Setelah membuka arsip2 pada milis dan blog as sunnah pada edisi – edisi dua tiga tahun yang lalu, kami temukan sebuah bacaan yang mengandung ilmu. Mohon tidak disalahgunakan oleh siapapun pembacanya…dan silahkan disimak!
Catatan Admin Salafy ITB: “Postingan email ini di milis salafyITB sudah cukup lama, mungkin masih ada yang tertarik membaca, baik pemberi nasehat dan yang dinasehati alhamdulillah sudah menikah, kecuali yang berkomentar…hehe
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Tulisan ini saya susun sebagai ungkapan persahabatan dan persaudaraan yang tinggi kepada seorang sahabat dalam sms nya beberapa hari lalu, yang mana saya menyangka beliau ini sedang dilanda kegalauan mengenai kedudukan “kecantikan”.
Wabillahi taufiq,
Dalam kitab madzhab Hambali Syarah Muntaha al-Iraadaat (2/621 ) :
ويسن أيضا تَخَيُّرُ الجميلة ، لأنه أسكن لنفسه ، وأغض لبصره ، وأكمل لمودته ؛ ولذلك شرع النظر قبل النكاح
Adalah juga sunnah untuk memilih wanita yang cantik, karena hal tersebut dapat melahirkan rasa ketenangan yang lebih besar dan lebih membantu dia untuk menundukkan pandangan dan cinta yang lebih.Oleh karenanya disyariatkan “Nadzor” sebelum menikah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ta’ala anhu;
قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ! أَيُّ النِّسَاءِ خَيرٌ ؟ قال : التِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ إِليهَا ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَر ، وَلا تُخَالِفُهُ فِي نَفسِهَا وَلا فِي مَالِهِ بِمَا يَكرَهُ
Ya Rasulullah,wanita mana yang terbaik? Beliau berkata salah satunya,” Yang tatkala engkau melihatnya engkau merasa senang,…….(Hadits Shahih,dlm. al-Silsilah al-Sahihah, no.1838)
Beberapa ulama menganggapnya sebagai mustahab, jika seorang pria tatkala hendak menikah MEMULAINYA DENGAN MEMPERTANYAKAN TENTANG KECANTIKANNYA TERLEBIH DAHULU, kemudian baru tentang komitmen agamanya.
Imam al-Bahuuti berkata dalam Syarah Muntaha al-Iradat (2/621):
Secara bebas maksudnya demikian : Dia (seorang pria ) seharusnya tidak bertanya tentang komitmen agama seorang wanita terlebih dahulu hingga dia telah mengetahui hal tentang kecantikannya.
Imam Ahmad rahimahullah berkata,” Jika seseorang pria ingin menikahi seorang wanita,dia mesti bertanya pertama kali TENTANG KECANTIKANNYA, jika kemudian dia mendapat kabar bagus mengenai kecantikan (wanita tersebut), baru dia bertanya mengenai komitmen agama (wanita tadi). Jika ternyata agamanya bagus maka dia seharusnya menikahi wanita tersebut.Jika dia tidak mendapat kabar yang baik mengenai agamanya maka dia akan menolak wanita tersebut atas dasar agamanya.(tentu ini tidak boleh). Oleh keranya janganlah dia bertanya mengenai Komitmen agamanya dahulu,yang jika dia mendengar bahwa agama wanita itu bagus, namun kemudian dia mengetahui wanita tersebut tidak cantik lantas kemudian menolak. Maka dia (pria tadi) telah menolak wanita atas dasar “Kecantikan” bukan atas dasar “agama”-selesai kutipan-
Tentu hal ini menyalahi sabda Nabi ‘alaihi ash sholatu wasalam bahwa kita dianjurkan memilih atas dasar “komitmen agama” seorang wanita.
Yang salah adalah tatkala seorang pria mencari kecantikan tetapi melupakan sisi agama seorang wanita-sebagai pondasi kebahagiaan dan kebaikan yang dia cari. Oleh karenanya Nabi menjelaskan gambaran 4 hal yang umumnya dijadikan dasar dalam pemilihan pasangan.Diakhir hal tersebut berkaitan dengan “komitmen agama / akhlak seorang wanita” .Ini artinya agar kita tidak semata mencari penampilan luar tanpa memperhatikan penampilan dalam.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim (10/52) tatkala mengomentari hadist mengenai “wanita dinikahi karena empat hal…dst, berkata:
الصحيح في معنى هذا الحديث : أن النبي صلى الله عليه وسلم أخبر بما يفعله الناس في العادة ، فإنهم يقصدون هذه الخصال الأربع ، وآخرها عندهم ذات الدين ، فاظفر أنت أيها المسترشد بذات الدين
“Pandangan yang benar mengenai makna hadist ini adalah bahwa Nabi berkata tentang keumuman manusia apa yang dilakukannya tatkala hendak menikah, bahwa mereka menikah berdasar empat hal ini (harta ,keturunan,kecantikan,agama).Yang paling terakhir dalam pilihan orang adalah mengenai komitmen agama ,maka yang benar adalah engkau selayaknya memilih yang punya komitmen agama.”
Pandangan yang mengatakan mustahabb untuk mencari wanita yang cantik sebagai istrinya tidak lah berarti kecantikan itu hal yang utama.Dan berati bahwa kita harus mendapatkan wanita yang sangat cantik sejagat,karena tidak akan kita dapatkan yang sangat sempurna,mungkin bisa kita dapatkan tapi dengan kelemahan agama dan prilakunya.
Arti mencari yang cantik yang dimaksud adalah jenis / tingkat kecantikan dimana kita sebagai pria bisa menjaga diri dari hal haram dan meredam untuk berpaling atau memandang wanita lain selain istri kita.Toh Definisi cantik akan berbeda-beda pada setiap pria.
Nasehat saya adalah nikahilah wanita yang pada pandangan anda punya tingkat (kecantikan) dimana anda cukup merasa senang dan tenang dengan melihat dia.Hal ini (persoalan kecantikan) akan kau rasakan porsi bedanya bukan sebagai porsi pertama dan utama yang terus menggelayuti pikiran anda setelah anda memulai hidup baru…memulai serial selanjutnya dari problematika-probelamatika hidup kita.
Wassalam
Dari Saudaramu…
Catatan Tambahan
Ada salah seorang saudara kita yang sudah berumah tangga dan dikaruniai anak dua yang paling besar tahun ini masuk SMU. Istrinya cukup jelita, keturunan arab sana, konon adalah yang paling cantik di daerahnya dan menjadi idaman para pemuda di sekitarnya. Saudara kita ini merasa bangga bisa mendapatkannya dan merasa dialah yang paling gagah karena si wanita memilih dia untuk jadi belahan jiwanya.
Pada suatu kesempatan dalam sebuah perbincangan lewat udara dia bertutur memberikan wejangan, kira-kira demikian redaksinya: “Kita memang harus percaya dengan hadits Nabi tentang dinikahinya wanita karena empat perkara, benarlah apa yang dikatakan bahwa nikahilah wanita karena agamanya. Sungguh kecantikan istri kita itu akan memudar atau kita akan merasa biasa bahkan mungkin bosan. Setiap saat setiap hari kita melihatnya dan berjumpa dengannya. Maka kencantikan yang istimewa itu menjadi biasa bahkan tak jarang kita akan melihat bahwa wanita lain terasa jauh lebih cantik darinya.
Namun saya terkadang belakangan ini kerap bertengkar dengannya terutama ketika saya ingatkan dia tentang perkara agama, jilbab, mahram, pergaulan dlsb. Dia memang keturunan arab tapi penerimaan dia tidak sebagai mana mestinya. Maka bersungguhlah untuk berusaha mencari istri yang baik dari sisi agamanya, benar-benar akan mendatangkan ketenangan dan kebaikan dalam rumah tangga…”
Kemudian saudara kita ini menuturkan kisah salah seoarang sahabatnya yang dikenalkan kepada al-haq (salafy) oleh istrinya. Dia begitu setia mengajari dan senantiasa melayani dengan tulus serta ikhlas untuk mengabdi pada sang suami hingga tiba suatu masa si istri mengatakan, silakan jika ingin ta’addud, bila perlu saya bantu mencarikannya. Ternyata si suami sama sekali tidak tertarik karena merasa kurang apa lagi dengan istri tercintanya ini, sementara belum tentu dia akan mendapatkan hal serupa dari istri keduanya.
Dari kisah ini, tentu akan muncul komentar pendukung juga koreksi. Ada beberapa bagian yang patut kita tekankan dan ada pula yang patut kita beri catatan. Silakan para pembaca yang budiman bersikap bijak dalam menempatkannya.
Walhasil, mencari istri cantik dan menarik itu perlu, tapi jangan lengah untuk memperapat filter kedua yakni untuk bagian agamanya. Tentu demi hidup yang lebih baik. Ada sepenggal kalimat yang dahulu, kala masih muda sering saya dengungkan, “kita ini sedang mencari teman hidup, bukan teman tidur”.
Kawan saya di kantor mengatakan: Untuk istri pertamamu, carilah wanita yang benar-benar mengerti agama, karena dengan begitu engkau tidak akan kesulitan untuk mencari istri kedua…
Lekaslah menikah!
—+++—
Posting ini diambil dari milis Salafy ITB pada edisi January 25th, 2007 pkl. 1.59 am









Saya sangat sependapat dengan pernyataan tersebut. 8)
litaskunu ilayha … :)
smG tulisan ini ga disaLah gunaKan sebagian IkhwaN akh..
kasian nTaR, para akhowat pd kga’ mau nikaH
terimakasih atas postingannya, sangat bermanfaat buat saya
@ al-akh rismaka…asal tidak memanfaatkan akhwat yg paham agama untuk pelampiasan hawa nafsu aja.. ^_^
1 hal yang harus dicamkan baik – baik oleh lelaki, bahwa ta’addud bukan hanya wadah pelampiasan nafsu seksual semata. Namun di dalamnya sarat dengan kewajiban dan tanggung jawab ganda yang amatlah besar.
Sungguh besar ancaman Alloh lewat pengabaran dari Rosul-Nya tentang ancaman bagi lelaki yang tidak berbuat adil terhadap istrinya.
Qatadah meriwayatkan dari An-Nadhr ibn Anas dari Basyir bin Nuhaik dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa memiliki dua istri, dan tidak berbuat adil di antara keduanya, maka dia akan datang pada Hari Kiamat dalam keadaan separuh badannya miring.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ibn majah dan At-Turmudzi)
ana hanya bisa tersenyum baca artikelnya…hehe
semoga waktunya segera tiba ya akhi..amin..
Saya kaget.. ternyata banyak juga tanggapan dari komentar saya di atas ^_^
Bagaimanapun juga saya ngerti, pada dasarnya akhwat (sekalipun dia sudah paham akan agama), pasti hatinya sedikit menolak hal tersebut (kecuali akhawat yang benar2 dirahmati oleh Allah yang diberi keikhlasan yang amat besar). Buat yg tidak sependapat dg komentar saya di atas, janganlah terlalu cepat untuk menyimpulkan akan langkah saya berikutnya ^_^
@Akh didit: santai aja akh.. istri mau lihat juga monggoh, toh udah diijinin kok ^_^
http://rismaka.wordpress.com/2009/03/25/surat-syaikh-saliem-ied-al-hilaly-kepada-syaikh-yahya/
assalamu’alaikum, akh…
berlaku sebaliknya ga? :mrgreen:
Ana setuju utk carilah istri ptama yg faham agama shg mudah mdptkn istri ke2 (ketika di kmdn hr mnginginkan taaddud). Hanya, hal ini bkn pkara mudah :)
Prkara adil, jangankn kpd 2 istri, kpd 2 anak kita pun tak boleh qt utk tidak adil. Betul ukhti?
al_ghifari98
semoga jadi nasehat buat ana, antum dan ikhwan lain..agar mengutamakan akhwat yang baik agamanya..
karena nanti merekalah yang akan melahirkan seorang salafiyyun2 penegak dienullah.
“cantik itu perlu, tapi dien itu penting.. jai kalo mau nikah, pilih akhwat yang dien-nya bagus akh..”
nanti undang2 qta ya..,
kan Rumah antum ma Puri indah deket..
@ akh rismaka & akh Didit..
afwan, ana kan tidak melarang :) atau tidak pula menentang serta menuduh..
cuma menambah point aja biar ilmunya imbang…
segala sesuatu harus dipikirkan secara komprehensif integral…
ketika harus mengambil langkah, maka harus dipikirkan pula berbagai dampak yang akan timbul, baik positif maupun negatifnya…
dan menurut ana, ikhwan yg paling baik untuk ta’addud adalah ikhwan yg memiliki keimanan dan ketakwaan yang luar biasa… serta tawakkal tingkat tinggi… yg kelak insyaAlloh akan berhasil dengan keluarga yg kan dibinanya… karena semua itu akan diminta pertanggungjawabannya…
bukankah hak muslimah pula menginginkan keadilan? Maka disini ana mewakili suara kaum muslimah agar hak2 kami juga terpenuhi.. ^_^
apalagi kami tercipta dari tulang rusuk yang bengkok…
dan orang yg terbaik adalah suami yang berbuat sebaik2nya pada istrinya…
Maka, jika caranya ber’ta’addud tidak benar…. hasilnya istri2nya nanti jadi tambah bengkok… padahal kelak setiap suami akan diminta pertanggungjawabannya sebagai pemimpin keluarga…
jadi kalau mau ta’addud mohon diperhatikan kemampuan dari faktor internal maupun external dari semua pihak… sehingga semua menjadi indah…
karena pada dasarnya, Alloh Ta’ala berfirman :
““Alloh sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya…” (QS. Al-Ahzaab : 4)
ketahuilah, ketika seorang suami memutuskan ta’addud maka pembagian cintanya kepada salah satu istrinya akan terkikis sedikit demi sedikit…
betapa besar pengorbanan sang istri… rasanya akan terasa menohok didada…huhu..
bener banget kalau ada pepatah “wanita ingin dimengerti” :)
namun semua itu akan terasa indah bagi semua pihak kala “Ta’addud” dilakukan dengan memenuhi syarat :
1. Ikhlas, hanya karena Alloh Ta’ala
2. Ittiba’ (mengikuti Rosululloh Shollallohu’alaihi wa Sallam)
jika berpaling dari 2 syarat tersebut… sedikiiiit saja… silahkan tanggung sendiri resikonya ^_^
so…buat yg mo ta’addud, jangan hanya mengandalkan istri sholehah… tapi apakah dirimu bisa diandalkan menjadi seorang pemimpin yg sholeh? yg bertakwa, beriman dan memperlakukan wanita dengan sebaik2nya???
met hunting akhwat sholehah bagi yang mau nikah, nikahkanlah mereka karena Alloh Ta’ala… didasari dengan aqidah & tauhid yg benar… untuk menyelamatkan agamamu.. dirimu… dirinya dan anak2mu kelak dari api neraka…
semoga Alloh Ta’ala mempersatukan hati2 kita diatas aqidah dan tauhid yang benar…
mohon maaf jika ada salah kata…
Iya tuh akh, bener sekali.. Ta’adud itu harus adil. Tapi rasulullah sendiri TAK MAMPU ADIL DALAM HAL CINTA. Gimana tuh…? Yg jelas ga ada org lain yg lebih baik dari rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Yang kurang menarik wajahnya, tapi agamanya bagus dikemanakan dik??
barakallah..
ahsan antm tdk posting msalah nikah dulu dik, coz bisa mnjdi fitnah buat akhwat krna antum belum menikah. bsa2 ada di antr mrka yg berharap pada antm..kmdian trnyata nanti antm mlh nikah dg akhwt lain..nah, kan dia kecewa..? :)
iy klo yg kcwa satu, kalo bbrapa akhwat gmn..? kan kasian?!
itu aj udh mulai panas kan dg comment2 di atas?
udah dik ditahan dulu aj postingny, coba mslh2 yg lbh urgent dulu. ok..?
Lho, sdg OL jg toh?
udah selesai TA..?
ndang kerja dik ya, biar tercapai keinginan antm utk menikah..
4 thumbs up for mbak Ajeng. Posting lainnya aj. Tp syukron, artikelnya ane copast.
Wanita2…What a special creature you’re…
BaarokaLlohu fiik, wa jazaakaLloh khoiron.
Nuwun…
wah… rame banget…
sejalan ini dengan ana akhiy…
setuju pokoke…
al-’ilmu qoblal qoul wal ‘amal
kaif akhiy?…
setelah berilmu segera beramal kan? haruusss…
insya Allah, ba’da kolil kan (^_^)…
`keep moving forward,
with or without anyone`
-abuyusuf-
Mz, gmna? Katany mw ngajak bisnisan?
ga melu Pertamina kemaren, bisa cepat kerja..?
assalaamu’alaykum
waah, pak dit… :D
saya copas dulu ya
bismillah..
ikhwah wa akhowat fillah rahimahulloh..
kenapa kita harus memperdebatkan syati’at yang telah Alloh tetapkan dalam dien ini?
memang syari’at ta’adud sangat sensitif bagi kebanyakan akhwat. tapi akankah kita mengalahkan syari’at ini karena terlalu mengikuti kata “sakit” dalam hati kita? jangan sampai ilmu dien yang Alloh karuniakan pada sebagian kita, kita gunakan untuk “membantah” balik syari’atNya. walaupun munkin kita tidak ada niatan “membantah” atau menolak syati’atNya.Alloh A’lam, hanya Alloh yang maha tau apa yang terlintas dalam hati masing2 hambaNya. berat, memang. saudara ku fillah…jika memang jalan islam dan manhaj kebenaran telah kita sematkan sebagai jalan dan prinsip hidup, maka selayaknya “sami’na wa tho’na” yang harusnya kita ucapkan.
ukhti… tidakkah kita merasa kasian terhadap saudari2 kita yang smp di usianya yang telah senja belum juga menikah? tidakkah terketuk hati kita melihat saudari2 kita yang telah janda dan membutuhkan perlindungan&pertolongan? tidakkah..tidakkah..
akhi… jika istri2mu telah membukakan pintu hatinya untuk dimadu, saya yakin jika kalian kepala rumah tangga yang mengharapkan pelabuhan bahtera keluarga kalian berlabuh di surga, insyaalloh sya yakin kalian akan berusaha mengayuh bahtera sebagaimana ridhoNya..
sy yakin sebagian besar kita faham dan bahkan sangat faham bahwa jalan menuju surga dipenuhi onak dan duri, seberat dan sesulit apapun syari’at ini bagi diri kita, haruslah kita paksa diri kita untuk menerima dan menjalankannya. tidaklah syari’at ini berat, tapi yang berat adalah hawa nafsu kita. tidakkah kita mengharapkan karunia Alloh Ta’ala? tidakkah kita mengharapkan surga al a’la sebagi tempat kembali kita kelak???
assaLamu’alaykum
wah..wah.. ini bahasannya jadi poligami atau menikahi wanita cantik? ;)
perkataan yang agak menggelitik adalah, “Lekaslah menikah!”
sudahkah maz didit menikah?? hehehe
piisss… ;p
Hmm..kalo membahas poligami emang gak akan pernah ada habisnya..
Iya dek fitrah nikah dulu aja kalo mau nulis tentang pernikahan.,apalagi nie tentang poligami,,jadi apa yang disampaikan akan lebih ‘nyata’ karena gak cuma tau ilmunya..,tapi juga sudah mengamalkanya..
Dek fitrah dah ada calon belum?
“menikah”
sekilas memang indah didengar. namun,byk ikhwan akwat yg setelah memasuki dunia pernikahan mjd futur dan byk perubahan “mundur” setelah menikah. byk faktor penyebabnya, tp faktor umumnya krn kurangnya bekal ilmu dan kesiapan untuk menghadapi problem2 di dalam kehidupan pernikahan..byk contoh disekitar kita dan sy yakin kita smua sering atau pernah menyaksikannya.
jadi…mantapkan ilmu dulu sebelum memutuskan untuk bnr2 menikah dan carilah bekal sebanyak2nya sebelum akad nkh dilafadzkan.
oleh Ustadz Asykari disarankan bagi yang belum nikah untuk tidak terlalu banyak membahas masalah pernikahan bila memang belum akan menikah dalam waktu dekat. jazakalloh khoiron
Kawan saya di kantor mengatakan: Untuk istri pertamamu, carilah wanita yang benar-benar mengerti agama, karena dengan begitu engkau tidak akan kesulitan untuk mencari istri kedua…
oh, gtu ya pola fikir ikhwan ….
‘afwan, bukan pola pikir ikhwan…
tapi pola pikir kawan dari penulis artikel itu.
ajeng diah rahmani (03:12:21) :
Yang kurang menarik wajahnya, tapi agamanya bagus dikemanakan dik?? <<—-
saya tertarik mengomentari kata2 Mbak Ajeng. Tenang Mbak, insyaAllah sudah ada bagiannya masing2 ko. Toh nggak semua ikhwan wajahnya menarik dan nggak semua akhowat itu cantik. Nah, kalau yang kurang menarik wajahnya tapi agamanya bagus, ya nggak usah khawatir. Allah pasti akan memberikan jodoh sesuai porsinya. Menarik atau nggak itu kan relatif Mbak. Ya kalau semua yang menarik udah dapat jodoh yang menarik juga, toh, masih banyak ikhwan yang wajahnya kurang menarik dan insyaAllah bisa menerima kalau istrinya nanti kurang menarik. Semua udah ada porsinya ko Mbak. Dan saya kayanya masuk dalam kategori itu deh..
Dengarkan wahai saudaraku ikhwah fillah dengarkan JERITAN SEORANG PERAWAN TUA, SEORANG JANDA MUDA : Saya ingin seorang suami, seorang laki-laki tempat saya bernaung di bawah naungannya, membantuku menyelesaikan problema-problemaku…
Saudaraku yang laki-laki memang tidak melalaikanku sedikit pun, tetapi dia bukan seperti seorang suami.
Saya ingin hidup; ingin melahirkan, dan menikmati kehidupan.
Akan tetapi, saya tidak sanggup mengucapkan perkataan ini kepada kaum laki-laki.
dan apakah saya harus melamar ikhwan sementara budaya Indonesia mengatakan saru. ikhwah fillah bagaimana ketika mendengar jeritan perawan tua dan janda-janda muda yang masih potensi untuk bersuami
Bismillah,
Kata Rasulullah, “yang tatkala engkau melihatnya engkau merasa senang”
Pertanyaannya apakah senang bisa juga diartikan cantik ?……………………
Beta berpendapat senang tdk lah sama dgn cantik, karena kalu cantik saja lama kelamaan bisa pudar tetapi kalau senang akan berlangsung lama pudarnya…………
Firman Allah ” nikah 1, 2, 3 dan 4, (tanda koma bukan titik) dan kalau engkau tdk bisa berlaku adil, maka 1(satu) saja ………..
Pertanyaannya bisakah manusia (muslim) bisa berlaku adil ?…………..
Beta berpendapat sebaiknya kita tdk perlu munafik dgn mengemukakan atau berdalih mengikuti sunnah padahal kita cuma mengikuti nafsu doang utk mendapatkan 1 atau 2 istri lagi (apalagi yg cantik melebihi istri pertama)
Mohon maaf bagi yg tdk berkenan.
Wassalam.