Mengapa kau menduakan-Ku…?

10 06 2008

Gelas untuk berdua

Di kala seseorang menitipkan cinta pada kekasihnya, tentu kekasihnya tak akan pernah menyia-nyiakannya. Apalagi jika harus menduakannya dengan cinta yang lain. Namun sungguh Air susu dibalas dengan air tuba. Ya…inilah yang banyak dilakukan oleh manusia kepada Dzat yang seharusnya ia jadikan kekasihnya. Ya… manusia telah menduakan Dia, menduakan Sang Penyeru Sekalian Alam dengan berhala – berhala, dengan kuburan – kuburan, dengan perdukunan dan tak ketinggalan pula, manusia telah menduakan Allah ‘Azza wa Jalla dengan makhluk-Nya. Manusia telah menyembah serta berdoa pada manusia yang telah tiada…

Inilah yang disebut “Asy Syirku biLLah”…Syirik kepada Allah. Suatu perbuatan yang membinasakan. Suatu amalan yang mencelakakan. Serta dosa yang tak terampuni jika dibawa mati… Wahai saudaraku, semoga petikan nasehat yang penulis ambilkan dari tulisan Al Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawwas –hafidzahullah- dengan judul Syarh ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah ini dapat membimbing kita untuk menuju pada jalan hidayah…

Tentang syirik…!!!

Syirik merupakan fenomena yang terjadi sekarang ini banyak sekali saudara kita yang terjerumus ke dalam perbuatan syirik ini, baik seara sengaja maupun secara tidak sengaja. Untuk itulah, pada kesempatan ini akan dibahas sedilit mengenai syirik , apa itu syirik bagaimana itu syirik dan apa akibat kita melakukan syirik.
Syirik adalah dosa besar yang paling besar di dunia ini, karena syirik itu berarti membuat sesembahan tandingan selain Allah SWT. Syirik berarti tidak mempercayai ke Uluhiyyahan Allah SWT, yang seharusnya hanya kepada Allah SWT sajalah kita beribadah dan hanya kepada Allah SWT saja kita meminta pertolongan.
Syirik oleh sebagian ulama kita ada yang membaginya menjadi dua dan sebagian menjadi tiga tetapi tidak ada pertentangan di antara mereka tentang syirik ini. Syirik yang pertama adalah Syirik Akbar(besar) dan yang kedua adalah syirik Ashghar(kecil) dan ada ulama yang membagi menjadi tiga ialah dengan menambahkan Syirik Khofi(samar), akan tetapi syirik khofi ini juga sudah termasuk di dalam syrik yang kedua yaitu Syirik Ashghar, jadi tidak ada pertentangan di antara para ulama.

Syirik Akbar adalah syirik yang menjadikan sesuatu sebagai tandingan bagi Allah dan atau beribadah kepada selainnya, baik itu berupa pohon maupun matahari, bulan atapun ang lainnya. Dan akibat dari syirik akbar ini ialah akan menghapuskan pahala amalannya dan pelakunya jika belum bertobat sebelum maut menjemput dapat mengakibatkan kekalnya di dalam Neraka. Seperti yang difirmankan Allah SWT di dalam QS Al-An’am 88, At-Taubah 17, An-Nisa’ 48,,116,Luqman 13, dan masih banyak lagi ayat di dalam Al Quran Al Karim yang menjelaskan bahayanya melakukan perbuatan syirik. Rasulullah SAW pernah bersabda kepada para sahabat yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di dalam Kitab Shahihnya, yang sabda Rasul SAW,
“Maukah kalian aku beritahukan apa kabair yan paling besar.”beliau mengulang tiga kali. Para sahabat menjawab ,”Tentu,wahai Rasulallah”. Lalu Rasulullah bersabda,”Yaitu menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Saat itu beliau bersandar lalu duduk dan melanjutkan “juga kesaksian palsu,kesaksian palsu.” Begitu Rasulullah mengulang-ulang sampai-sampai kami mengatakan,”Andai beliau menghentikannya.’( HR. Bukhari dan Muslim )
Rasulullah SAW bersabda ,“Jauhilah tujuh perkara yang memusnahkan.” Beliau menyebutkan dan diantaranya adalah syirik. Didalam riwayat yang lainnya lagi Beliau juga bersabda,
“Barangsiapa mengganti agamanya(murtad) bunuhlah ia.”(HR Ahmad dan Bukhari).
Dosa syirik ini masih bisa diampuni oleh Allah SWT jika pelakunya benar-benar bertobat dan berusaha tidak mengulangnya lagi. Allahu a’lam.

Syirik Ashghar (kecil) merupakan tindakan yang sudah jelas jelas disebutkan dalam nash-nash Al-Qur’an dan sunnah sebagai syirik, tetapi tidak termasuk jenis syirik besar. Contohnya adalah Riya’ (ingin dilihat orang) dalam beramal, bersumpah tidak dengan nama Allah dan lain sebagainya.Allah SWT berfirman :
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabbnya”(QS Al-Kahfi 110).
Maksud dari ‘janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabbnya’ hendaknya tidak menyertakan riya’ bersama amalnya. Rasulullah SAW bersabda,
“Jauhilah syirik kecil!’ mereka bertanya,”Wahai Rasulallah, apakah syirik kecil itu?” Beliau menjawab,”Yaitu riya. Pada hari pembalasan untuk segala yang dikerjakan oleh manusia Allah berkata,’Pergilah kepada orang-orang yang kalian ingin mereka melihat amal-amal kalian. Lalu lihatlah! Adakah pahala yang disediakannya?” (HR. Imam Ahmad, al-Baihaqi, at-Thabarani, at-Tirmizi, dan Muslim dengan lafaz yang berbeda-beda).
Didalam riwayat yang lainnya Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa berlaku riya’ Allah akan memperlihatkan keburukannya. Dan barang siapa berlaku sum’ah (ingin didengar) Allah akan memperdengarkan aibnya.”(HR Bukhari-Muslim. Lafaz di atas adalah riwayat al-Mundziri dalam kitab Targhib.)
Allah SWT berfirman “Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amalan mereka itu bagaikan debu yang beterbangan.”
Maksudnya amal-amal yang dikerjakan untuk mengharapkan wajah Allah, Allah membatalkan pahalanya serta menjadikannya bagai debu yang beterbangan yaitu debu yang dapat dilihat dari sebuah celah dimana cahaya matahari masuk melaluinya.
‘Adiy bin Hatim at Tha’iy meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda,
“Pada hari kiamat nanti, beberapa golongan akan diperintahkan menuju surga. Ketika mereka telah dekat darinya, mencium keharumannya, menyaksikan istana-istananya, serta apa saja yang dijanjikan oleh Allah bagi penghuninya, terdengar seruan,’jauhkanlah mereka darinya! Sesungguhnya mereka tidak mendapatkan sesuatupun dari segala yang ada di sana!’ Maka merekapun kembali dengan segala kerugian dan penyesalan. Belum pernah ada orang yang kembali dengan kerugian dan penyesalan yang melebihi mereka. Mereka pun berkata ‘ Duh Rabb kami, andai saja engkau masukkan kami ke dalam neraka sebelum Engkau perlihatkan kepada kami pahala yang Engkau janjikan bagi para waliMu. Niscaya neraka itu terasa lebih ringan bagi kami.’ Allah Ta’ala menjawab ‘Justru itulah yang aku kehendaki bagi kalian! Dulu dalam kesendirian kalian sengaja melakukan dosa-dosa besar dihadapanku. Adapun jika bertemu dengan orang-orang kalian menampakkan diri sebagai orang-orang yang berbakti. Kalian memperlihatkan amal kepada mereka berbeda dengan yang kalian persembahkan kepadaKu dari hati kalian. Kalian menyegani orang-orang dan tidak kepadaKu. Kalian memuliakan mereka dan tidak memuliakanKu. Kalian meninggalkan dosa-dosa besar karena manusia dan bukan karena Aku. Maka hari ini Aku timpakan kepada kalian siksaanKu yang terpedih dan Aku haramkan atas kalian limpahan pahala dariKu.(HR Thabraniy, Abu Nu’aim, Baihay, dan lainnya.Menurut Ibnu al Jauzy hadist ini termasuk hadist palsu, tetapi imam as-Suyuthi menentangnya. Allahu A’lam).
Syirik kecil ini tidak menyebabkan seseorang keluar dari islam serta tidak memastikan kekalnya seseorang di dalam Neraka, tetapi menghilangkan kesempurnaan tauhid yang semestinya.

Syirik Khofi merupakan perbuatan syirik yang samar akan tetapi kita harus berhati-hati terhadap prilaku kita jangan sampai terjerumus ke dalam syirik khofi ini. Syirik khofi bisa masuk ke dalam kedua jenis syirik tadi, bisa saja termasuk syirik besar seperti
syiriknya orang-orang munafik. Allahu A’lam.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: