Mahalnya Sebuah Hidayah

23 04 2009

–Ibnul Qayyim al-Jauziyyah–

Setiap hamba selalu membutuhkan hidayah pada setiap waktu dan kesempatan, dalam setiap perkara yang hendak dikerjakan atau ditinggalkannya. Tiap-tiap hamba tak akan lepas dari salah satu kondisi berikut:

Pertama:
Kondisi yang berbagai amalan yang ia lakukan tidak sebagaimana mestinya, lantaran jahalah (ketidaktahuannya). Dalam kondisi yang demikian, ia membutuhkan hidayah dari Allah, berupa terbukanya pintu ilmu.

Kedua:
Kondisi ia telah mengenal hidayah, namun ia melakukan hal-hal yang tidak sebagaimana mestinya dengan sengaja. Ia membutuhkan hidayah untuk dapat bertaubat.

Ketiga:
Keadaan dimana ia tidak mengenal hidayah secara ilmiyah maupun amaliyah. Sehingga ia kehilangan hidayah, baik berupa ilmu pengetahuan maupun keinginan untuk mendapatkan dan mengamalkannya.

Keempat:
Kondisi yang ia telah mendapatkan hidayah namun hanya mampu mengamalkan sebagian dari satu amalan menurut petunjuk, sementara sebagian yang lain tidak. Orang ini membutuhkan hidayah untuk dapat melakukannya secara sempurna.

Kelima:
Kadangkala seorang mampu melakukan sesuatu amalan menurut bingkai dasarnya, namun belum mampu mengamalkannya secara rinci. Orang tersebut membutuhkan hidayah yang bisa membimbingnya untuk mengamalkan secara rinci.

Keenam:
Kadangkala seseorang telah mendapat suatu hidayah, namun ia masih membutuhkan hidayah lain dalam penerapannya. Karena hidayah menuju satu jalan berbeda dengan hidayah dalam meniti jalan tersebut. Bisa kita contohkan, seperti seseorang yang telah mengenal jalan menuju suatu negeri anu, yaitu melalui jalan ini dan itu. Namun ia tak mampu menempuhnya dengan baik. Karena untuk menempuhnya dibutuhkan hidayah lain yang lebih khusus. Misalnya, seperti perjalanan yang harus dilakukan di waktu-waktu tertentu dan menghindari di waktu-waktu tertentu, dia harus mengambil perbekalan air di tempat ini dan itu dan dengan jumlah tertentu, juga beristirahat di tempat-tempat ini dan itu. Itulah yang dimaksud hidayah dalam penerapan satu amalan. Kerap kali orang yang mengenal suatu jalan tidak mengenal hal itu, akhirnya ia celaka dan tidak sampai pada tujuannya.

Ketujuh:
Seseorang juga membutuhkan hidayah dalam suatu amalan yang akan dilakukan, untuk masa-masa mendatang, sebagaimana petunjuk/hidayah yang telah ia peroleh di masa lampau.

Kedelapan:
kadang-kadang seseorang tidak memiliki keyakinan sama sekali pada suatu amalan, apakah itu benar atau salah. Ia membutuhkan hidayah untuk mengetahui kebenarannya.

Kesembilan:
Kadang seseorang yakin bahwa dirinya berada diatas jalan kebenaran, padahal ia dalam kesesatan sementara ia sendiri tidak merasa. Maka orang tersebut membutuhkan hidayah untuk beralih dari keyakinan yang salah itu dengan bimbingan Allah.

Kesepuluh:
Terkadang seseorang dapat melakukan sesuatu sesuai dengan petunjuk, namun ia membutuhkan hidayah untuk dapat membimbing orang lain menuju hidayah itu, mengarahkan dan menasehatinya. Apabila ia melalaikan hal itu, berarti ia telah kehilangan satu hidayah sebatas kelalaiannya.

——————-
(dikutip dari buku Nasihat Ibnul Qayyim untuk Setiap Muslim yang merupakan terjemahan dari Risalah ala kulli muslim. Penerbit At-Tibyan Solo, perterjemah ustadz Abu Umar Basyir, cetakan ketiga Februari 2001, hal 16-18)
Referensi: (dikutip dari buku Nasihat Ibnul Qayyim untuk Setiap Muslim yang merupakan terjemahan dari Risalah ala kulli muslim. Penerbit At-Tibyan Solo, perterjemah ustadz Abu Umar Basyir, cetakan ketiga Februari 2001, hal 16-18)

About these ads

Actions

Information

6 responses

23 04 2009
shofiyah

Assalamu’alaykum
subhanalloh..
bagaimana sekalian dijelaskan akhiy,, perbedaan antara hidayah dan taufik..
keep writing.. I have still study hard to write serious stuff (he he) such as dis
barakallohufika ^_^

23 04 2009
l5155st™

Wa’alaikumussalam warahmatullah
kapan nanti diusahakan insya Allah ya…
wa fiyki barakallahu…

24 04 2009
fachri

Assalamu’alaikum. Bagus bgt nasehatnya, jazakallah..

24 04 2009
admin

semoga kita selalu mendapatkan hidayah

3 05 2009
vaepink

Akhi bagaimana caranya agar kita bisa mendapat hidayah ??

Saya pernah denger klo hidayah hanya diberikan kepada orang-orang pilihan Allah ??

Mohon pencerahannya Akhi, makasih

Didit Fitriawan berkata…
Mungkin lebih jelasnya, silahkan mbak pipink baca di sini.

3 06 2013
Sylvia

Reblogged this on sylvia's note.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers

%d bloggers like this: