FPI…dalam timbangan islam!

12 06 2008

FPI punya nih...

Siapa yang tak kenal FPI…??? Bukan…! FPI bukanlah Foundation for Paranormal Investigation, namun FPI adalah Front Pembela Islam yang akhir – akhir ini banyak menyedot pemberitaan baik dari media cetak maupun elektronik. Seraut tulisan ini, semoga bias bermanfaat bagi kita serta –mungkin- bagi FPI, Insya Allah…

Gambar di atas bukanlah gambar kartun kegemaran anak – anak, crayon sinchan dengan pahlawan bertopengnya. Namun gambar tersebut adalah FPI bertopeng.

Meskipun dirasa agak telat, namun Insya Allah masi’ bisa untuk memberikan coretan kecil dari hamba yang fakir ini atas apa yang telah diperbuat sebuah kelompok yang mengaku ahli dalam memberantas kemaksiatan dan kemungkaran, namun justru mereka malah membuat kemungkaran yang lebih parah dari sebelumnya. Jelas, cara dakwah mereka yang seperti ini, akan mengakibatkan terjauhkannya manusia dari jalan islam, pengintimidasian kaum muslimin di sebagian tempat serta akan menimbulkan perang sesame saudara muslim.

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh sahabat Abdullah bin Mas’ud –radliyallahu’anhu, “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi dia tidak dapat meraihnya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada kami bahwa ada sekelompok orang yang membaca Al-Qur’an tapi hanya sampai sebatas kerongkongan mereka saja. Demi Allah, aku tidak tahu barangkali sebagian besar mereka dari kalian-kalian ini.” (HR. Ad-Darimi dalam Sunannya :. 210 dan Bahsyal dalam Tarikh wasith hal. 198- 199 dan Silsilah Ahadits Ash-Shahihah 5/11-13/no. 2005 oleh al-Albani).

Ya, demikianlah. Banyak diantara manusia yang menghendaki kebaikan, namun mereka tidak pernah sampai pada kebaikan yang mereka harapkan. Apa sebabnya…??? Tentu, mereka telah keluar dari cara dan metode dakwah Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam. Mereka tidak berada di jalan ‘ilmu wal hilmu (ilmu dan bijaksana), namun mereka berada di jalan kekerasan dan kerusakan. Tidaklah mereka akan pernah mendapati buah manis hasil jerih payah dakwah mereka, melainkan akan menemui kenistaan bagi diri mereka sehingga mereka kembali ke jalan dakwah yang pernah ditempuh oleh para sahabat –ridwanallahu ‘alaihim ‘ajma’in-

Lantas, bagaimanakah islam memberikan contoh metode dan cara dakwah sehingga islam yang ya’lu walaa yu’la (tinggi dan tak ada yang lebih tinggi) dapat tersebar dengan baik serta dapat diterima masyarakat??? (Insya Allah)

Dijelaskan oleh Sufyan ats Tsaury –rahimahullah-,” tidak diperbolehkan melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, melainkan seseorang yang memiliki 3 sifat; lemah lembut ketika menyuruh dan lemah lembut ketika melarang, adil ketika menyuruh dan adil ketika melarang, serta memiliki ilmu dengan yang ia suruh dan memiliki ilmu dengan apa yang ia larang. (dlm buku Amar Ma’ruf Nahi Munkar oleh Abu Bakar al Khalla, hal. 41)

Kemudian dipertegas lagi oleh Imam al Faqih ‘Abdul ‘Azis ibn Bazz –rahimahullah- ,”Hendaknya engkau lembut di dalam berdakwah, bersikap penyayang dalam berdakwah, tahan dan sabar dlm menghadapi cobaan sebagaimana para nabi ‘alaihimush shalatu wa sallam kemudian jangan tergesa – gesa dan jangan bersikap keras lagi kasar…! Hendaknya kau bersikap lembut dan penyayang dalam berdakwah. (dlm buku ad Da’wah ila Allah wa akhlakud du’at hal.43-45)

Ya, inilah yang harus kita utamakan dalam dakwah ini, yaitu menggunakan cara yang santun serta lembut dengan hiasan akhlak yang mulia. Bukan dengan apa – apa yang FPI lakukan…! (na’udzubillah min dzaliik)

Bahkan, jika ditelaah lebih lanjut, kaidah usul dalam berdakwah adalah dengan kelembutan walaupun diperbolehkan pada saat tertentu untuk berdakwah dengan keras. Hal ini telah dijelaskan oleh Prof. Dr. Rabi bin Hadi al Madkhali –hafidzahullah- salah seorang guru besar dari Universitas Islam kota Madinah. Beliau berkata,”Hukum asal dakwah adalah dengan kelembutan, kehalusan serta hikmah. Namun jika engkau menemui orang yang keras kepala, tidak mau menerima al haq dan menolak ketika kau berikan dia hujjah…maka saat itu gunakanlah bantahan! ( dlm risalah al Hats ‘ala Al Mawaddah, hal.38 )

Jika kita melihat para nabi pilihan ‘alaihimush shalatu wa sallam, mereka juga berdakwah dengan penuh kelembutan dan kebaikan. Sebagaimana Nabi Musa dan Nabi Harun –‘alaihimas salam- saat mendatangi Fir’aun…“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan perkataan yang lemah lembut, agar dia ingat atau takut.” (QS. Thaha : 44)

Jika berdakwah kepada manusia yang paling dilaknat oleh Allah saja hendaknya menggunakan cara yang lembut, bagaimana lagi berdakwah kepada kaum muslimin yang fasiq saat ini…? Tentu harus lebih hikmah lagi… Subhanallah…wahai ikhwan di FPI, para ulama telah menasehati kita untuk segera kembali ke jalan yang pernah ditempuh oleh nabi kita yang mulia, yaitu jalan hikmah dalam berdakwah. Tinggalkan-lah cara – cara kalian yang dahulu wahai saudaraku…mari sama – sama kembali pada tuntunan para ulama ahlus sunnah wal jamaah. Wallahua’lam bi ash shawab…

Maraji’

1. 14 Contoh Hikmah dalam Berdakwah oleh Al Ustadz Abdullah Zaen, Lc.

            


Actions

Information

8 responses

14 06 2008
tri

Sedemikan rupa lah umat Islam memperjuangkan kebenaran yang dianutnya. Jikalaupun ada salah dalam jalannya itu, semoga Allah segera memberi petnjuk yang seharusnya. Umat terbaik akan selalu mencari kebenaran dari yang dianutnya. dan berusaha menjalankan dengan sebaik-baiknya.
Wallahua’lam

Kebenaran sesungguhnya hanya milik Allah semata

Alhamdulillah…kebenaran milik Allah Ta’ala semata…dan Dia telah merisalahkan kebenaran ini melalui jalan/sunnah nabi-Nya yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah yang harus kita ikuti…

14 06 2008
tintin

ALhamdulillah .. :)

24 06 2008
alhakim

saya setuju dengan pandangan sampean. Dakwah tidak harus pakai kekerasan.

Alhamdulillah akhi…dakwah terus ya sama – sama…

4 09 2008
abdurahman

hidup fpi
berjuanglah terus saudaraku meskipun banyak biadab yang menghalangimu, wahai pejuang islam surga merindukanmu jangan biarkan apapun dimuka bumi ini merusak aqidah dan syariat islam.

Didit Fitriawan berkata…
Semoga Allah merahmati kita dengan kelembutan akhlak dalam berdakwah wahai akhi. Tentu ini dikarenakan Allah ta’ala berfirman…

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl : 125)

‘Allamah Shalih al Fauzan -hafidzahullah- menjelaskan…

“Hikmah merupakan salah satu sikap yang kurang dimiliki oleh banyak para juru dakwah, ysehingga dakwah mereka kacau dikarenakan mereka tidak kembali kepada metode dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam.” (dlm. kata pengantar buku at Tadarruj fid Da’wah an Nabiy Shallallahu “alaihi wa sallam, karya Ibrahim bin ‘Abdullah al Muthlaq hal. 08 )

Dan semoga saudara – saudara kita di FPI, diberikan Allah kekuatan untuk kembali kepada Sunnah Nabi ‘alaihi ash shalatu wa sallam dalam “cara berdakwah serta manhajnya”. Amiiin…

Barakallahu Fiyk…

25 05 2010
SENTA

perkuat ilmu yg haq untuk brdakwah
jgn pekuat otot untuk berdakwah

11 02 2011
Kemarin Ahmadiyah, Sekarang FPI | Mυтιαrα Sυηηαн

[…] 14 Contoh Hikmah dalam Berdakwah oleh Al Ustadz Abdullah Zaen, Lc. melalui artikel di https://fitrahfitri.wordpress.com/2008/06/12/who-wants-to-be-fpi/ dengan judul asli FPI…dalam timbangan […]

11 02 2011
Kemarin Ahmadiyah, Sekarang FPI | Mυтιαrα Sυηηαн

[…] 14 Contoh Hikmah dalam Berdakwah oleh Al Ustadz Abdullah Zaen, Lc. melalui artikel di https://fitrahfitri.wordpress.com/2008/06/12/who-wants-to-be-fpi/ dengan judul asli FPI…dalam timbangan […]

10 05 2011
Rijal Sholeh

Akhi, jika antum memang MUSLIM yg baik, coba langsung tabayun ke markas FPI. Utarakan pendapat antum dengan santun, penuh kasih sayang dan jangan cuma bisa menghujat sesama saudara MUSLIM melalui tulisan seperti ini. Apa antum sudah merasa kafah dalam berISLAM?

Didit Fitriawan berkata…
Insya Allah telah banyak ustadz yang mentabayyuni ke FPI, namun didapatkan hasil yang sama antara sebelum dan sesudah dinasehati. Baik secara tertulis maupun secara lisan. Semoga bermanfaat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: