Adikku, bersyukurlah pada Tuhanmu…

16 06 2008


Kemudian, setelah menuliskan sebuah bingkisan bagi adik – adikku yang diuji oleh Allah dengan ketidaklulusan, maka sedikit penulis sempatkan untuk memberikan hadiah sederhana tapi (Insya Allah) bermakna bagi adik – adik SMA yang diberikan kelulusan oleh Allah Ta’ala…

Setiap insan yang hidup di muka bumi ini pasti pernah mengalami suka dan duka. Tak ada insan yang diberi duka sepanjang hidupnya, karena ada kalanya kemanisan hidup menghampirinya. Demikian pula sebaliknya, tak ada insan yang terus merasa suka karena mesti suatu ketika duka menyapanya. Bila demikian tidaklah salah pepatah yang mengatakan, “Kehidupan ini ibarat roda yang berputar”, terkadang di atas, terkadang di bawah. Terkadang bangun dan sukses, terkadang jatuh dan bangkrut, kadang kalah, kadang menang, kadang susah, kadang bahagia, kadang suka dan kadang duka… Begitulah kehidupan di dunia ini, kesengsaraannya dapat berganti bahagia, namun kebahagiannya tidaklah kekal.


“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah di antara kalian serta berbangga-bangga dalam banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kalian lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras/pedih dan ada pula ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Kehidupan dunia itu tidak lain kecuali hanya kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid: 30)

Sebagai siswa SMA yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengimani takdir-Nya, sudah semestinya suka dan duka itu dihadapi dengan syukur dan sabar. Allah Subhanahu wa Ta’ala menggandengkan dua sifat ini di dalam firman-Nya:


“Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang banyak bersabar lagi bersyukur.” (Ibrahim:5)

Al Imam Qatadah –rahimahullahu– menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan, “Dia adalah hamba yang bila diberi bersyukur dan bila diuji bersabar.” (An-Nukat wal ‘Uyun, 3/122)

Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa mukmin yang sabar atas musibah/duka yang menimpanya dan bersyukur atas nikmat/suka yang diterimanya akan mendapatkan kebaikan. Kabar gembira ini tersampaikan kepada kita lewat sahabat beliau yang mulia Shuhaib Ar-Rumi radhiyallahu ‘anhu. Shuhaib berkata:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh seluruh perkaranya adalah kebaikan baginya. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika mendapatkan kelapangan ia bersyukur, maka yang demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kemudaratan/kesusahan1 ia bersabar, maka yang demikian itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 7425)

Oleh karena itu, mari kita sama – sama untuk…

1. Memperbanyak membaca dan mempelajari ayat-ayat Al-Quran

Al-Qur’an diturunkan Allah sebagai cahaya dan petunjuk, juga sebagai obat bagi hati manusia. “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra’: 82).

Kata Ibnu Qayyim –rahimahullah-, yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim untuk menyembuhkan hatinya melalui Al-Quran, “Caranya ada dua macam: pertama, engkau harus mengalihkan hatimu dari dunia, lalu engkau harus menempatkannya di akhirat. Kedua, sesudah itu engkau harus menghadapkan semua hatimu kepada pengertian-pengertian Al-Qur’an, memikirkan dan memahami apa yang dimaksud dan mengapa ia diturunkan. Engkau harus mengamati semua ayat-ayat-Nya. Jika suatu ayat diturunkan untuk mengobati hati, maka dengan izin Allah hati itu pun akan sembuh.”

2. Memperbanyak amal shalih

Suatu ketika Rasulullah saw. bertanya, “Siapa di antara kalian yang berpuasa di hari ini?” Abu Bakar –radliyallahu’anhu- menjawab, “Saya.” Lalu Rasulullah ‘alaihi ash shalatu wa sallam bertanya lagi, “Siapa di antara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Lalu beliau bersabda, “Tidaklah amal-amal itu menyatu dalam diri seseorang malainkan dia akan masuk surga.” (Muslim)

Begitulah seorang mukmin yang shaddiq (sejati), begitu antusias menggunakan setiap kesempatan untuk memperbanyak amal shalih. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan surga. “Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabb-mu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (Al-Hadid: 21)

Begitulah mereka. Sehingga keadaan mereka seperti yang digambarkan Allah swt., “Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir-akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah). Dan, pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (Adz-Dzariyat: 17-19)

Banyak beramal shalih, akan menguatkan iman kita. Jika kita kontinu dengan amal-amal shalih, Allah akan mencintai kita. Dalam sebuah hadits qudsy, Rasulullah saw. menerangkan bahwa Allah berfirman, “Hamba-Ku senantiasa bertaqarrub kepada-Ku dengan mengerjakan nafilah sehingga Aku mencintainya.” (Shahih Bukhari no. 6137)

3. Memperbanyak mengingat mati

Wahai saudaraku adik – adik SMA, tidak ada guna kita mensyukuri nikmat dengan cara corat – coret serta konvoi2 sedemikian. Bagaimana jika saat kita konvoi, kemudian tiba – tiba kita mati? Maka tugas kita adalah banyak untuk mengingat kematin. Karena kelulusan, bias saja dan sama halnya dengan semakin dekatnya waktu kita untuk mendekati kematian. Nabi berpesan…“Dulu aku melarangmu menziarahi kubur, ketahuilah sekarang ziarahilah kubur karena hal itu bisa melunakan hati, membuat mata menangism mengingatkan hari akhirat, dan janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang kotor.” (Shahihul Jami’ no. 4584)

Beliau juga bersabda, “Banyak-banyaklah mengingat penebas kelezatan-kelezatan, yakni kematian.” (Tirmidzi no. 230)

Mengingat-ingat mati bisa mendorong kita untuk menghindari diri dari berbuat durhaka kepada Allah; dan dapat melunakkan hati kita yang keras. Karena itu Rasulullah menganjurkan kepada kita, “Kunjungilah orang sakit dan iringilah jenazah, niscaya akan mengingatkanmu terhadap hari akhirat.” (Shahihul Jami’ no. 4109)

Bayangan seperti itu jika membekas di dalam hati, akan membuat kita menyegerakan taubat, membuat hati kita puas dengan apa yang kita miliki, dan tambah rajin beribadah sehingga tiada lalai dengan sebuah kelulusan.

4. Mendatangi kajian – kajian keislaman yang sesuai dengan tuntunan sahabat.

Mengapa demikian? Ya, setelah ini kita akan menempuh kehidupan baru, baik kehidupan kampus maupun dunia kerja. Tentu dunia yang baru ini banyak sekali resiko serta tantangan berupa aliran – aliran baru dalam agama islam, pemahaman – pemahaman yang tidak sesuai dengan islam yang shahih, serta banyak teman – teman yang tidak menjaga islam mereka dengan baik. Nah, hendaknya kita bentengi diri kita dengan senantiasa menuntut ilmu agama… Nabi kita yang mulia bersabda:

“Barangsiapa yang berjalan untuk menuntut ilmu agama, niscaya akan Alah mudahkan jalan dia ke surga.” (HR. Muslim)

Dijelaskan Imam al Faqih Abdurrahman As Sa’di –rahimahullah- “setiap jalan, baik nyata maupun tak nyata yang dapat mengantarkan seorang hamba untuk mendapatkan ilmu agama, maka itu termasuk jalan yang disebutkan oleh nabi tsb.” (dlm Fatawa As Sa’diyah, I/623)

Semoga apa yang tertulis oleh tinta ini dapat mengantarkan kita semua terutama untuk adik – adik SMA… menuju ridla Ar Rahman dengan percikan iman. Amiiin…












Actions

Information

4 responses

17 06 2008
adhyaswj

Assalamu ‘alaikum
kaifa hal ya akh?
wah, antum produktif y?
semoga kita tetap istiqomah di jalan dakwah.
barokallahu fik
Wassalamu ‘alaikum

Wa’alaikumsalam warahmatullah…

alhamdulillah akhi, semoga sedikit ilmu ini bisa bermanfaat kepada diri sendiri dan sesama. Amiin, Insya Allah. Wa fiika barakallahu.

17 06 2008
Tri Rahmawati

Assalaamua’laikum WR.WB.

Keep istiqamah dalam brdakwah y akhi..
Saatnya brdakwah brsenjatakan pena..

Sampaikanlah kebenaran walau hanya satu kata…
Sesungguhnya islam adalah agama yang fitrah

Jazakallah khair…

Wassalaamua’laikum WR.WB.

Wa’alaikumsalam warahmatullah…

Insya Allah, semoga istiqamah…waiyyaki khairul jaza’

25 06 2008
Haris

assalamu’alaikum warohmatulloh

syukron akhi atas kedua artikelnya

keduanya bermanfaat bagi ana

tahun depan ana akan ikut UN SMA

doakan ana agar bisa mempersiapkan diri dengan baik dan lulus dengan nilai yang memuaskan

kedua artikel antum telah membantu persiapan ana untuk UN tahun depan

jazakumullah khair…

wassalamu’alaikum warohmatulloh

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu…

Wa fiika jazakallahu khairan. Semoga Allah Ta’ala mudahkan urusan antum dan lulus dengan baik. Sering – sering berkunjung ya akh…!

13 09 2008
Jalaluddin

Assalamu alaikum akhi. Syukran katsir ya akhi atas tulisan antum. Bnyak manfaat yg bisa ana peroleh. Truslah menulis akhi.

Didit Fitriawan berkata…
Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuhu. Insya Allah akhi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: