.
  2. Memblokir jalan tol dalam kota Jakarta dan memaksa pengendara untuk memutar balik sehingga menyebabkan kemacetan panjang hingga kawasan Semanggi.
  3. Melempar gedung DPR dengan BOM Molotov.
  4. Merobohkan serta merusak pagar samping gerbang utama gedung DPR.
  5. Membakar berbagai macam atribut dan ornament di kawasan Atmajaya sehingga membuat kepulan asap hitam yang terlihat hingga menara BRI Jakarta.
  6. Memblokir busway dengan kayu yang berpaku di kawasan Atmajaya.
  7. Membakar sepeda motor dan mobil kijang milik kepolisian.

(dilansir dari http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php)

Subhanallah…sebagai seorang mahasiswa juga, penulis ingin menggugah jiwa – jiwa ksatria dan jiwa pembaharu rekan – rekan mahasiswa untuk bersikap lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi suatu kasus dan fenomena. Seorang agent of change tidak harus bersikap garang tampil di depan umum dalam mengekspresikan suatu aspirasi. Seorang social control tidak harus bertindak gegabah dan menimbulkan kekacauan dalam menyampaikan aspirasi rakyat.

Saudaraku para mahasiswa…, kita adalah seorang aktor intelektual muda yang cukup berperan bagi bangsa. Ketenangan pikiran dan kejernihan hati-lah modal kita dalam mengatasi segala sesuatu yang terjadi di negeri ini. Kita dianugerahi Allah ‘azza wa Jalla pemikiran yang cemerlang dan tidaklah Allah memberikan nikmat ini pada sembarang orang. Nikmat ini hendaknya kita syukuri dengan cara memberikan solusi dan penyelesaian yang logis serta bermanfaat pada setiap permasalahan yang terjadi. Bukan dengan kekerasan dan kekacauan…

Saudaraku para mahasiswa, tidakkkah terbersit dalam benak kita tentang apa yang telah kita lakukan di atas…???

1. Tindakan menutup serta memblokir jalan raya dan jalan tol dan memaksa pengendara untuk memutar balik.

Saudaraku…kita tidak pernah tahu mungkin saja di antara pengendara yang melintas tersebut ada seorang ibunda yang akan melahirkan putra-nya, mungkin saja ada seorang sakit yang harus ditangani sesegera mungkin, mungkin saja banyak pegawai kantor dan warga yang mencari nafkah untuk anak istrinya yang terlambat kerja… Semua ini karena ulah siapa??? Tak lain karena ulah kita…

Seandainya kita-lah yang berada pada posisi ini, akankah kita diam begitu saja…??? Tidak, tentu tidak…!!! Kita akan murka dengan tingkah pola orang – orang yang bertindak demikian. Serta bias jadi kita akan mendoakan bagi orang – orang penutup jalan tersebut dengan doa – doa yang buruk. Maka takutlah dengan doa ini wahai saudaraku…

Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniyaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”.(HR. Muslim, kitab al Iman 1/37-38)

2. Melempar gedung DPR dengan BOM Molotov, merobohkan serta merusak pagar samping gerbang utama gedung DPR serta memblokir busway dengan kayu yang berpaku di kawasan Atmajaya.

Subhanallah…saudaraku sesama mahasiswa, marilah kita lebih ‘arif dalam bersikap dan mengambil keputusan. Coba sejenak kita lihat cara kita dalam menolak kedzaliman pemerintah…??? Lihatlah cara kita dalam menyampaikan aspirasi…??? Demikian-kah akhlak seorang mahasiswa…??? Sungguh jika memang demikin, para rector dan dosen harus-lah menangis meratapi kegagalan mereka dalam mendidik mahasiswa. Disamping itu, para orang tua mahasiswa pasti akan mengelus dada karena ank kesayangan mereka berkelakuan tak ubahnya seorang preman. Inikah aktifis kampus…???

Wahai saudaraku, tenanglah…sabarlah dalam bersikap. Ingatlah tutur kata Nabi-mu Yang Mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidak boleh melakukan perbuatan (mudharat) yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain“ (HR. Al Hakim II/66 dari Ibnu ‘Abbas-radliyallahu’anhu)

Imam An Nawawi mengatakan,” Tidak boleh bagi kalian membahayakan (berbuat kerusakan) yang lain tanpa hak, dan tidaklah boleh memulai kejahatan pada sesamanya.” (Syarh Arba’in An Nawawi, 32/299)

Oleh karena itu saudaraku sesame mahasiswa, marilah kita berfikir sejenak sebelum melakukan sesuatu. Mari sama – sama kita pikirkan antara manfaat dan mafsadatnya, kita pikirkan baik dan buruknya serta kita pikirkan positif dan negatifnya… Janganlah kita mencoreng wajah kita sendiri, menempakkan aib sendiri serta menistakan diri pribadi…saudaraku, Negara ini akan ada di pundakmu…dengan apa kita angkat Negara ini jika semenjak dini kita sudah menentang dan melawan sang Penguasa Negara…??? Tidakkkah lebih baik, jika saling berdiskusi dan bekerja sama menyelesaikan problematika negeri ini yang tak kunung usai…???

Saudaraku, sadarlah…

Didit Fitriawan, Kamis 26 Juni 2008, pkl 01.41 WIB


Actions

Information

8 responses

25 06 2008
ven

HAH!!! mhs pake bom molotov???

prihatin…miris…menyedihkan dunia pendidikan kita….saat negara lain berlomba menciptakan teknologi utk kemajuan…indo msh sibuk dg kerusuhan :-(

Ya, demikianlah wajah kita…semoga ke depan kita bisa menjadi lebih santun lagi.

26 06 2008
Catra

mahasiswa sekarang udah kebablasan. sebenarnya harus didekati oleh langkah diplomasi terlebih dahulu. sampaikan aspirasi kita secara terbuka dan tepat sasaran. tidak merusak fasilitas umum

semoga kita semua tersadarkan…terima kasih udah mampir saudaraku…

26 06 2008
awisawisan

assalaamu’alaykum

ada liat yang mahasiswa mental kena tabrak mobil polisi?
masya Allah,
nda ngerti dgn negara ini yak…

27 06 2008
aRuL

Saya menyayangkan tindakan anarkis mahasiswa, walau beberapa pihak menyakini itu ulah provokator non mahasiswa.
tapi saya juga menyalahkan pemerintah dan anggota DPR yang tertutup telinganya untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa.
seandainya ada perwakilan DPR waktu itu menemui mahasiswa waktu itu, saya rasa kerusuhan ini tidak akan terjadi.
Saya semakin heran aja sama pemerintah mendengarkan mahasiswa setelah ada tindakan keras baru menyadari :D

Memang demikianlah sikap pemerintah kita. Oleh karena itu, kita-lah yang harus mendakwahi mereka agar mereka tidak bersikap demikian lagi. Serta agar mereka kembali kepada jalan kebaikan di atas alquran dan assunnah di atas faham para sahabat.
Dan satu hal lagi saudaraku, seorang muslim yang baik adalah seorang yang selalu mendoakan kebaikan bagi pemimpinnya…agar mereka tidak berbuat dzalim lagi kepada rakyat.

Wallahua’alam

7 07 2008
alhakim

Demonstrasi kalau ujung2nya mengganggu kepentingan orang lain dan berakhir anarkhis, sungguh perbuatan yang dilarang agama. Heran… melihat negeri ini yang semakin kacau *melirik tingkah polah orang di senayan yang sudah buta mata hatinya :( *

7 07 2008
yanti

Ketika anada Elang meninggal dikerusuhan 1998… banyak orang bersimpati pada mahasiswa.. dan ikut berdiri dibarisan demonstran.. Tapi.. ketika ini berulang-dan berulang.. masyarakat menjadi jenuh… (maaf bukan tidak bersimpati atau tidak lagi punya hati nurani…) jenuh karena tidak ada perbaikan berarti dalam kehidupan bangsa ini. Korupsi masih tetap merajalela, harga-harga tetap terus melambung, pendidikan makin tak terjangkau, pengangguran makin bertambah dsb-dsbnya.

Seharusnya ada jalan lain untuk menyelasaikan kemelut bangsa…

mungkin memang belum ditemukan jalan penyelesaian yang tepat.. tapi tak boleh putus asa dan terus mencari. Serta tidak mengulang cara-cara lama, dengan demonstrasi.

27 08 2008
Acvent

Kunjungilah situs kami http://www.acvent-solution.com
kami siap menjadi rekanan anda dalam layanan pemrosesan informasi!!!

27 12 2008
abu abdillah

demokrasi bukan dari Islam,,
dan demonstrasi juga bukanlah dari Islam,,

teman-teman,saudaraku,,marilah kita kembali ke Islam yang benar,,
ke manhaj yang benar,,berdasarkan Al Qur’an dan As SUnnah dengan pemahaman para shahabat..

insya ALlah perltolongan ALlah segra datang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: